
Naya terjatuh dan mulai merasakan sakit di perutnya. ia memegang perutnya dengan erat sembari meringis menahan sakit.
Hans yang melihat kejadian tersebut. segera menghampiri Naya dan menggendongnya ke UKS
"Dih, caper banget si Naya!!" ujar raya sembari berdiri
"Iya tuh, ditabrak dikit doang langsung lebay gitu! caper banget jadi orang" ujar Noni
"Sialan! setidaknya bantu gue dulu kek" ujar Alice yang kesal karena tak ada yang membantu nya berdiri
Singkat cerita, Hans membawa Naya ke UKS dan perawat pun hendak mengecek keadaan Naya
"Nggak usah sus! saya gapapa kok. ini cuma keram karena menstruasi aja" ujar Naya sembari duduk memegangi perutnya
"kamu yakin, gak mau di cek dulu biar tau kenapa bisa keram gini" ujar perawat
"iya sus! udah biasa kok. setiap saya menstruasi selalu keram" ujar Naya sembari duduk
"ya udah kalo gitu kamu istirahat aja di UKS! dan kamu ngapain masih disini? mau sus periksa juga?" ujar perawat melihat ke arah Hans yang belum kembali ke kelas nya
"eh, iya sus! sorry" ujar Hans sembari kembali ke kelasnya dan berpapasan dengan Alice yang sedang menuju ke UKS Mulai menuju ke UKS
"Mau ngapain? gak usah ganggu Naya" ujar Hans sembari menghalangi langkah kaki Alice
"Apaan sih!! Kaki gue leset nih. mau di obatin" ujar Alice Sembari memegangi paha nya
"Mana? gak ada yang leset tuh" ujar Hans sembari melirik kaki Alice yang tak terluka sedikitpun
"Ini kaki gue leset cuma gak nampak aja! sakit tau. kan gue jatuh tadi" ujar Alice sembari memperlihatkan mata kaki kanannya
"ohh..." ujar Hans dengan dingin sembari menendang pelan kaki Alice yang membuat alice berteriak
"Sialan!! cari mati Lo" ujar Alice Sembari melempari Hans mengunakan sepatu nya. sedangkan Hans lari terbirit-birit menghindari sepatu Alice
"Padahal tadi gue cuma pura-pura! eh, malah sakit beneran" ujar Alice sembari melangkah untuk mengambil kembali sepatu nya. Namun, Hans berbalik dan melemparkan sepatu Alice ke atas genting
__ADS_1
"Hanss!!!" ujar Alice berteriak melihat Hans yang tertawa sembari belari ke kalas
"Kurang ajar banget sih!!" Tambah Alice sembari berbalik dan pergi ke UKS menghampiri Naya yang tengah istirahat
"Nay, Lo gapapa kan?" ujar Alice sembari duduk di sebelahnya
"gapapa kok Al. Lo sendiri gimana? gak luka kan?" ujar Naya sembari tersenyum
"Gapapa kok" ujar Alice sembari melirik ke kiri dan kanan untuk memastikan tak ada orang satu pun
"Bayi Lo gimana? baik-baik aja kan?" Tambah Alice berbisik
"gue gak tau!! gak gue periksa. gue harap dia gak ada setelah sakit tadi" ujar Naya
"Lo udah pikirkan ke depannya? Mau Lo apakan bayi itu?" ujar Alice
"Aborsi aja!! gue udah janjian sama dokter nya. dia memahami kondisi gue dan mau ngebantu gue menyingkirkan bayi ini" ujar Naya sembari memegang perutnya
"Ehmm!! lagi bahas apa? kok serius banget" ujar raya tiba-tiba masuk ke UKS yang membuat Naya dan Alice terkejut
"Apa aja yang Lo dengar?" ujar Naya dengan tegas
"Wah, kayaknya obrolan penting dan rahasia nih! sampai segitu kaget nya'' ujar raya sembari melipatkan tangannya
"Kok diam!! bener ya! jangan-jangan rahasia nya kebenaran tentang kehamilan lo lagi" tambah raya sembari tersenyum kecil
"Apaan sih!! gak usah fitnah" ujar Alice yang tak Sengaja berbicara lantang terhadap raya
"Wow Alice!! Lo belain dia sekarang" ujar raya sembari memegang dagu Alice
"Lepasin Alice!! dia gak salah" ujar Naya sembari menepis tangan raya
"Kurang ajar!!" ujar raya yang hendak menyerang Naya. Namun, ibu Rini tiba-tiba datang yang membuat raya mengurungkan niatnya.
"Awas Lo ya!!" ujar raya sembari pergi meninggalkan UKS
__ADS_1
"Alice! Kamu juga kembali ke kelas! Biarkan Naya beristirahat" ujar ibu Rini dan Alice pun bergegas kembali ke kelas nya
"Huft!! Sepatu gue nyangkut sebelah gara-gara Hans" ujar Alice mengemerutu sembari memasang tangga untuk mengambil sepatunya.
Raya yang kesal karena merasa bahwa Alice menghianati nya pun segera menggoyahkan tangga nya agar terjatuh.
Hans yang melihat dari kejauhan pun segera berlarian menghampiri Alice dan hendak menangkapnya. Namun, Hans terlambat sehingga Alice terjatuh dari ketinggian dan tak sadarkan diri.
Atas perbuatannya, raya di masukkan kedalam lapas anak-anak untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya. sedangkan Alice mengalami patah tangan dan harus dirawat di rumah sakit.
"Hans! kamu apakan Alice" ujar Rere yang baru tiba menjenguk Alice yang masih tak sadarkan diri
"Gak ada!! dia jatuh karena perbuatan sahabatnya sendiri" ujar Hans dengan dingin
"Bohong!! Katanya kamu lempar sepatu Alice ke atas genting. Alice jatuh karena dia berusaha mengambil sepatu yang kamu buang itu. coba aja gak kamu lempar. maka hal ini gak akan terjadi" ujar Rere dengan kesal
"Hans Lempar sepatu dia ke atas genting biar dia bisa ganti sepatu baru! sepatu dia udah jelek banget" ujar Hans dengan kesal
"Sepatu dia banyak di rumah. cuma dia selalu pake sepatu itu karena pemberian papa nya 3 tahun lalu. sepatu itu pemberian terakhir Reno sebelum pergi entah kemana" ujar Stella sembari membelai rambut putrinya
"Kayaknya sepatu itu berharga banget untuk dia! dia sama papa nya jarang banget ketemu. dalam setahun paling cuma satu kali. kadang nggak sama sekali. dan terakhir dia ketemu papa nya tiga tahun lalu" tambah Stella yang membuat Hans merasa bersalah untuk pertama kalinya
"Maaf Tante. Hans gak tau" ujar Hans sembari melirik Alice yang masih tak sadarkan diri
"Iya gapapa. Tante paham kok. sebenarnya kamu peduli sama Alice. cuma caranya aja yang salah" ujar Stella sembari tersenyum
"Sorry ya stell. Gue gak tau gimana ngadepin Hans. nyerah banget rasanya. ini anak bikin masalah Mulu gak berhenti-henti" ujar Rere sembari menggenggam tangan Stella
"ketularan emak nya tuh!! dulu kan Lo juga gitu. suka cari masalah haha" ujar ivana yang telah selesai mengecek kondisi Alice
karena bosan dengan celotehan ibunya bersama sahabatnya. Hans pun memutuskan untuk keluar dari ruangan dan tak sengaja bertemu dengan Naya yang baru saja keluar dari ruangan periksa bersama dokter
"itu Naya? ngapain dia disana" ujar Hans sembari berjalan mendekati Naya yang tengah mengobrol dan berjabat tangan di depan pintu bersama dokter.
Saat Hans hampir mendekati Naya, Langkah kaki nya terhenti saat melihat poster ibu hamil di dinding. ia pun diam mematung memandangi Naya yang masih mengobrol dengan dokter
__ADS_1
Tak lama, Naya telah selesai berbicara dengan dokter dan hendak pulang kerumahnya. namun, ia terkejut saat melihat Hans yang tengah mematung menatap nya