
Berita pertunangan Reyz dan Elina tersebar dengan cepat baik media masa, cetak maupun online.
Kehebohan nampak semakin menjadi saat foto-foto keduanya terpampang dengan mesra menghiasi berbagai sampul majalah berita maupu majalah gosip.
Berita pertunangan Elina dan Reyz bahkan mampu mengalahkan berita-berita yang sedang viral ahir-ahir ini.
''Sialan kau Elina, kau selalu mendapatkan apa yang aku inginkan , aku bersumpah aku akan membalas semua perbuatanmu padaku''
PRAAANGGGG
Wanita itu melempar televisi di hadapannya dengan menggunakan vas bunga di samping tempat tidurnya saat ini, hingga televisi itu hancur berkeping-keping.
Wanita itu adalah Gina, sejak suaminya Gilang terkena kasus penggelapan dana perusahaan , ia kini bekerja di sebuah klub malam sebagai seorang wanita penghibur.
Usaha yang di rintis keluarganya juga hancur karena kasus pajak dan penggelapan dana hingga membuat keluarganya bangkrut.
Beruntung saat itu ia bertemu dengan Gilang dan bisa kembali bangkit.
Gina bisa kembali hidup mewah dan berkecukupan namun gaya hidupnya yang terlalu mewah membuat dirinya terbelit hutang dan ahirnya Gilang melakukan korupsi di perusahaan Elina.
Karena menuruti tuntutan Gina membuat Gilang gelap mata, hingga kejadian tempo hari yang membuat Gilang harus kehilangan pekerjaan dan kebebasannya.
Gilang mendekam di dalam penjara lantas Gina pun menceraikannya secara sepihak , sudah jatuh tertimpa tangga pula begitulah kira-kira nasib Gilang.
Melihat berita Elina dan Reyz, membuat Gina semakin menaruh dendam pada Elina, bukan hanya Gina yang syok dengan kabar pertunangan dua CEO itu tapi juga ada Damar.
Damar yang saat ini tengah mendapatkan kunjungan dari Dini semakin kesal dan tak sabar untuk keluar dari penjara.
''Mih, kapan Mamih akan mengeluarkan Damar dari sini Mih? Damar sudah muak berada disini''
''Damar, sabar sayang, Ayahmu sedang berusaha mencari cara agar keluar dari sini secepatnya''
''Iya, tapi kapan Mih ? Kapan ? Mamih bilang sabar, sabar setiap datang hanya itu saja yang Mamih katakan tanpa ada kejelasan'' bentak Damar
Dini terdiam melihat kemarahan putranya itu yang pergi begitu saja meninggalkannya di kursi pengunjung dan Damar masuk kembali ke sel dengan amarah yang memuncak berita pertunangan Elina semakin membuat Damar tak sabar untuk keluar dari penjara.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
Berbeda dengan Damar dan Gina yang tengah di bakar api amarah , saat ini Elina tengah duduk dengan wajah bahagia di ruang kerjanya memeriksa semua berkas yang harus ia kerjakan setelah dua hari ia tak masuk kantor.
''Duh, yang lagi bahagia senyam senyum terus dari tadi'' Raya yang memasuki ruang kerja Elina tanpa di sadari sipemilik ruangan.
''Raya, kau jangan menggodaku!''
''Nona , saya senang melihatmu bahagia seperti ini semoga anda selalu bahagia'' tulus Raya
''Ray, jangan bicara formal begitu saat kita berdua saja, kau sahabatku'' ucap Elina
''Aku serius El, teruslah berbahagia''
''Ray, oh....kau memang sahabat terbaikku, aku sangat berterima kasih atas semua yang kau lakukan kemarin untukku.
''Oh ya, aku lupa aku juga belum mengucapkan terima kasihku pada Jo, dia dan kau memang jenius dalam mengerjakan sesuatu kalian benar-benar hebat''
Elina beranjak dari kursi kebesarannya dan berjalan menghampiri Raya yang berdiri sedari tadi.
''Memang kenapa Ray? Kalian sedang bertengkar ?'' tanya Elina
''Sudah jangan pedulikan kata-kataku El, dan jangan bahas atau sebut namanya di hadapanku pria itu hanya bisa membuatku naik darah saja''
''Ooo... begitu?''
Elina menatap Raya dengan tatapan mata penuh selidik , Raya terus memaki dan mencaci seorang Jonathan seorang pria yang bagi sebagian besar wanita adalah pria idaman .
Kepribadian Jonathan tak berbeda jauh dengan Reyzwan selain memiliki wajah tampan dan kecerdasan di atas rata-rata, Jonathan juga di kenal sebagai tangan kanan Reyz.
''El, kenapa kau menatapku seperti itu sih? Kau tidak berpikir yang aneh-aneh kan tentang aku dan Jo?''
''Tidak! Kenapa kau bisa berpikir seperti itu? memang kau ada hubungan dengan Jo?'' Elina merundung Raya dengan pertanyaan membuat Raya tergagap.
''Elina , cukup jangan bertanya lagi tentang dia sudah cukup aku di buat stres dengan sikap kasarnya seharian kemarin''
__ADS_1
''Ya sudah, sorry deh aku tak akan bertanya lagi itu hak mu''
''Gitu dong''
''Maaf , apa saya boleh masuk?''
Tiba-tiba percakapan Elina dan Raya di kejutkan dengan kedatangan Reyz yang membuka pintu ruangan Elina.
''Reyz, kau di sini? masuklah !''
Elina menyambut Reyz yang berjalan ke arah Elina memeluk Elina dan tak lupa mendaratkan ciumannya di kening sang kekasih.
''Aku datang untuk mengajakmu makan siang, apa kau masih sibuk?''
''Tidak, pekerjaanku tidak begitu banyak''
''Kalau begitu kita pergi?''
''Baiklah ''
Melihat kemesraan Elina dan Reyz , Raya tersenyum senang ahirnya Elina mendapatkan kebahagiaannya setelah lama sahabatnya itu selalu hidup dalam kesedihan dan tekanan yang ia lalui.
''Oh ya, Raya kau juga boleh ikut dengan kami untuk makan siang'' ajak Elina
''Tidak usah Nona, kalian pergi saja nikmati waktu anda, saya bisa makan siang dengan teman-teman kantor seperti biasanya, lagi pula saya tak ingin menjadi obat nyamuk nantinya'' ucap Raya
''Obat nyamuk? apa maksudmu dengan obat nyamuk ?'' Elina tak paham dengan apa yang Raya maksud
''Sayang, jangan di bahas kalau kau tidak tahu ya sudah, baiklah Raya terima kasih untuk pengertiannya, maaf aku pinjam dulu Nona El mu ini''
''Silahkan Tuan Muda''
Elina meraih ponsel dan tas miliknya , Reyz menggenggam tangan Elina dan sesekali menciumi tangan sang kekasih .
Pemandangan itu membuat semua karyawan menatap kearah mereka dengan senyum senyum sendiri melihat keduanya terlihat begitu bahagia dan serasi.
__ADS_1