
Naya sedang menulis di buku diary nya di iringi hujan yang deras dan kilatan petir memasuki ruang kamar nya yang hanya diterangi oleh sebatang lilin. Ia merasakan sakit yang dahsyat di perutnya. Seketika air kental mengalir ke kaki nya
Naya yang panik pun berteriak memanggil orang tua nya dan hendak berdiri dari kursinya. Mendengar teriakkan naya. Orang tua nya pun bergegas menghampiri nya dengan panik
"Pah, kayaknya mau melahirkan" ujar ibu Arum sembari memapah putrinya yang tengah menahan sakit perutnya
Pak Ilham pun bergegas mengeluarkan mobil dari garasi nya dan mempersilahkan putri kesayangan nya untuk masuk
Sesampainya di rumah sakit. Naya dibantu oleh suster untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mendorongnya masuk ke ruangan bersalin. Tanpa mereka sadari, bahwa seseorang telah mengambil gambar di moment tersebut
"Sakit mahhh..." Teriak Naya bersamaan dengan tangisannya Sembari mengengem tangan ibu nya dengan erat
"Sabar nduk.. tahan ya! Kamu bisa kok" ujar ibu Arum Sembari membelai rambut putrinya dengan lembut
Naya Mengatur nafasnya dan mengikuti instruksi dari dokter. Tak lama, suara tangisan bayi mengema di ruangan tersebut. Naya dengan lemas memejamkan matanya. Sedangkan ibu Arum bernafas lega melihat cucu nya
"Selamat ndok.. apa ibu bilang! Kamu pasti bisa" ujar nya sembari tersenyum dan mencium kening Naya
Naya membuka matanya dan memandangi bayi nya yang tengah di bersihkan oleh Suster. Ia pun di bawa ke sebuah ruangan untuk beristirahat. Tak lama, seorang suster membawa bayi dan meletakkan nya di sebelah Naya
"Selamat ya buk, bayi nya laki-laki. Tampan dan juga sehat" ujar suster sembari tersenyum senang
"Wah, gantengnya cucu Oma" ujar ibu Arum sembari mencubiti pipi cucunya yang lembut dengan pelan
Naya tersenyum saat melihat orang tuanya seperti anak kecil saat mengendong bayi nya. Dari depan pintu. Seseorang mengambil foto di moment tersebut dan bergegas pergi agar tak ketahuan
Disisi lain, Alice terus mengawasi Raya agar tak memiliki kesempatan untuk menyebarkan rahasia Naya. Namun, dirinya masih dibuat heran oleh tingkah laku raya yang tetap tenang Bahkan tidak tau apa-apa
"Aneh banget! Gak kayak biasanya. Apa dia udah tobat ya" ujar Alice bergemerutu
__ADS_1
"Gue perhatiin Akhir-akhir ini gak ada hal mencurigakan! Bahkan dia gak berusaha untuk nyari kebenaran lagi. Kayak nya bener deh, dia udah tobat" tambah Alice
Singkat cerita, Alice Diam-diam pergi ke rumah sakit tempat Naya melahirkan. Ia melihat kiri dan kakan untuk memastikan tidak ada yang melihat nya. Ia pun masuk ker ruangan Naya untuk melihat bayi nya
Bulan demi bulan dilalui Naya tanpa ada masalah. Ia pun senang dengan raya yang tak menyebarkan rahasia nya. Hari ini adalah hari pertama nya masuk setelah daring berbulan-bulan.. Ia masuk ke kelas dengan penuh semangat menyapa teman-temannya
Di jam pelajaran, sisil diam-diam bercermin untuk memastikan penampilannya. Ia sengaja mengalihkan cermin nya ke arah Naya yang fokus menulis. Tanpa sadar, Asi Naya membasahi seragamnya. Sisil yang melihat hal tersebut pun terkejut dan melihat ke arah Naya
"Nay, sisil ngeliatin Lo tuh" ujar Alice sembari berbisik. "Sisil kenapa ngeliatin gue gitu?" ujar Naya di dalam hati. "Oh my god!! Noni, Lo lihat payudar* Naya. kok bisa basah kayak asi rembes gitu" ujar raya yang juga melihat Naya sembari berbisik ke Noni.
Naya memperhatikan pandangan Raya,Noni dan sisil. ia pun terkejut melihat seragamnya yang basah karena asi nya yang merembes "buk, saya izin ke toilet ya! soalnya seragam saya basah ketumpahan air mineral" ujar Naya sembari pergi ke luar kelas dengan buru-buru
Melihat Naya yang pergi dengan tergesa-gesa pun membuat sisil curiga dan hendak mengikuti nya dari belakang "Bu, saya izin ke UKS ya. kepala saya pusing" ujar nya sembari memegang kepalanya dan memberikan kode kepada Maya untuk mengikuti nya. Maya yang peka pun bergegas memapahnya keluar kelas
"Ray, kita ikutin juga gak? Kayak nya ada yang aneh" ujar Noni berbisik kepada Raya. Namun, raya tak merespon hal tersebut yang membuat Alice semangkin yakin dengan perubahan nya
"Kayaknya raya benar-benar udah berubah! Seneng deh liat nya" ujar Alice di dalam hati sembari tersenyum dan ikut pergi ke luar dengan alasan sakit perut
"cepat May!!" Ujar Sisil sembari mengikuti Naya diam-diam. Naya yang merasakan ada seseorang yang mengikutinya pun segera menoleh kebelakang. sedangkan siisl dan maya dengan cepat masuk ke ruangan lab agar tak di temui oleh Naya "Perasaan ada yang ngikutin!! apa cuma perasaan gue aja" ujar Naya sembari melanjutkan langkah kaki nya. Sisil yang mengintip di jendela pun segera keluar dari lab saat melihat Naya melanjutkan langkah kaki nya
"Diam-diam!!" ujar Sisil sembari melanjutkan langkah nya dengan mengendap-endap bersama maya agar tak ketahuan. Sekali lagi, Naya menoleh kebelakang. Namun, Sisil dan Maya dengan cepat masuk ke perpustakaan agar terhindar dari Naya.
"ugh, sejak kapan gue jadi parnoan gini!!" ujar Naya sembari berjalan. Namun, matanya perlahan melirik ke arah belakang dan segera menyimpang ke arah lain. Disisi lain, Sisil dan Maya pun keluar dari perpustakaan dan bergegas mengejar Naya yang sudah tak terlihat
"Cepat banget jalan nya!!" ujar Sisil sembari melangkah dengan cepat
"Ih, kita ngapain sih ngikutin Naya dari tadi" tanya Maya Sembari menarik tangan nya yang di tarik oleh Sisil membuat langkah kaki Sisil terhenti. . "Haaa...." ujar Naya yang muncul tiba-tiba dari balik lorong yang membuat mereka terkejut.
"Ya ampun Nay!! Kaget tau" ujar Sisil sembari memegang dadanya
__ADS_1
"Kalian sih. Ngapain ngikutin gue diam-diam gitu. Kayak gak ada kerjaan aja" jelas Naya sembari tertawa kecil melihat ekspresi dua sahabat nya yang lucu
"Hehe, soalnya kita mau ke toilet juga" ujar Sisil sembari tersenyum paksa
"Oh, ya udah kalian duluan aja mules gue udah ilang kok. Ini gue mau beli pembalut dulu. Kayak nya bentar lagi pembalut gue penuh" ujar Naya
"Iya, kita duluan ya" ujar Sisil sembari menarik tangan maya
Melihat Sisil dan maya menuju toilet. Naya hanya diam dan mulai memikirkan cara untuk mengatasi asi nya yang merembes. Disaat yang bersamaan. Alice memberikan sebuah bag dan menarik tangan Naya ke parkiran
"Ini mobil gue! Lo pompa di dalam aja" ujar Alice sembari membukakan pintu dan menunggu Naya di luar untuk berjaga-jaga.
"Thanks Al, Lo penyelamat gue banget" ujar Naya sembari mengambil pompa yang diberikan oleh Alice dan masuk ke dalam mobil
"Aman nay, udah buruan. Ntar ada yang curiga" ujar Alice sembari bersandar di mobilnya
Disisi lain, sisil bergemerutu sembari berkipas karena kesal kepada Naya yang tak kunjung datang ke toilet "katanya mau ke toilet! kok belum muncul juga" ujar nya sembari melirik ke arah jam tangannya. "Balik lagi ke kelas mungkin!!" ujar Maya yang tengah bersandar di kaca sembari mengunyah permen karet nya. "gak mungkin!! kalo emang dia gak mau ke toilet. terus ngapain izin ke luar kelas?" ujar Sisil yanng semangkin kesal karena Naya belum juga tiba di toilet
"Udah ah, yuk balik ke kelas. Gue gak jelas banget! Masa iya karena baju nya basah di bagian dada udah curiga sama sahabat sendiri" ujar Sisil dan berjalan kembali ke kelas. namun, Langkah kaki nya terhenti saat melihat Alice tengah bersandar di mobilnya. Mereka pun segera menghampiri nya yang tengah menguap karena mengantuk
"Alice!! Ngapain?" ujar Sisil dengan senyum manis nya
"Kalian!! Kalian ngapain disini?" Tanya Alice dengan panik
"Kok Lo kayak panik gitu? Ada apa?" Tanya Sisil sembari melirik ke kaca mobil yang ditutupi oleh tubuh Alice
"Si Naya lagi ganti pembalut! Jangan di intip dong" ujar Alice sembari menahan Maya dan Sisil agar tak membuka pintu mobil
"Oh, kirain apa" ujar maya
__ADS_1
"Ya udah, kalian balik duluan aja kelas. Nanti buk Tuti marah loh" ujar Sisil sembari tertawa paksa membuat Sisil semangkin curiga. Ia pun kembali ke kelas bersama Maya. "Kenapa Sil?" Tanya Maya saat melihat Sisil seperti sedang memikirkan sesuatu. Ia pun menceritakan kecurigaan nya tentang dada Naya yang basah