
Sisil terus memikirkan tentang keanehan Naya yang selalu singgah di mobil Alice sewaktu istirahat Akhir-akhir ini. Wajar saja, mana ada mentruasi hampir satu bulan lama nya
Singkat cerita, Mereka Bersekolah seperti biasa tak lama pelajaran ibu Santi selesai dan di sambung dengan pelajaran olahraga yang mengharuskan semua murid untuk berkumpul di lapangan.
Sisil melihat Naya keluar dari mobil Alice seperti biasa. Ia pun mencari kesempatan untuk mencari tau apa yang terjadi.
Tak lama, sia murid telah berkumpul di lapangan. Melihat kondisi kelas yang kosong, ia pun mulai bergegas mencari kunci di tas Alice. "Udah belum sil? si Alice menuju kesini nih" ujar Maya yang menunggu di depan pintu dan memberikan peringatan kepada Sisil.
Maya hanya diam dan terus mengengam celana nya dengan erat saat Melihat Alice semangkin dekat. "Buruan sil!! udah belum?" ujar Maya yang panik dan berkeringat dingin.
"May!! Ayo kelapangan" ujar Alice dari kejauhan menghampiri Maya yang masih menunggu Sisil di luar pintu
"Eh, anu Al! Sisil lagi ganti baju di dalam kelas" jelas nya sembari memegangi ganggang pintu
"heh, sejak kapan ganti baju dikelas!! Toilet cewek kosong tuh" ujar Alice
"ih, Si Sisil lagi males ke toilet jadi ganti nya di kelas!! udah, mending kamu balik lagi ke lapangan sebelum di marahin pak Anto" ujar Nya sembari menahan dada Alice agar tak menerobos pintu yang sedang ia jaga
"Apaan sih!! gue disuruh pak Anto ngambil buku absen!! udah sana, minggir" ujar alice sembari menerobos Maya.
Namun, Maya tetap berusaha menahan alice agar tak masuk ke kelas. Tak lama, Sisil membuka pintu kelas yang membuat keributan terhenti.
"Duh, kenapa pada ribut sihh? Ayo ke lapangan" ujar sisil sembari mengibaskan rambutnya dan menarik tangan Maya untuk pergi dari sana. melihat kedua sahabatnya bertingkah aneh. Sisil pun pergi membuat Alice penasaran dan hendak mengikuti nya. Namun, Naya datang menyusul Alice yang tak kunjung kembali ke lapangan.
"Al, kok lama sih? Pak Anto nyuruh gue nyusul lu nih" ujar nya sembari memegang pundak Alice.
"Tuh, gara-gara Sisil ganti baju di kelas jadi lama" jawab nya sembari masuk ke kelas dan mengambil buku absen
Sesampainya di Parkir. Maya berjaga jaga agar tak ada yang melihat sisil membuka mobil Alice. tak lama, Sisil memangil maya dan ia pun menghampiri nya.
"Lo liat!! di mobil alice ada asi dan pompa nya" ujar Sisil sembari memegang kantong yang terisi Asi.
"oh my god!! Seriously" ujar Maya yang terkejut melihat hal tersebut.
__ADS_1
"Ini gak mungkin punya Naya kan??" ujar sisil dengan mata terbelalak.
"Siapa lagi kalo bukan Naya!! kan tadi dia keluar dari mobil Alice. dan Lo inget gak pas kita nyamperin Alice Minggu lalu. dia kayak panik dan berusaha untuk ngusir kita dari sini" ujar maya sembari menutup mulutnya.
''iya, Lo bener!! Lagian ngapain alice nyimpan ginian!! gue yakin yang mereka sembunyikan tadi tuh ini" ujar Sisil sembari melempar dengan jijik kantong asi tersebut. "Wait!! Kalo emang asi ini punya Naya. berarti??" ujar maya sembari memandang Sisil dengan mata terbelalak.
"Oh my god" ujar sisil sembari menepuk dahi nya dan menutup kembali mobil Alice.
"Kita harus cari buktinya may!" ujar sisil sembari merangkul tangan Maya dan bergegas mengembalikan kunci mobil
"Tunggu, ngapain kita nyari bukti! Kita kan bisa tanya langsung ke Naya" tanya Maya
"Naya gak akan ngasih tau kita may! Kita harus cari tau sendiri" jawab Sisil
"Yeah, abis itu bongkar kebohongan nya selama ini" ujar raya yang muncul tiba-tiba dari lorong menghadang langkah Sisil dan Maya
"Ngomong apa sih! Main Nyamber aja lu kayak listrik" ujar sisil sembari menarik tangan Maya untuk menjauh dari raya
"Kalo dia menganggap kalian sahabat. Gak mungkin kalo kalian gak di kasih tau hal sebesar ini" tambah raya menghampiri Maya dan siail yang masih mematung
"Gue juga tau rahasia nya. Bahkan gue punya banyak bukti. Cuma, gue lagi nyari waktu yang pas untuk ngebongkar kebohongan nya" tambah Raya sembari tersenyum kecil saat melihat Sisil yang mulai terbakar
"Gak usah di dengar sil! Percaya aja sama Naya. Ingat, kita udah sahabatan dari SMP" ujar Maya yang mulai khawatir dan menarik tangan Sisil yang masih mematung untuk menjauh dari raya
Raya memperhatikan Sisil dan Maya dari belakang sembari tersenyum licik.
Tak lama, sisil dan maya datang ke lapangan yang membuat seluruh mata tertuju kepadanya "Ada apa sih?" ujar nya sembari masuk ke barisan para murid.
"Dari mana saja kalian!!" ujar pak Anton dengan ketus.
"Maaf pak, tadi saya sakit perut dan bab" ujar sisil sembari menundukkan kepalanya.
"Dan kamu May?" ujar pak Anton dengan dingin sembari melirik ke arah Noni.
__ADS_1
"Saya nemenin Sisil pak" ujar Maya sembari tersenyum paksa.
"Baik, Untuk tugas bapak kali ini kalian berkelompok untuk menciptakan gerakan senam. kelompok siapa yang paling kompak dan bagus akan bapak traktir" ujar pak Anton sembari membuka buku absen dan mulai menentukan pasangan per kelompok
"Anya,Sisil, Alice dan Zainal" ujar pak Anto yang membuat para murid berteriak "Ciee Alice Zainal... ehem" ujar para murid yang membuat pipi Alice memerah
"Acha,Rudi,Maya dan Yudi" ujar pak Anton sembari melihat Acha mengumpulkan kelompok nya.
"Billa, Rini, Cinta, Noni dan surti, selanjutnya Raya,Udin,seto dan Naya" ujar pak Anto
"Kebetulan banget!! dengan begitu gue lebih mudah untuk mencari dan menambah bukti tentang beneran atas kehamilan Naya selama ini" ujar raya di dalam hati sembari tersenyum kecil
"Yahh, kita gak sekelompok" ujar Sisil sembari mengandeng tangan Naya.
"Lo mah enak bisa sekelompok sama Alice" ujar Maya sembari memasang wajah sedih. "Lebay!!" cetus Noni sembari mengibaskan rambutnya
Lagi-lagi pertikaian hampir terjadi. Untung nya, pak Anto segera berteriak agar geng raya dan geng Naya tidak bertengkar.
Setelah pulang sekolah, mereka pun bergegas berkumpul di suatu tempat untuk mengerjakan tugas yang di berikan pak Anto
Tak lama, Naya mendapatkan telpon dari ibu nya. Naya terlihat pucat dan khawatir. Hal tersebut membuat teman sekelompok nya bertanya-tanya
"Kenapa nay?" Ujar Udin
"Gapapa kok" jawab Naya sembari tersenyum paksa dan dengan cepat mengerjakan tugas bagian nya
Tak lama, mereka telah selesai mengerjakan tugas tersebut. Naya pun bergegas pergi meninggalkan teman-teman nya
"Gusy, gue juga buru-buru! Duluan ya" ujar raya sembari pergi mengejar Naya yang telah menaiki taxi
"Stop!! Pak ikuti ojek itu" ujar raya sembari menaiki motor ojek dan diam-diam mengikuti Naya dari belakang
Setelah beberapa menit menguntit Naya. Ia pun Melihat Naya masuk ke gedung rumah sakit. Ia pun bergegas menghampiri suster yang tengah menunggu di meja administrasi
__ADS_1