Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
Hari Pernikahan


__ADS_3

Di sebuah rumah pinggir kota di sisi pantai jauh dari hiruk pikuk Ibu Kota saat ini Damar tengah menikmati kebebasanya dengan meminum-minuman keras.


Ditemani beberapa wanita cantik , untuk sementara waktu Damar bersembunyi di rumah itu yang tak lain adalah rumah milik Danu.


Polisi sedang mancari keberadaannya saat ini Damar ditetapkan sebagai buronan polisi bersama Gilang yang juga turut melarikan diri saat kebakaran yang di dalangi Danu tersebut terjadi.


Untuk menghindari kecurigaan polisi sementara waktu Dini tak di izinkan untuk bertemu Damar maupun Danu.


Dini sendiri masih tetap tinggal di rumah yang Indra berikan sepeninggal sang Ayah Wijaya, Wanita itu tak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa mendapatkan harta keluarga Wijaya dengan bantuan Danu tentunya ia tengah menyusun rencana untuk bisa mendapatkan harta juga membalaskan dendam Damar.


''Tuan Damar, hentikan jangan terlalu banyak minum tidak baik'' ucap asisten Danu yang kini ditugaskan untuk menjadi asisten Damar.


''Jangan melarangku, biarkan aku menikmati minuman ini, dengan begini aku bisa melupakan wanita itu''


Damar kembali meneguk minuman di gelasnya yang kembali terisi oleh wanita cantik yang bertugas untuk melayaninya.


''Elina...aku mencintaimu ...kau harus jadi milikku...


Damar mulai meracau karena mabuk, sepanjang malam itu ia habiskan dengan mabuk -mabukan pikirannya membuat Damar tak bisa melupakan sosok Elina walaupun untuk sesaat.


🌿🌿🌿🌿🌿


Hari pernikahan Reyz dan Elina pun ahirnya tiba saat ini Elina tengah di dandani oleh seorang MUA ternama.


Bersama Raya yang membantunya menyiapkan segala keperluannya.


''El, ahirnya lo menikah juga gue bahagia banget tahu gak ?''


''Ray, makasih ya lo selalu ada buat gue selama ini lo bukan hanya sahabat, tapi lo lebih dari saudara buat gue''


''Ah...lo , jangan buat gue sedih dong, pokonya lo harus hidupa bahagia ,dan gue mau menikmati pesta pernikahan lo dengan bersenang-senang'' tukas Raya berusaha menyembunyikan perasaan harunya.


Elina yang tahu dengan apa yang Raya rasakan menarik tangan sahabat sekaligus asistennya menggenggamnya penuh rasa terima kasih.


''Bersenang-senanglah, dan oh ya lo bisa bersenang-senang bersama Jo''


''Jo?tidak akan, jangan bicarakan dia kumohon jangan buat mood ku rusak dengan membicarakan laki-laki songong itu''


''Awas lo nanti jatuh cinta sama Jo''


''Ih..amit-amit meskipun spesies laki-laki di bumi ini sampai punah gue gak sudi kalau harus sama dia''

__ADS_1


''Hahaha....awas lo kena karma''


Elina terbahak saat Raya memukul kepalanya sendiri saking bencinya ia pada sosok Jonathan yang baginya sangat menyebalkan, MUA yang bertugas mendandani Elina pun ikut tertawa melihat kekonyolan Raya.


Sementara itu Reyz sudah bersiap ia duduk dihadapan penghulu yang siap menikahkan dirinya di samping kirinya ada Hadiningrat, bersama Adiguna dan di samping kanannya ada Jonathan, Dirga, Ratih , Mira dan Indra nampak sudah duduk berkumpul.


Keringat dingin membasahi tangan Reyz, sejak tadi ia merasa gugup dan gemetaran ia merasa takut akal salah berbicara saat ijab.


''Nak Reyz, kau kenapa? dari tadi Ayah lihat kau seperti gugup?'' tanya Dirga


''Sa-saya tidak apa-apa Ayah, hanya sedikit gugup saja''


''Jangan gugup dong, kalau lo gugup gagal dong jadi suami Elina, entar nangis kejer baru nyaho lo'' timpah Jonathan


Reyz melotot ke arah Jonathan yang hari ini bicara selayaknya saudara dan bersikap biasa tanpa bersikap formal seperti di kantor.


''Sialan lo , berani lo ngomong gitu karena lo gak ngerasain yang gue rasain , gue sumpahin lo bakalan lebih parah ngerasain yang gue rasain nanti''


''Gak mungkin ,gue gak akan kaya lo santai aja kenapa?''


''Rese banget sih lo, lagian mana ada cewek yang mau sama lo jomblo''


''Sudah-sudah , kalian jangan berdebat lagi malu sama Pak penghulu'' timpah Hadiningrat membuat Reyz dan Jonathan tak lagi berdebat.


Kilatan lampu blitz kamera menyambut kedatangan Elina, acara pernikahan keduanya di siarkan secara langsung stasiun televisi mengingat Reyz yang juga turut berbisnis di dunia seni dan hiburan.


Elina nampak anggun dan mempesona dengan balutan kebaya berwarna putih gading dan begitu indah di tubuh tingginya di padukan kain batik untuk bawahannya membuat Elina semakin cantik dan siapapun akan terpesona melihat kecantikannya yang bagi sebagian orang bagai boneka hidup.


Reyz, tertegun melihat sosok wanita yang akan menjadi istrinya beberapa saat lagi , jantung Reyz seolah berhenti menatap keindahan yang Tuhan berikan untuknya.


Melihat Elina saat ini membuat Reyz ingin menyembunyikannya dari semua orang apa lagi mendengar kasak kusuk tentang kecantikan dan kemolekan tubuh Elina yang berbalut kebaya jelas terlihat membuat Reyz panas dingin dibuatnya.


Dibantu Raya, Elina duduk disamping Reyz kemudian Raya melampirkan selendang berwarna putih kepada Raya dan Reyz di atas kepala mereka untuk memulai acara ijab.


Elina meraih tangan Reyz, agar pria di sampingnya itu tidak lagi merasa gugup, dan seperti perkiraan Elina , Reyz yang tadinya gugup mulai bersikap tenang apalagi Elina memberikannya senyum sekilas tanpa di sadari orang lain.


Seolah mendapat energi baru Reyz pun nampak bersemangat, seperti Elina , penampilan Reyz pun tak kalah paripurna dengan stelan jas berwarna senada dengan kebaya Elina, Reyz nampak gagah dan juga tampan .


Elina sebenarnya saat ini sedang menahan kekesalannya karena diam-diam ia melihat para gadis yang mencuri pandang ke arah Reyz membuat Elina cemburu namun ia bersikap untuk menutupi kekesalannya dengan bersikap santai dan anggun.


''SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA ELINA MAHARANI BINTI HIMAWAN DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN UANG DUA RATUS DUA PULUH DUA MILYAR DAN SATU SET BERLIAN DIBAYAR TUNAI''

__ADS_1


''Bagaimana saksi SAH?''


''SAAAAAHHHHH''


''Alhamdulilah...


Semua orang nampak lega karena Reyz dengan lantang dan pasih mengucapkan ijab dalam satu tarikan napas setelah awalnya Reyz nampak gugup dan gemetaran


Elina meraih tangan Reyz mencium tangan pria yang kini sudah sah menjadi suaminya itu sementara Reyz mengecup kening Elina dengan segenap cintanya ia rasakan untuk sang istri yang setelah lama ingin ia miliki.


''Asalamu'alaikum istriku''


''Wa'alaikum salam suamiku''


Reyz dan Elina saling bertukar cincin dengan senyum dan bahagia yang memancar dari keduanya, tak lupa acara berlanjut pada prosesi sungkeman.


Elina dan Reyz mengawali sungkeman kepada Adiguna, Dirga dan Ratih, meminta doa restu dari sosok orang tua yang selalu menyayangi dan mencintai Elina.


Suasana menjadi sangat haru saat Dirga memeluk dan memberi wejangan pada Elina dan Reyz yang tak kuasa menahan air mata .


''Ayah hanya ingin berpesan jaga dan lindungilah istrimu cintai dia dan sayangi dia, jangan pernah kau bersikap kasar ataupun memukulnya jika dia berbuat salah tegurlah dengan perkataan yang baik , Elina adalah belahan jiwa Ayah, jika kau sudah tak bisa menjaga atau mendidiknya menjadi istri yang baik kembalikanlah ia secara baik-baik pula'' Dirga dengan berurai air mata.


''Reyz akan selalu ingat pesan Ayah, Reyz akan menjaga dan melindungi istri Reyz dengan baik, Ayah jangan cemas'' ucap Reyz


Elina menangis haru dalam dekapan Dirga yang selalu membelanya jika ia melakukan kesalahan tak pernah sedikit pun Dirga membentak ataupun memukul Elina benar-benar menyayangi Dirga sebagai sosok Ayah.


Berlanjut kepada Ratih yang juga turut menagis haru ia mendoakan kebahagiaan sang putri dengan penuh ketulusan Elina memeluk dan menangis di pangkuan sang Ibu.


Kini giliran Indra dan Mira , Elina dan Reyz juga melakukan sungkem pada kedua orangtua adofsi Elina setelah kematian putra mereka , Elina bukan hanya menantu tapi juga putri mereka


''Mah, Elina mohon maaf atas segala kesalahan Elina selama ini , Elina meminta doa Mamah dan Papah agar Elina bisa bahagia menjalani rumah tangga Elina bersama suami Elina''


''Sayang Mamah dan Papah aka selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak, semoga kalian hidup bahagia , dan jangan pernah lupakan kami sebagai orangtua kalian'' ucap Mira dengan tersedu


''Apa yang Mamah katakan ? Kalian akan tetap menjadi orangtua bagiku apapun yang terjadi Elina sayang kalian''


''Kau memang anak yang baik Elina , Papah berdoa semoga kebahagiaan akan selalu mengiringi rumah tangga kalian , Reyz, Papah juga berpesan sama seperti yang Dirga katakan jangan pernah kau sakiti putri kami dia adalah harta kami yang paling berharga'' Indra dengan mengusap air mata Elina


''Papah tak perlu cemas, Reyz akan menjaga dan melindunginya melebihi apapun di dunia ini''


''Bagus Papah suka dengan prinsipmu''

__ADS_1


Acara sungkeman itu membuat suasana mengharu biru tiba sungkeman pada Hadiningrat , Reyz memeluk sang Kakek dengan perasaan haru selama ini hanya sang Kakek lah yang ia miliki tak pernah sekalipun sang Kakek bersikap kasar ataupun memukul dirinya Hadiningrat benar-benar mendidik Reyz dengan baik hingga menjadi pria yang bertanggung jawab dan berbudi pekerti.


__ADS_2