
Usai ijab kabul acara dilanjutkan dengan resepsi , pesta resepsi di adakan di Hotel Royal milik keluarga Himawan nampak para tamu undangan mulai berdatangan mulai dari kolega bisnis dan karyawan perusahaan Elina dan juga Reyz.
Para tamu undangan nampak antusias dan sukacita menghadiri pesta resepsi pernikahan CEO itu , pesta juga di meriahkan oleh artis ibukota dan beberapa teman artis yang menjadi bagian dari kedua perusahaan sebagai brand ambassador .
Ucapan dan doa untuk kedua mempelai datang bergantian Elina dan Reyz ,nampak serasi dan menawan sebagai sosok raja dan ratu sehari di momen paling membahagiakan dalam hidup mereka .
''Sayang, apa kau lelah?'' tanya Reyz, yang melihat Elina seperti kelelahan
''Tidak apa-apa, aku baik-baik saja jangan cemas '' Elina dengan meraih tangan Reyz.
''Kau yakin ? kita bisa beristirahat dulu dan kita bisa kembali lagi nanti '' ucap Reyz terlihat pria tampan itu begitu mencemaskan sang istri
Ratih yang melihat hal itu pun menghampiri keduanya
''Reyz, sebaiknya kau bawa Elina untuk beristirahat sepertinya kalian kelelahan ''
''Tapi Bu, tamu undangan masih banyak yang berdatangan bagaimana kami bisa pergi begitu saja ?''ucap Elina
''Tidak apa-apa, biar Ibu dan Ayah yang menerima tamu lagi pula ini sudah larut malam, jadi pergilah kalian untuk beristirahat ''ucap Ratih
''Baiklah Bu, kami akan beristirahat Ibu dan Ayah juga jangan terlalu lelah''
Elina dengan berat hati karena sejujurnya ia memang sudah sangat lelah.
''Jangan. cemaskan Ibu dan Ayah kami akan beristirahat nanti jika Kakekmu dan Kakek Hadi selesai berbincang -bincang dengan teman bisnisnya ''timpah Dirga
''Baiklah Yah, El dan Reyz ke lantai atas dulu , selamat malam ''pamit Elina
''Selamat malam sayang''balas Dirga dan Ratih
Elina dan Reyz pergi meninggalkan pesta menuju lantai atas Hotel , dimana kamar Elina berada yang telah di sulap menjadi kamar pengantin oleh WO yang Reyz pilih untuk menghiasnya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Elina membuka pintu kamarnya di ikuti Reyz di belakangnya Elina nampak antusias melihat kamarnya di hias dengan begitu indah.
Lampu kamar di matikan dan hanya menyisakan cahaya lilin untuk menerangi seluruh ruangan kamar yang di letakkan di beberapa sudut ruangan.
Aroma wangi dari bunga segar menambah suasana menjadi semakin romantis, kelopak bunga mawar merah bertaburan di atas tempat tidur yang akan menjadi saksi malam panjang Elina dan Reyz .
Wajah Elina nampak bersemu merah karena malu dengan pemikirannya yang melintas begitu saja saat melihat tempat tidur itu.
__ADS_1
''Sayang, kau suka dengan kamarnya ?'' tanya Reyz sembari berjalan mendekati Elina
''Kau yang menghias kamar ini ?'' Elina balik bertanya
''Kenapa kau malah balik bertanya ?''
''Reyz, a-aku''....
Reyz, menarik tangan Elina membawanya ke dalam dekapan nya, tubuh Elina mulai gemetar karena gugup jantung nya pun mulai berdetak kencang.
''Malam ini kau milikku, Elina Maharani gadis dinginku ''
Reyz, menatap Elina dengan penuh cinta yang sudah tak bisa ia pendam lagi setelah seharian ini ia menahan diri untuk tidak menyentuh dan mendekati Elina karena sibuk dengan acara pernikahan dan segala ritualnya.
''Reyz...
Tanpa basa-basi lagi Reyz langsung mendaratkan ciumannya di bibir Elina dengan penuh cinta dan hasrat yang sudah tak bisa ia tahan lagi.
Elina pun membalas ciuman Reyz dengan sama panasnya saling meluapkan rasa cinta yang ia rasakan untuk lelaki yang sudah menjadi suaminya itu.
Tangan Reyz mulai bergerak dengan lincah membuka resleting gaun pengantin Elina dengan mudahnya hingga gaun itu pun jatuh begitu saja ke lantai, menampilkan tubuh indah wanita yang ia cintai itu yang hanya menyisakan hotpants dan bra-nya saja.
Tak kalah dengan Reyz, Elina pun melakukan hal yang sama dengan lincah ia membuka pakaian Reyz satu demi satu dengan bibir saling ******* dan bertukar Saliva decapan dan ******* keduanya mulai terdengar di kamar pengantin mereka.
Elina dibuai dengan cumbuan dan kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan membuat nya mendesah dibawah Kungkungan Reyz.
''Reyz.....aaaahhhh.....emmmhhhh....
Desah Elina dengan napas berat nya Reyz benar-benar membuat Elina melayang dengan cumbuan dan sentuhan nya di setiap inci tubuh Elina.
Reyz, melepas semua kain yang menempel di tubuh Elina hingga Elina menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena malu di tatap oleh Reyz.
''Kenapa?''
''Jangan menatap ku seperti itu, aku malu''
''Kenapa harus malu, kau istri ku dan aku suamimu, kau tahu kau sangat cantik dan tubuh mu sangat indah aku sangat bahagia memilikimu , lihat aku sayang '' titah Reyz
Elina membuka kedua matanya dan menatap Reyz yang tengah menatapnya dengan tubuh diatas tubuhnya tampak tubuh kekar Reyz lengkap dengan otot di lengan dan perutnya membuat Elina terpesona
''Reyz....
__ADS_1
Elina menyentuh perut Reyz yang tampak seksi dengan otot perutnya itu
''Apa sayang?''
''Tubuhmu pun indah Reyz aku suka''
''Maka nikmatilah keindahan ini hanya untukmu ''
''Reyz....emhhh...
Elina kembali mendesah saat Reyz mulai bermain di kedua bukit kembarnya dengan penuh semangat dan hasrat menggebu, Reyz menghisap dan memainkan kedua gunung kembar Elina seperti seorang bayi.
''Ahh..... Reyz.... emhhh....aaahh
''Kau suka...? tanya Reyz
''Emh... aku suka sayang....
''Kau akan lebih suka saat aku berhasil memiliki mu''
''Tapi, Reyz aku takut ''
''Jangan takut aku akan pelan-pelan, jika sakit kau bisa menggigit ku atau mencakar punggungku ok?''
''Ok...
Dengan perlahan Reyz memposisikan dirinya di atas tubuh Elina dan bersiap untuk melakukan penyatuan mereka setelah melakukan pemanasan terlebih dahulu
Perlahan Reyz mengusap dan membelai paha Elina memberikan rangsangan dengan cumbuan nya dan perlahan Reyz memasuki tubuh Elina dengan memasukkan senjata kejantanannya sebagai seorang pria
''Aaahh.....Reyz......sakiiiiiitt.....aaaahhh''
Jerit Elina air mata membasahi sudut matanya tak kuasa menahan sakit saat sesuatu seolah membelah tubuhnya dan merobek tubuh bagian bawahnya
''Maafkan aku sayang....aaahhhh... sungguh ini sangat sulit tapi kumohon bertahan lah kau akan menyukai nya nanti''
''Reyz....eemmmhhhh.....aaaahhhh....aahhhh Reyz......''
''Sayang, ini sangat nikmat.... terima kasih kau telah memilihku untuk memiliki mu...aku sangat mencintaimu aaahhhhhh......''
Erang Reyz, begitu ia merasakan kenikmatan yang sudah ia tunggu selama ini dari seorang Elina, wanita yang sangat ia cintai
__ADS_1
Elina memeluk erat tubuh Reyz saat rasa nikmat yang belum pernah ia rasakan datang menggantikan rasa sakit seolah membuatnya terbang ke langit ke tujuh.
Reyz mengecup kening dan bibir Elina dengan penuh cinta dan juga bangga karena dirinyalah sang pemilik dari seorang Elina Maharani gadis dingin yang memiliki bagitu banyak kejutan.