Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
rahasia


__ADS_3

Disisi lain, Darren kekasih Naya yang telah kabur keluar negeri pun mengaktifkan handphonenya kembali dan membaca semua pesan yang dikirim oleh Naya


"Sudah berapa kali mama bilang!! Jangan hubungi wanita itu lagi" ujar Nindi ibu Darren


"Fokus ke masa depan kamu saja Darren!! Cari wanita lain" Tambah Nindi sembari menarik handphone ditangan Darren dan membuangnya ke kotak sampah


Darren tak menjawab ibunya dan segera mengunci dirinya di kamar. ia pun mengumpulkan semua barang yang berhubungan dengan Naya dan membakarnya


"Sorry Naya! masa depan aku lebih penting" ujar Darren sembari melemparkan satu persatu barang ke kobaran api


disisi lain, Naya tengah melihat dan mengelus perutnya yang membuncit di depan kata. "Nay, mulai besok kamu daring ya! perut mu sudah mulai membesar" ujar Ibu Arum sembari meletakkan susu di atas meja


"Yahh mah, kenapa gak abis ujian aja" ujar Naya sembari duduk di ranjang dan meminum susunya


"Gak bisa Nay, kandungan mu sudah mau masuk enam bulan. Mama takut ada yang tau rahasia mu ini" ujar Ibu Arum sembari mengelus pundak Naya dengan lembut


"Nurut ya sayang. Ini demi kamu dan bayi ini" Tambah ibu Arum sembari tersenyum dan memeluk putrinya


"Iya mah, Naya ngerti" ujar Naya sembari menatap wajah nya melalui kaca di belakang ibu nya


"oh ya, kita ke rumah sakit yuk. hari ini ada jadwal check up kan" ujar Ibu Arum sembari memegang kedua pundak putrinya


"duh, gawat nih! kalo ke rumah sakit X takut ketemu Hans. itu kan rumah sakit nenek nya" ujar Naya didalam hati.


"Tapi, Hans kan udah pindah ke Melbourn. Harusnya aman sih! Tapi, gimana kalo nenek nya bilang ke Hans" tambah Naya yang bimbang membuat ibu nya khawatir "Nay, hey" ujar ibu Arum menyadarkan naya dari lamunan nya


"Jangan ke dokter Erna ya mah. soalnya dia nenek dari temen sekolah nay. takutnya nanti ketahuan" ujar Naya sembari menggenggam tangan ibunya


Ibu nya yang mengerti pun segera menyetujui nya dan mencari dokter kandungan lainnya

__ADS_1


Beberapa bulan kemudian, usia kandungan Naya menginjak sembilan bulan. Ia tengah menunggu waktu untuk melahirkan bayi nya..


"Naya, itu Naya kan? Katanya dia lagi di Singapure" Tanya raya yang sedang berada di ujung lorong rumah sakit dan hendak menemui saudaranya yang sedang sakit. "ngapain dia disitu? Itu kan tempat check up kandungan?" Tanya nya sembari mendekati kursi antrian


"Anaya..." Panggil suster dengan ramah sembari tersenyum.


Naya memegangi tangan ibu nya dengan erat. Entah kenapa, saat itu langkahnya berat saat hendak masuk keruangan tersebut. Padahal pergi ke tempat itu bukan untuk pertama kali bagi dirinya. Mungkin, karena sudah mendekati waktu kelahiran


"udah nak,, tenang ya! Gapapa kok" jelas ibu nya sembari mengelus pundak Naya dan menuntun nya masuk ke dalam ruangan tersebut


"Loh, kok yang dipanggil Naya sih?"  Tambah raya yang penasaran dan bergegas menguping di balik pintu


"Wah, ini kepala bayi nya udah di bawah ya. Tinggal tunggu waktu HPL nya aja" jelas buk dokter dengan ramah


"Makasih ya dok" jawab naya dengan tenang sembari duduk di ranjang periksa


Mendengar hal tersebut, raya pun terkejut. Ia pun bergegas pergi dari tempat persembunyiannya dan tergesa-gesa


Tak lama, Naya keluar bersama ibu nya dari ruang periksa. Melihat hal tersebut,. Raya pun bergegas bersembunyi di balik tiang beton


"Kamu tunggu di sini dulu ya. Mama mau Nebus vitamin" ujar ibu Arum dengan lembut meninggalkan Naya sendiri di lorong rumah sakit


Naya tersenyum saat melihat seorang suster tengah mendorong Kereta bayi sembari memegangi perut nya yang membuncit. Raya yang dari dahulu ingin menjatuhkan Naya pun memiliki peluang yang besar. Ia pun bergegas merekam kejadian tersebut


Disisi lain, Alice melihat Naya dari kejauhan dan hendak menghampirinya. Namun, Langkah kaki nya terhenti saat melihat raya tengah bersembunyi di balik tiang sembari mengambil video Naya yang tengah mengelusi perut nya


"Gawat!!" Gelisah Alice sembari memikirkan cara agar mengagalkan rencana Raya


Tak lama, seseorang menarik handphone raya yang sedang merekam Naya diam-diam. Ia berteriak berharap seseorang membantu nya. Naya yang sadar akan kehadiran raya pun bergegas menutupi perutnya

__ADS_1


"Abis di rampok ya!! Mangkanya jangan jahat Mulu. Sial kan jadi nya" ujar Alice yang datang dengan tiba-tiba sembari mengejek raya


"Sial!! Ini pasti ulah Lo kan" ujar raya sembari menghentakkan kakinya dilantai dengan kesal


"Hmm!! Menurut Lo" jawab Alice dengan santai Sembari tersenyum sinis


"Kurang ajar Lo ya!! Gue laporin Lo ke polisi" ujar raya


"Silahkan!! Jangan lupa, Lo juga lagi ngerekam orang diam-diam. Kena pasal berapa tuh? Menganggu privasi orang" jelas Alice sembari tersenyum sinis dan menghampiri Naya yang hanya diam


"Gue ngerekam itu karena bukti!! Bukti kalo selama ini Naya itu nipu masyarakat bahkan pihak sekolah" ujar Raya mengikuti Alice dari belakang


"Tapi buktinya udah gak ada" jawab Alice dengan santai lalu mengandeng tangan Naya untuk membawanya pergi menjauh dari raya


Raya yang tak kehabisan ide pun mencari bukti lainnya. Sedangkan, Naya dibawa Alice ke parkiran yang sedang sepi


"Lo gimana sih nay! Raya gak akan tinggal diam" ujar Alice yang panik dan berusaha untuk menenangkan dirinya


"Gue gak tau kalo dia situ juga!! Gimana dong Al?" Ujar Naya sembari menutupi wajahnya mengunakan kedua tangannya


"Untuk sementara ini aman nay!! Tadi gue nyuruh orang buat nyopet hp nya. Cuma gue gak tau dia ngerencanai apa lagi" ujar Alice


"Kayak nya gue harus benar-benar ke Singapura malam ini!! Biar nanti kalo dia menyebarkan hal ini. Mereka semua gak percaya karena gue terbukti ada di Singapura" ujar Naya


"Iya nay, gue setuju ide Lo!! Yuk gue bantu siap-siap" ujar Alice sembari mengandeng tangan Naya dan membawanya ke mobil untuk pulang


Disisi lain, Raya menemui seorang hackers untuk mencari bukti tentang kehamilan Naya. Hackers tersebut berhasil meretas handphone Naya dan mengambil bukti pesan dari Darren yang terang-terangan tidak menginginkan bayi yang sedang di kandung


Beberapa hari kemudian. Alice terus memperhatikan raya yang sedang bercanda bersama Noni. Ia pun berlaga seperti tidak ada apa-apa yang membuat Naya terheran

__ADS_1


"Dia kan udah tau rahasia Naya tapi Tumben dia gak koar-koar tentang aib orang!! Apa dia ngerencanai sesuatu ya?" Gerutu Alice memandangi raya dan Noni sembari meminum jus nya


__ADS_2