Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
Suami Istri


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 9 lebih namun Elina dan Reyz belum menunjukkan tanda-tanda akan datang, saat ini seluruh keluarga Himawan, Hadiningrat dan Wijaya tengah menunggu kedua mempelai datang.


''Kek, sebaiknya Kakek sarapan duluan saja kelihatannya Tuan muda dan Nona El tidak akan turun untuk sarapan ''ucap Jonathan yang duduk di samping Hadiningrat


''Jo, kau benar mungkin dia masih terlelap karena kelelahan ''jawab Hadi


''Iya, benar biarkan saja mereka beristirahat dan menikmati kebersamaan mereka sebagai pasangan '' tumpah Adiguna


''Ayah, sebaiknya kita kembali saja ke rumah jangan mengganggu mereka '' Ratih pada Adiguna


Ucapan Ratih pun di angguki semua orang yang setuju untuk pulang terlebih dahulu.


Mira dan Ratih memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, sementara suami mereka Dirga dan Indra pergi ke kantor untuk sementara selama Elina mengambil cuti untuk berbulan madu.


Adiguna dan Hadiningrat memutuskan untuk pergi bermain golp bersama setelah sekian lama mereka tidak bertemu, mereka ingin mengenang masa lalu dan merencanakan masa depan untuk Reyz dan Elina.


Sedangkan Jonathan dibuat sibuk dengan pekerjaan yang di tinggalkan Reyz untuk beberapa waktu ke depan ,begitu juga dengan Raya tak berbeda jauh dengan Jonathan meskipun tak sesibuk Jonathan karena ada Indra dan Dirga yang menjadi pengganti Elina selama di kantor .


🌿🌿🌿🌿🌿


Dan sepasang suami istri itu kini masih terlelap dalam pelukan satu sama lain berbalut selimut setelah semalaman tadi, Reyz tak melepaskan Elina sedetikpun ia benar -benar menggempur Elina habis-habisan.


Elina perlahan membuka mata tampak wajah Reyz terpampang di depan matanya , senyum Elina terukir tipis menghiasi wajah sayunya di sentuhnya wajah Reyz yang masih terlelap.


Elina menyusuri wajah Reyz dengan penuh rasa cinta dan rasa syukur karena bisa memiliki suami yang begitu mencintai dan menyayanginya.


''Jangan menatap ku terus,kalau mau cium saja'' gumam Reyz


''Kau sudah bangun ? sejak kapan ?''


''Sejak istri ku menatap ku ?''


''Reyz....


''Apa sayang ?''


Reyz membuka mata dan menarik tubuh Elina kembali ke dalam pelukannya dan mengecup kening sang istri dengan penuh cinta


''Aku mau mandi''


''Nanti saja , kita tidur saja hari ini ''

__ADS_1


''Tapi Reyz, semua orang pasti sudah menunggu kita di bawah untuk sarapan ''


Reyz, melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan sudah pukul 10


''Sayang, ini sudah hampir siang mereka pasti sudah pada pulang, sudah lebih baik kita nikmati saja kebersamaan kita jangan pikirkan orang lain '' ucap Reyz


''Kau ini, tapi tetap saja kita harus bangun untuk sarapan dan mandi''


''Iya, nanti kita sarapan dan mandi , tapi untuk saat ini aku ingin sarapannya ini''


''Aaww... Reyz... kau jahil ya''


Elina menaham wajah Reyz yang mengigit salah satu gunung kembarnya.


''Tapi kau suka kan?''


''Ah... Reyz... kau benar -benar membuat ku melayang ''


''Kau membuat ku candu sayang..ayolah kita lakukan lagi''


''Reyz, semalaman kau melakukannya terus apa kau tidak lelah ?''


''Untuk ini aku tak akan pernah lelah''


Elina menarik tengkuk Reyz mencumbu bibir Reyz dengan penuh gairah dan menuntun Reyz untuk melakukan penyatuan mereka kembali.


''Aahhhh....sayang... kau sangat nikmat....aaaahhhh'' erang Reyz


Elina memeluk erat tubuh berotot Reyz dan sesekali ia mengulum dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di tubuh Reyz.


Pagi yang sangat panas untuk sepasang suami istri ******* keduanya memenuhi ruang kamar mewah tersebut.


Beberapa saat kemudian usai bercinta Elina meminta Reyz untuk membantunya ke kamar mandi karena ia merasa tidak nyaman untuk berjalan.


Reyz membopong Elina ke kamar mandi dengan membalut tubuh Elina dengan selimut


''Sayang, tunggu dulu disini aku akan menyiapkan air hangat untukmu ''


Reyz, mendudukan tubuh Elina di samping wastafel sementara ia menyiapkan air hangat dan sabun juga aroma terapi untuk Elina agar bisa lebih rileks.


''Sayang,airnya sudah siap,kau mandilah dulu''

__ADS_1


''Terima kasih, baik lah aku akan berendam untuk beberapa saat ''ucap Elina.


Setelah membantu Elina berendam Reyz keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur yang nampak berantakan akibat ulahnya semalam pakaian dan gaun pengantin Elina tergeletak begitu saja di lantai.


Reyz, meraih semua pakaian itu dari lantai dan merapikannya dengan menaruhnya di tempat cucian, ia juga merapikan tempat tidur yang berantakan, senyum mengembang di wajah nya kala mendapati noda darah berceceran diatas sprei putih yang menjadi saksi atas keberhasilannya mendapatkan mahkota terindah seorang wanita yang sangat ia cintai.


Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga dan melindungi Elina dan mencintainya seumur hidup, Reyz mengusap wajahnya dan mengulum senyum bahagia teringat betapa liarnya mereka semalam.


''Aku sangat mencintaimu istriku ''gumam Reyz


''Reyz, kau sedang apa ?'' Elina yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap heran Reyz yang senyum -senyum sendiri.


Reyz menatap Elina yang berjalan ke arah nya dengan rambut di balut handuk juga tubuh berbalut jubah mandi nampak Elina terlihat kesusahan untuk berjalan dengan baik.


''Sayang, kau tak apa-apa ? maaf membuat mu seperti ini?''


''Apaan sih?''


Elina mencoba memalingkan wajahnya karena malu dengan tatapan Reyz, dengan cara berjalannya sementara Reyz semakin dibuat gemas dengan malu-malunya sang istri.


''Kau sangat cantik, aku beruntung memilikimu berjanjilah untuk selalu bersamaku dan terus berada di sampingku''


Reyz mengecup tangan Elina dengan penuh rasa syukur dan rasa cintanya.


''Aku janji Reyz kau adalah suamiku dan juga imamku selamanya aku akan mendampingimu apa pun yang terjadi, dan ku mohon tetaplah seperti sekarang jangan pernah berubah ataupun mengkhianati ku''


''Jika itu sampai terjadi kau bisa membunuh ku ataupun Tuhan yang akan menghukumku aku rela mati demi untuk bersamamu''


''Tidak..jangan bicara seperti itu Reyz aku tidak suka ''


Elina menutup mulut Reyz dengan tangannya terlihat matanya mulai berkaca-kaca dan cairan bening itu pun jatuh di wajah Elina membuat Reyz merasa bersalah ia tak suka melihat wanita yang ia cintai menangis


''Maafkan aku, jangan pernah kau meneteskan air mata meski itu air mata kebahagiaan sekalipun, hatiku sakit melihat air matamu''


''Kau yang membuatku menangis ''


''Maafkan aku, mulai hari ini hanya akan ada kebahagiaan dalam hidupmu tak akan kubiarkan kau untuk bersedih ''


''Aku sangat mencintaimu suamiku ''


''Aku juga sangat mencintaimu istriku ''

__ADS_1


Reyz menarik Elina kedalam pelukannya dan menghujani sang istri dengan kecupan membuat Elina tersenyum bahagia dan memeluk erat tubuh Reyz.


__ADS_2