Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
asi


__ADS_3

Maya melihat Naya tengah berdiri tegak di depan pintu ruangan kakek nya. Tanpa permisi, raya masuk ke ruangan tersebut dan duduk di sofa tunggu


"Raya!! ngapain Lo" ujar Maya dengan nada kecil sembari melihat kakek nya yang bergerak untuk Menganti posisi tidur nya.


Melihat hal tersebut, Raya mengurungkan niat nya karena takut menganggu kakek Maya yang tengah beristirahat di ranjang. Ia pun bergegas menghampiri Maya yang masih mematung di dekat pintu


"Gue mau ngomong" ujar nya sembari menarik tangan Maya dan membawa nya ke taman rumah sakit.


"Lepas ah!! mau apa sih?" ujar Maya dengan ketus sembari menarik tangannya agar terlepas dari genggaman Raya.


"Lo pasti tau sesuatu tentang Naya kan?? kasih tau gue" ujar Raya sembari melirik kanan dan kiri untuk memastikan keadaan sekitar.


Mendengar hal tersebut, Maya hanya diam dan hendak pergi meninggalkan raya. Namun, raya menahan tangan Maya yang membuat Langkah nya terhenti.


"Apaan sih Ray!! Lo tu ngabisin waktu gue aja" ujar Maya dengan ketus sembari melipatkan tangannya di dada.


"tadi gue gak sengaja denger Naya bilang ke Alice kalo dia gak akan ngerti rasa panik saat anak nya sakit" ujar Raya sembari tersenyum kecil melihat ekspresi wajah Maya yang terkejut dan panik


"gue curiga kalo bayi itu bukan adik nya tapi anak nya!! soalnya gak mungkin dia diam-diam pompa asi di mobil alice. terus panik banget saat adik nya sakit" tambah raya.


"Lo tau dari mana kalo Naya sering pompa asi di mobil Alice?" ujar Maya


"ada deh, bukannya Lo sama Sisil udah liat secara langsung kantong asi itu?" jawab raya sembari tersenyum licik


"Bisa jadi Asi itu punya ibu nya Alice yang ketingalan di mobil kan!! Siapa tau juga Naya cuma numpang Ganti baju atau apa gitu di mobil nya! dan.. dan bisa jadi juga kalo dia panik adik nya sakit karena dia sayang banget sama adiknya" ujar Maya berusaha untuk berfikir positif tentang Naya.

__ADS_1


"Woi lah!! Emak nya Alice itu janda. Lagian meskipun emak nya kerja sama keluarga hans. tapi mobil nya banyak gak cuma satu! lagian kalo emang bayi itu bukan anak nya Naya. gak mungkin dia panik nya kayak gitu" ujar raya sembari berdiri dan Tak lama, Alice melewati taman.


Melihat itu, Raya pun segera menarik tangan Maya dan membawa nya ke ruangan tempat bayi Naya di rawat


"Mau ngapain lagi!! kakek gue gak ada yang jagain" ujar Maya berbisik sembari mengikuti langkah kaki Raya.


"Gue yakin kalo bayi itu anak nya Naya!! gue mau cari bukti" ujar Raya sembari merunduk agar tak ketahuan mengintip. Perlahan Raya mengangkat kepalanya dan membuka pelan tirai yang menutupi pintu.


"ya udah cari tau sendiri!! ngapain Lo ngajakin gue" ujar Maya hendak pergi meninggalkan raya yang tengah mengintip.


Namun, Raya menahan tangan Maya sembari menutup mulutnya yang tengah tersenyum kecil "Oh my god!! Lo harus liat ini" ujar raya dengan nada kecil sembari mengeluarkan ponselnya. Mendengar hal tersebut, Maya dengan penasaran ikut mengintip dan melihat Naya yang tengah menyusui salah satu bayi nya.


Maya ternganga dan diam mematung tak percaya akan pengelihatan nya. Raya yang telah lama ingin mengumpulkan banyak bukti pun segera merekam moment Naya menyusui putri nya


Maya yang syok tak sengaja menyenggol Kursi yang membuat kebisingan. Mendengar hal tersebut, Naya bergegas berbalik dan mencabut asi nya. ia segera pergi ke sumber suara untuk mengecek keadaan. Raya dan maya yang panik pun segera pergi meninggalkan ruangan tersebut


Disisi lain, Maya dan Alice berhasil keluar dari rumah sakit tersebut. Ia nampak tak tenang sembari menghubungi seseorang


Tak lama, Sisil datang ke alamat cafe yang telah di berikan oleh Maya. Ia datang dengan tergesa-gesa


"Sil, ternyata benar dugaan Lo!!" Ujar Maya berdiri saat Sisil berjalan menghampiri nya


"Apaan? Lo ngomong gak jelas!! Ada apa si?" Ujar Sisil sembari duduk di depan raya dan Maya yang telah lama menunggu


Maya pun menceritakan semua yang ia lihat. Dengan cepat, raya mengeluarkan handphonenya dan memperlihatkan video Naya yang sedang menyusui berserta foto pada saat Naya melahirkan

__ADS_1


"Lo dapat ini semua dari mana? Bukan editan kan?" Tanya Sisil sembari mengambil foto di atas meja dan memperhatikan nya


"Beberapa bulan lalu, gue udah dapat bukti. Gue ketemu Naya di rumah sakit lagi check up kandungan. Cuma, bukti itu di hp gue yang lama. Hp itu di ambil sama Alice" ujar Raya


"Jadi, Alice udah tau ini?" Tanya Sisil yang mulai kesal karena Naya tak terbuka dengan nya. Bagaimana tidak, Naya lebih percaya Alice si teman baru nya dibandingkan dirinya yang sudah bersahabat sejak SMP


"Iya, Kalo Alice gak tau. Gak mungkin dia bantu Naya mompa asi di mobil nya!!" Sela Maya


"Haha, Sahabat macam apa sih!! Kok hal sebesar ini bisa-bisa nya kalian gak diberi tau. Sedangkan Alice, dia orang baru yang hadir di antara persahabatan kalian dan langsung dapat kepercayaan Naya" ujar raya sembari tertawa


Mendengar hal tersebut, Sisil semangkin kesal dan nampaknya, ia terpengaruh oleh ucapan raya yang terus mengompori nya


"Gue punya banyak bukti nih. Gue sengaja bayar orang buat menguntit dia. Sisa nya  keputusan kalian. kalian mau membongkar kebohongan Naya atau mau ngelindungi kebohongannya" ujar raya dengan santai sembari menyeruput jus nya


"Tapi sil, mau gimana pun Naya. Dia tetap sahabat kita. Kalo semua orang tau masalah ini. Takutnya dia di DO sekolah" ujar Maya


"Tapi masalahnya!! Dia anggap kalian sahabat juga gak!! Masa cuma kalian yang menganggap dia sahabat" sela Raya yang membuat Sisil hampir terbakar


"Pasti-" ujar Maya yang hendak menjelaskan sesuatu. Namun, terhenti karena raya menyela percakapannya


"Kalo dia memang menganggap kalian sahabat. Gak mungkin cuma Alice yang diberi tau" ujar raya sembari pergi meninggalkan Sisil dan Maya yang hanya diam menunduk merenungkan perkataan Raya yang masuk akal menurut nya


"Gimana sil?" Ujar Maya


"Gak tau, Naya memang salah sudah membohongi banyak orang. Tapi-" ujar nya dengan berat sembari mengepalkan tangannya

__ADS_1


Tak lama, Handphone Sisil berdering. Ia mendapat telpon dari suster karena sang kakek mencari nya. Ia pun bergegas kembali ke rumah Sakit tersebut


Sedangkan Sisil masih termenung sembari memikirkan langkah yang akan ia ambil. Ia sangat kesal dan ingin membongkar semua kebohongan Naya. Tapi, ia juga kasihan melihat sahabatnya itu harus berhenti sekolah dan mengubur cita-citanya


__ADS_2