
Sore hari Elina di kejutkan dengan kedatangan Raya dan Jonathan di Hotel dan saat ini asisten pribadi nya itu tengah menunggu diruang kerja milik Elina.
''Untuk apa kau datang kemari?'' tanya Raya pada Jonathan sebelum Elina datang
''Apa hak mu bertanya seperti itu pada ku?'' jawab Jo
''Aku bertanya karena ini Hotel milik Nona El bosku''
''Jangan lupa ia juga istri dari bos ku''
''Lalu kau mau apa? jika bos mu suami dari bos ku kau keberatan aku bertanya tentang kedatanganmu kemari?''
''Kau sendiri mau apa kesini, apa tidak ada hal lain yang bisa kau kerjakan selain mengikuti bosmu itu?''
''Hey...kau seenaknya saja aku kemari untuk bekerja bukan main-main ''
''Aku juga sama''
''Kenapa sekarang kau malah ikut -ikutan mencari alasan saja''
''Kau ...
''Apa?''
''Kau berani padaku ?''
''Kau pikir aku takut pada wanita bar-bar seperti mu''
''Apa kau bilang ? dasar songong''
Raya dan Jonathan malah beradu mulut di ruang kerja Elina, tanpa sadar jika pertengkaran keduanya di saksikan oleh Elina
''Cukup, hentikan pertengkaran kalian ''
''DIAM''
Spontan Raya dan Jonathan membentak Elina bersamaan membuat Elina membelalakkan matanya terkejut
''Kalian membentak ku?''
Seketika Raya dan Jonathan berhenti bertengkar dan terdiam menunduk
''Maaf Nona El, aku tak sengaja membentak anda'' gumam Raya
''Maafkan saya Nona El, saya tak bermaksud untuk membentak anda barusan ''
''Semua ini salah Jo'' timpal Raya
''Kau yang salah, kenapa masih menyalahkan orang lain ''tukas Jo kesal
''Jelas-jelas kau yang bersalah ''
__ADS_1
''Kau yang salah ''
''Kau''
Elina menepuk jidatnya sendiri melihat pertengkaran Raya dan Jonathan yang sama-sama tak mau mengalah.
''Sudah cukup hentikan, apa kalian akan terus bertengkar seperti ini ?''
''Maafkan kami Nona'' Raya dan Jonathan tertunduk merasa bersalah
''Bukankah kalian kemari untuk bekerja ? mana berkas yang harus aku tanda tangani juga suamiku ?'' bisa tidak kalian tidak bertengkar sekali saja jika bertemu ?'' Elina dengan kesal
Raya dan Jonathan hanya bisa tertunduk diam tanpa berkata apa-apa.
'' Kalau kalian begini terus aku akan menikahkan kalian ''
''Tidak, jangan Nona'' Raya dengan cepat
''Siapa juga yang mau menikah denganmu'' sinis Jonathan
''Kalian, aku hukum belanja kebutuhanku dan Reyz untuk kami pergi berbulan madu dan aku beri waktu 1 jam dari sekarang ''titah Elina
'Apa 1 jam?'' Jonathan menatap tak percaya perintah yang Elina berikan
''Kenapa? terlalu lama baiklah 30 menit''
''Tidak Nona 1 jam sudah cukup kami akan segera melaksanakannya dengan cepat '' Raya segera memotong ia tahu jika Elina tak suka di bantah.
Raya bergegas menarik tangan Jonathan setelah meletakkan semua berkas yang ia bawa untuk Elina dan Jonathan pun mengikuti tanpa lagi bertanya.
''Dasar'' gumam Elina
Elina kembali ke kamar dengan setumpuk berkas yang harus ia periksa bersama Reyz.
''Sayang kenapa kau lama sekali ?'' tanya Reyz saat pria itu keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri.
''Maaf, aku harus memberikan hukuman pada Raya dan Jonathan ''
''Loh memang kenapa ? sampai mereka kau hukum?''
Elina meraih handuk dari tangan Reyz dan membantu Reyz untuk mengeringkan rambutnya sembari menceritakan tentang Raya dan Jonathan yang bertengkar sampai membentak dirinya tadi meskipun tanpa sengaja.
Mendengar hal itu Reyz pun tertawa dan setuju untuk menghukum mereka.
''Andai aku tadi ada di sana , aku akan memberikan hukuman yang berat pada mereka''
''Aku tahu, tapi kurasa hukuman yang ku berikan juga sudah setimpal ''
Elina menaruh handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut Reyz ke dalam tempat cucian, Reyz memeluk Elina dari belakang
''Sayang rambutmu sangat harum aku suka dengan wangi nya''
__ADS_1
Reyz menaruh dagunya di bahu Elina dan sesekali menciumi leher Elina membuat Elina menggelinjang kegelian.
''Reyz, jangan menggodaku lagi kita harus bersiap-siap untuk pergi kan?''
Elina memutar tubuhnya menghadap Reyz, ia mengalungkan tangannya di leher Reyz sementara Reyz memeluk pinggang Elina.
''Baiklah, tapi sesampainya kita di Swiss aku tidak akan melepasmu ''
''Oh ya....?''
''Kau menantangku?''
''Tangkap aku kalau bisa ''
Elina menarik handuk yang Reyz kenakan hingga membuat Reyz melotot tak percaya kini ia berdiri di depan Elina tanpa memakai apapun..
''Woowww.... Tuan Muda di mana rasa malumu,tapi kau terlihat seksi ''
Elina mengedipkan sebelah matanya membuat Reyz tersenyum
''Rupanya istriku ingin bermain -main, baiklah aku akan menangkapmu''
Tanpa di duga Reyz berusaha mengejar Elina meskipun tanpa mengenakan pakaian membuat Elina tersipu dan juga syok .
''Reyz...apa yang kau lakukan ?''
''Kemarilah sayang,kali ini kau harus di hukum ''
''Ahhh... tidak...
Elina berusaha untuk menghindari Reyz posisi mereka terhalang tempat tidur, Reyz berkacak pinggang sementara Elina tertawa terbahak-bahak melihat Reyz.
''Ayo tangkap aku jika kau bisa ''
Reyz tersenyum penuh arti ia berusaha merubah permainan dengan melihat ke arah belakang Elina dengan serius membuat Elina ikut melihat ke arah belakang.
''Reyz ada apa? kau lihat apa ?''
Elina mulai panik dan iapun segera membalikkan tubuhnya melihat ada apa dibelakang dirinya dan hal itu di manfaatkan Reyz dengan cepat Reyz menarik tubuh Elina hingga jatuh ke atas tempat tidur dan Reyz berhasil mengungkung Elina dalam dekapannya .
''Aku berhasil menangkap mu sayang ''
''Reyz kau curang ''
Elina sadar bahwa Reyz mempermainkannya barusan
''Apapun dilakukan dalam cinta sah-sah saja ''
''Curang... curang kau curang kau menakuti ku''
''Kau harus di hukum Nona El , karena berani membuatku seperti ini ''
__ADS_1
''Reyz.... eemmmhhhh....