Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
Kejutan


__ADS_3

Keesokan harinya Elina memutusakan untuk pulang ke rumah Adiguna sesuai yang Reyz minta padanya tadi malam.


Tanpa banyak bertanya dan bicara Elina menuruti apa yang Reyz katakan.


''Selamat pagi semuanya!''


''Elina , sayang kau pulang nak?'' Ratih beranjak dari kursi duduknya saat ini mereka tengah berkumpul untuk sarapan pagi.


Begitu juga dengan Dirga dan Adiguna yang ikut beranjak menyambut Elina.


''Sayang, Ayah senang kau pulang ke rumah '' sambut Dirga.


Ratih memeluk dan membelai rambut Elina dengan penuh kasih sayang, ia kira Elina tak akan pulang seperti kebiasaannya jika sedang marah atau merajuk pada mereka.


''Ibu, sangat mencemaskanmu sayang'' ucap Ratih dengan senyum bahagianya.


''Elina baik-baik saja Bu, dan maaf sudah membuat kalian khawatir'' Elina dengan mengulas senyum tipis .


''Maafkan Kakek Elina, kau pasti semakin membenci Kakekmu ini ''


''Kakek, sudahlah maafkan Elina juga, El, tahu jika yang Kakek lakukan demi kebahagiaanku jadi Kakek jangan sedih lagi''


Adiguna menatap wajah Elina yang saat ini menatapnya dengan mengulas senyum tipis seperti biasa cucunya itu akan selalu tersenyum meskipun saat ini Elina sedang di landa kebingungan yang luar biasa.


''Apakah ini artinya kau menerima perjodohan ini?'' tanya Adiguna


''Ya Kek, Elina menerimanya sesuai keinginan Kakek''


''El, laki-laki yang akan kau nikahi adalah laki-laki yang baik sayang, kau pasti akan bahagia hidup bersamanya'' timpah Dirga


''Entahlah Ayah, Elina sudah tak mengharapkan akan ada kebahagiaan lagi''


''El, kenapa kau bicara seperti itu? apa kau belum tahu laki-laki itu adalah...''


'' Ayah, Ibu ...Elina tak peduli siapa dia, dan El ,tak mau tahu , siapapun dia, jika menurut kalian dia baik, pasti karena kalian sudah mengenalnya dengan baik ''


Elina memotong perkataan Ratih dan Dirga tanpa memberikan kesempatan kedua orangtuanya mengatakan siapa jodohnya.


''Tapi El...


''Sudahlah El lelah, Elina mau ke kamar''


Elina pergi begitu saja meninggalkan semua orang dan pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas. Adiguna, Dirga dan Ratih nampak tertegun dengan sikap Elina .


'' Apa El belum tahu jika Reyz adalah pria yang akan ia nikahi?'' lirih Dirga


''Sepertinya begitu Yah'' timpah Ratih, ketiganya terdiam dalam pemikirannya masing-masing , namun tiba-tiba posel Adiguna berbunyi sebuah pesan singkat dari Reyz.


" Asalamu'alaikum Kek, Reyz sudah mengatur semuanya untuk acara nanti malam, Kakek, Ayah dan Ibu jangan cemas lagi dan biarkan Elina berpikir semaunya jangan katakan jika Reyz calon suaminya , biarkan acara nanti malam menjadi kejutan untuk Elina... "


Ketiganya saling menatap satu sama lain dan mengangguk serempak tanda setuju dengan rencana yang sudah Reyz susun.


Adiguna membalas pesan Reyz dengan cepat , Ratih dan Dirga berdo'a semoga Reyz dan Elina bisa bahagia nantinya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Malam yang dinantikan pun tiba, Adiguna bersama Dirga dan Ratih membawa Elina ke Hotel milik mereka, saat ini mereka tengah menanti kedatangan Mira dan Indra.

__ADS_1


Elina nampak memukau dengan gaun yang dikirimkan Reyz tanpa Elina tahu tentunya jika itu dari Reyz.


Tak berapa lama Indra dan Mira datang dengan penuh aura kebahagiaan mereka menghampiri meja Adiguna.


''Ahirnya kalian datang juga'' sambut Ratih


''Maaf kami terlambat , tadi ada sedikit masalah di perusahaan ''ucap Indra


Indra dan Mira duduk di sisi kanan Elina sementara Ratih dan Dirga di sisi sebelah kirinya dan Adiguna sebagai kepala keluarga atau pemimpin yang lebih tua duduk di kursi utama di tengah mereka semua.


''Tidak ,kalian tidak terlambat keluarga calon pria pun belum tiba'' timpah Dirga


''Ada masalah apa Pah, di kantor ? apa karena Elina tidak masuk kantor hari ini?'' Elina bertanya khawatir jika ada masalah yang berat saat ia tak masuk kantor sedari kemarin.


''Tidak begitu besar sayang, Papah dan Raya sudah bisa mengatasinya tadi '' ucap Indra


''Syukurlah kalau begitu , oh ya Pah mana Raya?''tanya Elina karena tak melihat sosok asisten pribadinya itu.


''Dia pergi untuk mengurus sesuatu yang cukup penting'' jawab Indra


''Sesuatu? apa itu Pah?''


Elina kembali bertanya membuat Indra kebingungan ia tak mungkin mengatakan jika saat ini Raya tengah membantu Reyz menyiapkan kejutan untuk Elina bersama Jonathan.


''El, sudah jangan membahas masalah pekerjaan untuk saat ini , sebentar lagi calon suamimu akan segera datang'' Adiguna membuat Elina terdiam dan tak bertanya kembali.


" Reyz , kau dimana? Kenapa kau tidak datang sebenarnya apa rencanamu itu? Kenapa kau biarkan aku sendirian disini ? apa kau tahu jika calon suamiku akan segera datang oh Tuhan kumohon berikan aku jalan untuk keluar dari semua ini"


Elina yang terus berdo'a dalam hati saat ini ia benar-benar di buat cemas dan panik namun ia berusaha untuk tetap terlihat tenang di hadapan semua orang.


''Selamat malam semuanya, maaf kami datang terlambat''


''Hadi, ahirnya kita bisa bertemu kembali, apa kabarmu sahabatku?'' Adiguna menyambut sahabat lamanya itu.


''Kabarku baik Adi, aku senang ahirnya kita bisa bertemu dan menjadi keluarga'' ucap Hadi.


Dirga, Ratih , Indra dan Mira saling memperkenalkan diri mereka pada Hadi yang sebenarnya sudah tahu siapa-siapa saja mereka karena selama ini Hadi terus mengawasi keluarga dari kedua sahabatnya itu.


Adiguna kemudian menceritakan siapa Hadi dan hubungan persahabatan mereka bersama Wijaya tentunya.


'' Hadi, kenalkan ini Elina cucuku yang akan aku jodohkan dengan cucumu'' ucap Adiguna


Perkataan Adiguna membuat Elina seolah membeku ditempat ,pikirannya terus memikirkan dimana saat ini Reyz berada.


''Kau sangat cantik nak, kau akan menjadi pasangan yang sangat serasi dengan cucuku, dia sangat tampan dan kau sangat cantik kalian benar-benar cocok'' ucap Hadi senang


Elina mengulas senyum kaku mendengar pujian Hadi.


''Kau seorang pengusaha handal begitu juga dengan cucuku, sungguh kalian benar-benar pasangan yang sangat cocok, dan ku harap setelah kalian menikah kalian bisa segera memberikanku cicit''


''APA???''


Elina membulatkan matanya menatap horor ke arah Hadi dan juga yang lainnya yang malah tertawa senang mendengar ucapan Hadi.


''Kenapa kau melotot begitu? bukannya hal yang wajar jika pasangan menikah memiliki keturunan?'' kembali Hadi berkata membuat Elina semakin geram .


''Sayang, ada apa denganmu?'' tanya Mira yang melihat perubahan sikap Elina.

__ADS_1


''Kau terlihat cemas sejak tadi? ''kembali Mira bertanya membuat Elina semakin gelisah memikirkan dimana saat ini Reyz berada.


''El, baik-baik saja Mah, tidak apa-apa Mamah jangan cemas'' ucap Elina


Pandangan Elina mencari ke segala sudut ruangan khusus yang Dirga siapkan malam ini untuk menjamu tamu spesialnya yaitu Tuan Besar Hadiningrat.


Namun Elina harus menelan kekecewaannya karena yang ia harapkan tak kunjung datang semakin ia memikirkan Reyz semakin tersiksa dan tertekan juga perasaan Elina.


Ia berpikir bagaimana jika calon suaminya segera datang sebelum Reyz, itu artinya ia akan benar-benar menikah kembali dengan pilihan sang Kakek.


''Adi, sejak tadi kulihat cucu mu diam saja , apa dia benar sudah setuju dengan perjodohan ini?'' tiba-tiba Hadi bertanya membuat semua orang melihat ke arah Elina secara serempak.


''Elina , ada apa denganmu? sejak tadi Kakek lihat kau seperti mencemaskan sesuatu, apa ada yang kau sembunyikan dari kami?''


Adiguna menatap Elina dengan sorot mata tajam sebenarnya ia sendiri sudah tahu jika saat ini Elina sedang mencemaskan Reyz yang belum juga datang.


''Maafkan El, Kek tapi Elina tak bisa menerima perjodohan ini''


BRAAKKK


Adiguna menggebrak meja di hadapannya membuat semua orang terlonjak kaget begitu juga dengan Elina.


''El, sayang apa yang kau katakan nak?''


Ratih menarik tubuh Elina untuk menghadap dirinya tampak mata Elina mulai berkaca-kaca dan mulai terisak.


''Bu, El tak bisa meneruskan perjodohan ini Elina mencintai orang lain''


'' Apa yang kau katakan ini El? apa kau sadar dengan ucapanmu?''


Elina mengangguk pelan di hadapan semua orang , Adiguna terlihat geram namun ia mencoba untuk menahan amarahnya saat ini.


''El , sadar dan Elina tahu jika Tuan besar Hadi tidak akan mungkin mau menerima seorang janda untuk menjadi menantunya kan?''


Elina menatap nanar Hadi, sementara yang di tatap hanya mengulas senyum tipis , melihat itu Elina semakin yakin dengan ucapannya .


''Elina, sebenarnya kau kenapa? Kakek Hadi sudah tahu siapa dan bagaimana kehidupanmu selama ini dia menerimamu dan menginginkanmu untuk menjadi istri dari cucunya'' ucap Dirga


''Itu benar Elina, Kakek benar-benar ingin kau menjadi menantu Kakek, apa kau bersedia Nona El?'' kini Hadi sendiri yang bertanya membuat Elina terdiam seribu bahasa.


Semua orang menatapnya penuh harap,Elina semakin dilanda gelisah dan juga bingung harus membuat keputusan, hati dan pikirannya kacau tak tahu harus bagaimana.


Di satu sisi ia ingin menolak karena ia mencintai Reyz , di sisi lain ia tak ingin menyakiti hati orang-orang yang sangat ia sayangi.


" Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Reyz kau kemana ? baiklah mungkin ini lah jawaban dari do'aku dan jalan yang harus aku pilih , aku tak bisa egois demi kebahagiaanku sendiri aku tak mungkin membuat orang- orang yang aku sayangi kecewa , mereka sangat berharap dengan perjodohan ini aku akan bahagia dan mereka juga akan senang Ya Tuhan kuatkan aku..."


Elina berdo'a dalam hati dengan penuh keyakinan ahirnya ia memutuskan untuk menerima perjodohan itu, dan menetapkan hatinya untuk melupakan Reyz, pria yang telah berhasil mengukir namanya dilubuk hati seorang Elina Maharani.


''Baiklah Elina terima perjodohan ini dan Elina bersedia untuk menikah'' ucap Elina walaupun dengan berat hati.


''Aku juga menerima perjodohan ini Kakek''


Suara yang sangat Elina tunggu sedari tadi itu kini terdengar memecah suasana haru di ruangan itu.


''Reyz''


🌿🌿🌿

__ADS_1



''Reyzwan Alli Hadiningrat''


__ADS_2