
Bayangan masa lalu nya berserta ribuan mata seakan menatap dirinya dengan jijik. Ia pun tersadar bahwa tidak akan ada seorang pun yang akan mencintai nya.
Bagaimana tidak, Lelaki mana yang masih menginginkan seorang gadis yang pernah melahirkan. Terlebih lagi, masa lalu nya yang kelam.
Naya menghapus senyum nya saat melihat pantulan di cermin. Ia terduduk lemas dan tak sadar meneteskan air mata nya
Disisi lain, Hans yang sempat menitipkan kunci lemari nya di tas Naya pun bergegas menghampiri nya.
Mendengar ketukan pintu. Naya buru-buru menghapus air mata nya dan membukakan pintu. Melihat Hans berdiri di depan pintu. Ia pun menutup nya kembali
"Nay..." Panggil Hans sembari mengetuk pintu kembali
"Mau ngapain lagi?" Tanya Naya sembari mengatur nafas nya
"Kunci kamar gue di tas Lo" ujar Hans membuat Naya terdiam sesaat. Ia pun membukakan pintu sehingga Hans bisa masuk ke apartemen nya.
"Lo kenapa?" Tanya Hans mengikuti langkah kaki Naya dari belakang untuk mengambil kunci di tas nya
"Gapapa, nih" ujar Naya sembari memberikan kunci
"Kok diam?" Tanya Naya yang melihat Hans hanya diam melihat ke arah nya
"Lo abis nangis? Kenapa lagi?" Tanya Hans sembari memegang kedua pipi Naya dengan lembut
Naya pun bergegas menahan tangan Hans agar tak menyentuh nya.
"Hei, Lo kenapa?" Tanya Hans kembali
"Gue bilang gapapa!! Udah, Lo pulang aja" ujar Naya
"Gak mau" jawab Hans sembari duduk di atas sofa dengan santai
"Hans...!" Ujar Naya yang kesal
"Kalo Lo gak ngasih tau alasan Lo nangis. Gue gak mau pulang" jawab Hans sembari menaikan kaki nya di atas meja
"Gue gak mau Lo deket-deket sama gue" ujar Naya sembari melipatkan kedua tangannya di dada
"Why? Gue salah apa?" Ujar Hans berdiri menghadap ke arah Naya
"Gak ada!! Udah, mulai sekarang Lo jangan deket-deket gue lagi" jawab Naya sembari merunduk
Hans hanya diam dan bergegas memeluk Naya dengan erat. Naya berusaha melepaskan pelukannya. Namun, semangkin kuat Naya berusaha melepaskan dirinya. maka semangkin kuat pula pelukan Hans
__ADS_1
"Gue gak tau Lo punya masalah apa? Tapi gue gak mau jauh dari Lo" ujar Hans dengan lirih
"Tapi Hans, gue.." ujar Naya terhenti karena disela oleh Hans
"Gue gak peduli apa pun! Gue cuma mau ada di dekat Lo sekarang dan nanti" jelas Hans
"Ma-maksudnya?" Ujar Naya dengan terbata-bata
"Gue suka sama Lo nay" ujar Hans membuat Naya terkejut dan mendorong dada Hans sehingga pelukannya terlepas
"Kenapa? Salah?" Tanya Hans
"Mending Lo pergi sekarang" jawab Naya dengan dingin sembari membelakanginya
"Nggak!! Kasih gue kesempatan mewarnai hidup Lo" ujar Hans sembari menghampiri Naya
"Tapi Hans!! Lo gak tau masa lalu gue" jelas nya dengan tegas
"Gue..." Ujar Naya terhenti karena di sela oleh Hans
"Gak peduli!! Gue gak mau tau tentang masa lalu lo. Yang gue mau masa depan bareng Lo" ujar Hans sembari memegang kedua pipi Naya
"Lo gak paham Hans! Kalo Lo tau masa lalu gue. Lo pasti kecewa" jelas nya sembari melepaskan tangan Hans yang memegang pipi nya
"Biar gue cerita dulu! Setelah Lo tau semua tentang gue. Lo pikir-pikir lagi buat bareng gue" jelas Naya hendak menceritakan kisah hidup nya. Namun, Hans menggelengkan kepala nya dan kembali memeluk Naya
"Gak perlu. Gue udah bilang! Gue gak tau dan gak mau tau. Apa pun masa lalu Lo, gue terima" jelas Hans sembari mengelus kepala Naya
Naya Kembali menangis karena terharu dengan apa yang dikatakan oleh Naya. Hans bergegas menghapus air mata di pipi Naya
"Udah jangan nangis. Gue gak suka ada air mata di pipi Lo" ujar Hans sembari tersenyum
Tak lama, Naya kembali tenang dengan ucapan Hans. Ia merasa mendapatkan kehidupan kedua
"Sekarang status nya pacaran kan yak?" Cetus Hans membuat Naya tersipu malu
"Apaan!! Kagak lah! Kapan lo nembak nya" elas Naya sembari berjalan membelakangi Hans
Hans menoleh ke kiri dan kanan untuk mencari sesuatu. Ia pun mengambil bunga mawar yang berada di vas bunga dan bergegas menghampiri Naya
"Dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan. Gue, Hans Al bara menyatakan dengan bersungguh-sungguh untuk menjadikan Anaya sebagai wanita satu-satunya yang akan saya jadikan ratu di masa depan. Mau kah kamu memberi ku kesempatan untuk itu?" Ujar Hans sembari berlutut di depan Naya
Mendengar pernyataan Hans yang kaku. Naya pun tertawa terbahak-bahak Sembari membantu Hans untuk berdiri
__ADS_1
"Bangun gih, kaku banget haha" ujar Naya
"Biarin!! Yang penting tulus" jelas Hans dengan penuh harap
"Iya,iya!! Oke, saya Anaya dengan sepenuh hati mengizinkan Hans Al bara untuk menjadi bagian dari hidup saya" jawab Naya sembari tertawa kecil
"Haha, Lucu juga ya" ujar Hans tertawa melihat Naya
Singkat cerita, Hans dan Naya berpacaran. Mereka menjalani hari dengan bahagia. Naya tak lagi merasakan kesedihan. Ia benar-benar telah melupakan masa lalu nya yang kelam bersama Darren
Tak lama, Hans kembali ke Melbourne disebabkan waktu study tour nya telah usai.
"Jadi sedih" ujar hana sembari memeluk Naya dengan erat sebelum pesawat nya boarding.
"Yang rajin belajar nya biar cepat lulus" ujar Naya sembari mengelus pundak Hans yang kekar
"Iya, abis lulus nikah ya" ujar Hans sembari tertawa kecil
"Kerja!! Cari duit. Main nikahin anak orang aja! Mau di kasih makan apa?" Jawab Naya sembari tertawa kecil
"Makan cinta haha" ujar Hans membuat Naya terheran-heran
"Woi!! Jangan bucin Mulu! Ayo pulang" panggil Alex
"Gue balik ya! Gue janji abis lulu ke sini lagi" ujar Hans sembari mencium kening Naya
Naya hanya memandangi kekasihnya berjalan memasuki pesawat. Ia tersenyum paksa dan merasa sesak saat hendak di tinggal oleh Hans
Disisi lain, Sekolah Naya yang dulu juga sedang melakukan study tour ke Bangkok. Mereka pun berpapasan dengan Naya yang baru saja hendak keluar dari bandara
"Eh, itu si *****" ujar salah satu siswa laki-laki menunjuk ke arah Naya. Sehingga semua mata tertuju pada nya
"Eh, Naya!! Ternyata kabur ke sini ya haha" ujar raya sembari tertawa dan di iringi teman sekelasnya
"Heh!! Mau gue tabok mulut kalian satu persatu" ujar Alice yang muncul dari balik kerumunan para murid dan menghampiri Naya
"Nay...kangen banget gue" ujar Alice berlarian menghampiri Naya dan memeluk nya dengan erat
"Sama Al. Gimana kabar Lo?" Tanya Naya sembari mengelus belakang Alice
"Gue baik.. Lo baik kan" ujar Alice dengan mata berkaca-kaca
Naya hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum ramah. Ia kembali memeluk sahabatnya nya itu dengan erat
__ADS_1