Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
Fitting Baju Pengantin


__ADS_3

Benar saja keinginan Reyz untuk segera menikahi Elina segera di utarakan kepada Kakek Hadi, dan dua keluarga besar yaitu keluarga Wijaya dan Adiguna Himawan.


Namun ada syarat yang di ajukan Adiguna beserta keluarga yang lain ,yaitu selama persiapan pernikahan Reyz dan Elina tak di izinkan untuk bertemu sampai hari pernikahan tiba, atau lebih tepatnya Elina di pingit, sesuai adat Jawa.


Dan mau tidak mau Reyz, setuju dengan persyaratan itu, dengan alasan demi kebaikan mereka nantinya.


Reyz, memerintahkan Jonathan untuk mengurus semuanya mulai dari resepsi, tempat acara pernikahan , catering dan juga rangkaian acara yang akan memeriahkan pesta resepsinya.


Seperti biasa Jonathan selalu melakukan perintah Reyz dengan baik, ia menunjuk WO terkenal dan terbaik di Ibu kota untuk menangani resepsi dan pesta yang sesuai dengan keinginan Reyz dan juga Elina.


Tak peduli berapa biaya yang harus di keluarkan Reyz, benar-benar ingin membuat pernikahannya meriah dan juga mewah.


Sedangkan Elina, tak di beri kesempatan untuk turun tangan , Reyz hanya menanyakan konsep ,tema dan warna saja pada Elina selebihnya ia memerintahkan Jonathan dan orang-orang terbaik pilihannya.


Selama persiapan pernikahan Reyz, tak jarang di buat uring-uringan karena tak di perbolehkan untuk bertemu dengan Elina.


Hanya sesekali saja mereka di izinkan untuk berkomunikasi lewat telpon dan vidieo call itu pun jika Elina sedang memegang posel, Reyz di buat prustasi dengan semua aturan itu.


Selama di pingit Elina, tak di perbolehkan pergi ke kantor ataupun memegang ponsel, Elina sudah mengambil cuti atas perintah Indra dan Dirga dan untuk sementara perusahaan di pegang kembali Indra dan Dirga.


''Tuan Muda, anda harus fitting baju hari ini di butik yang sudah di tentukan WO'' ucap Jonathan dengan memberikan berkas yang harus Reyz tanda tangani.


''Jam berapa aku harus kesana?''


''Sekitar pukul satu siang Tuan, setelah Nona El melakukan fitting terlebih dahulu''


''Apa? Kenapa kami harus melakukannya terpisah? bukannya kami harus mencobanya bersama supaya terlihat bagus atau tidaknya'' Reyz menatap jengah Jonathan


''Ini sesuai keinginan Kakek Adiguna, Tuan ''


''Shitte''


Reyz, memukul kursi yang ia duduki , rasa rindunya pada Elina membuat dirinya kesal pada semua orang.


Reyz, beranjak dari kursi melihat jam yang melingkar ditangannya menunjukan pukul sebelas siang , itu artinya saat ini Elina sedang melakukan fitting gaun dengan senyum penuh arti ia meraih kunci mobil dan pergi meninggalkan Jonathan begitu saja.


''Tuan Muda, anda mau kemana? jangan katakan kalau kau akan menyusul Nona El?''


''Tebakan mu tepat Jo''

__ADS_1


''Tuan Muda , tunggu dulu, bagaimana dengan berkasnya''


Jonathan berteriak namun tak Reys gubris sama sekali dan berlalu begitu saja meninggalkan dirinya.


''Cinta membuatmu lupa segalanya Tuan Muda'' lirih Jonathan.


🌿🌿🌿🌿🌿


Tepat dugaan Reyz , jika saat ini Elina tengah melakukan fitting gaun pengantinnya di temani Mira dan Ratih.


Diam- diam Reyz memperhatikan gerak -gerik Elina yang tengah mencoba gaun pengantin satu persatu.


Rasa rindu di dadanya semakin tak terbentung melihat sang kekasih di hadapannya namun tak bisa untuk ia dekati, padahal ingin sekali Reyz untuk memeluk dan mencium Elina meluapkan rasa rindunya.


Namun apa daya, terhalang dua wanita cantik disamping sang calon istri yang tengah mengawalnya yaitu Mira dan Ratih.


''Tuan Muda, anda disini? kenapa anda tidak masuk saja , supaya kita tahu pakaian yang akan kalian kenakan serasi atau tidak jika kalian bersama'' tiba-tiba Reyz di kagetkan dengan suara seseorang .


Seseorang itu adalah pimpinan WO yang Jonathan pilih, Reyz memberikan isyarat dengan menaruh telunjuk dibibirnya agar orang di hadapannya tutup mulut, ia takut jika keberadaanya di ketahui Mira dan Ratih.


''Memang kenapa Tuan Muda?''


''Calon istriku sedang di pingit kami tak boleh bertemu sampai hari pernikahan tiba, lihatlah ia di jaga kedua wanita itu mereka Mamah dan Ibunya'' ucap Reyz


''Huh, kau tahu ? aku sangat merindukannya rasanya aku hampir gila beberapa hari tak bertemu dengannya'' lirih Reyz


Laki-laki pimpinan WO itu menatap iba Reyz, terlihat jika sang Tuan Muda begitu merindukan Elina seperti ikan yang kekeringan air


''Saya ada ide Tuan Muda''


''Apa itu katakan?''


''Saya akan membawa anda ke bilik Nona El, anda bisa menemuinya tanpa di ketahui Nyonya Mira dan Nyonya Ratih''


Seperti mendapatkan angin segar ditengah udara panas , Reyz terlihat tersenyum penuh semangat ia semakin tak sabar untuk bisa bertemu dengan Elina.


Reyz, kemudian masuk melewati Mira dan Ratih tanpa di ketahui keduanya dengan bantuan para pelayan butik setelah mendapatkan perintah dari pimpinan mereka.


Reyz, bersembunyi di balik tirai dimana saat ini Elina tengah membuka gaun pengantin yang baru saja ia coba.

__ADS_1


''Maaf, tolong bantu aku membuka pengait di belakangku rasanya tanganku tak sampai'' titah Elina pada pelayan butik tadi yang membantu memakaikannya.


''Kemana pelayan itu? '' Elina bertanya -tanya sendiri karena tidak ada seorang pun di ruangan itu, hanya dirinya sendiri di sana


Elina berusaha untuk melepaskan gaunnya namun tetap saja ia kesulitan , tiba-tiba ada seseorang membantunya melepas pengait gaunnya dan tanpa di duga seseorang itu mengecup punggungya dengan sengaja membuat Elina terkejut.


Sontak Elina memutar tubuhnya berhadapan dengan sosok yang sangat ia rindukan selama beberapa hari terahir.


''Reyz, kau disini?''


Tanpa di duga Elina memeluk Reyz dengan erat


''Aku sangat merindukanmu Reyz, rasanya waktu begitu lama untuk berlalu , aku sangat merindukanmu''


''Aku juga sama sayang, aku sangat merindukanmu''


Elina menarik tengkuk Reyz, dan mengecup bibir Reyz meluapkan rasa rindunya, Reyz menyambut ciuman itu yang kini terasa begitu manis dan memabukan.


Suara decapan bibir mereka terdengar di ruang ganti itu seolah tak peduli keduanya larut dalam pagutan mereka saling membelit dan bertukar saliva menikmati bibir masing-masing.


******* Elina keluar begitu saja tanpa bisa ditahan saat gaun yang ia kenakan tadi lepas begitu saja ke lantai , Reyz memeluk tubuh Elina dengan erat yang kini hanya mengenakan bra dan celana hotpant berwarna senada menampilkan keindahan tubuh indahnya.


''Kau sangat cantik sayang dengan gaun tadi, apa lagi sekarang kau semakin cantik tanpa gaun itu''


''Reyz, astaga''


Elina menutupi tubuhnya dengan kedua tangan menyilang di dada, Reyz tertawa melihat ke gugupan Elina ia mengulas senyum dengan jari telunjuk di bibirnya menatap ke arah Elina dengan tatapan memuja.


''Reyz, berhenti menatapku seperti itu, cepat kau pergi, atau nanti Mamah dan Ibu melihatmu di sini bisa-bisa Kakek marah nanti''


''Sayang, tapi aku masih merindukanmu sebentar lagi saja ya , baru aku akan pergi''


''Reyz , jangan konyol cepat pergi ''


''Baiklah aku akan pergi tapi berikan dulu aku ciuman''


''Reyz , jangan main -main lagi , bagaimana jika ada yang melihatmu disini''


''Aku tak akan pergi sebelum mendapatkan ciumanmu''

__ADS_1


''Oh ya ampun''


Reyz menarik tangan Elina hingga Elina kembali jatuh kedalam pelukannya dan kembali ia memagut bibir penuh candu Elina dengan sepuasnya untuk meluapkan dahaganya akan manisnya cinta.


__ADS_2