Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
pertemuan kembali


__ADS_3

"serius, ada kerjaan buat aku kak?" Tanya Naya dengan penuh semangat yang membara saat Naomi memberikan sebuah kartu nama


"Iya, tapi-" ujar Naomi merundukkan kepalanya karena merasa pekerjaan tersebut tidak cocok untuk Naya


"Tapi apa kak?" Tanya Naya dengan penuh harap sembari menatap wajah Naomi


"Itu kerja nya di bar sebagai pelayan! Gak cocok sama kamu" ujar nya


Naya terdiam sejenak untuk memikirkan kembali peluang yang diberikan Naomi pada nya. Ia harus mandiri mencari uang agar tak membebani kedua orang tua nya lagi


"Gapapa deh kak. Yang penting Naya punya kerja" ujar Naya sembari tersenyum ramah


"Oke, nanti aku telpon Tara si pemilik bar ini ya" ujar Naomi


"Tapi nay, kamu harus hati-hati ya. Banyak predator disana! Takutnya kamu tergoda dan malah rusak disini" tambah Naomi khawatir


Bagaimana tidak, Naya berbohong pada nya. Ia berkata bahwa hadirnya di Hongkong bertujuan untuk sekolah dan sedang mencari pekerjaan paruh waktu untuk meringankan biaya sekolahnya.


"Iya kak, Naya bisa jaga diri kok" jelas Naya. Mendengar hal tersebut, Naomi bernafas lega. Ia melihat sosok adik nya di dalam diri Naya. Itulah sebabnya mengapa Naomi sangat cepat merasa dekat dengannya


Tak terasa telah beberapa Minggu Naya tinggal di negeri orang. Atas bantuan Naomi, ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di sebuah Club malam atau bar


Karna kecantikan dan body nya yang aduhai. Naya sering kali mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Terkadang ia harus sabar saat bokong nya di pegang pelanggan.


Ingin rasa Naya untuk pergi dan mencari pekerjaan baru. Namun, di kota yang sangat besar. Sangat sulit untuk nya mencari pekerjaan lain


"Kenapa? Kok cemberut gitu?" Tanya Nida yang juga berkerja disana. Namun, posisinya melayani birahi para jantan yang kesepian


"Gapapa" jawab Naya tersenyum paksa dan hendak pergi meninggalkan Noda


"Pasti karna di lecehkan ya?" Ujar Nida membuat langkah kaki nya terhenti


"udah, ntar lama-lama terbiasa kok" tambah Nida sembari berjalan mendekati Naya yang masih mematung


"Gue traktir steak ya! Yukk" ujar Nida sembari menarik tangan Naya


"Eh, nggak usah kak. Naya masih banyak kerjaan" tolak nya dengan sopan

__ADS_1


"Tara!! Si Naya Gue pinjem dulu ya" teriak nya dan pemilik bar pun hanya mengacungkan jempol bertanda setuju


"Tapi kak.." ujar Naya yang masih ingin menolak ajakan Nida. Namun, Nida bersikeras mengajak Naya pergi ke suatu resto


"Naya gak enak Loh kak" ujar nya dengan malu saat pelayan meletakkan steak di atas meja


"Udah gapapa. Hitung-hitung pendekatan sesama karyawan" ujar Nida sembari mematik api untuk merokok


"Loh, Kak Nida kerja di bar kak Tara juga? Kok Naya baru tau. Pantesan kak Nida selalu ada setiap hari" ujar Naya terkejut karena Nida tak pernah mengunakan pakaian pelayan


"Anggap aja kerja disana" jelas Nida dengan santai sembari menghembuskan asap rokok nya


"Tapi Naya tengok. Kak Nida gak pernah ngelayani tamu?" Ujar Naya membuat Nida tertawa terbahak bahak


"Haha, saya memang gak melayani tamu seperti kamu yang selalu membawakan pesanan mereka. Saya hanya melayani birahi mereka" ujar Nida membuat Naya terdiam


"Anjir, ternyata wanita malam" ujar Naya di dalam hati


"Kamu gak perawan kan?" Tanya Nida dengan spontan membuat Naya tersedak air liur nya sendiri


"Eh, nih minum" ujar Nida memberikan sebuah botol berisi air mineral


"Iya, saya tau. Kelihatan dari aura kamu!! Kalo boleh tau. Kenapa bisa gitu?" Tanya Nida sembari menatap wajah Naya dan bersiap mendengarkan cerita hidup nya


"Pacaran di luar batas dan akhirnya hamil kak. Pacar ku gak mau tanggung jawab dan pergi entah kemana" jelas Naya merunduk memandangi piringnya


"Ohh, masih mending! Dulu kakak korban pemerkosaan pas pertama kesini. Karna udah gak suci, jadi sekalian aja jadi wanita malam"  jelas Nida membuat Naya terdiam


Karena merasa memiliki nasib yang tak jauh berbeda. Mereka pun meminum bir bersama untuk mengusir kesedihan di dalam hati


Disisi lain, sekolah Hans mengadakan acara studi tour ke Hongkong untuk menjernihkan pikiran yang baru saja selesai ujian ke naikkan kelas


Ia berjalan di tengah kegelapan Sembari memandangi gemerlap bintang di atas langit. Tiba-tiba saja, ia merasa bintang tersebut membentuk wajah Naya yang membuat nya terus mengusap mata


"Kenapa muka Naya terngiang-ngiang Mulu sihh??" Ujar Hans dengan kesal sembari menendang kaleng di pinggir jalan. Ia pun melihat dua wanita tengah berjalan sempoyongan di sebrang jalan.


Tak lama, beberapa preman menghampiri kedua wanita tersebut dan menggoda nya. Karena tubuh yang seksi dan aduhai. Preman tersebut berniat untuk menyentubuhi nya

__ADS_1


"Kok mirip Naya!! Kan, otak dan mata gue bermasalah. sampai apa pun yang diliat berubah jadi Naya" gerutu Hans sembari mengedipkan mata nya dan sesekali mengusap mata nya


Hans melihat preman tersebut mulai menyentuh tubuh kedua gadis yang sedang memberontak untuk melepaskan diri mereka dari genggaman preman tersebut


Tanpa berfikir panjang, Hans menghampiri preman tersebut dan menghajarnya. Dengan ilmu bela diri yang dimilikinya. Ia dengan mudahnya menjatuhkan para preman tersebut


Sedangkan kedua gadis tersebut tertidur di tanah dengan pulas. Hans mendekati wanita tersebut dan melihat Naya


"Ini beneran Naya?? Kok bisa disini?" Ujar Hans sembari menyentuh kedua pipinya


Tak lama, handphone Naomi berdering dari teman sekamar nya. Ia pun meminta agar temannya menjemput Naomi dan membawa Naya ke penginapan tempat nya tinggal yang kebetulan tidak terlalu jauh


"Gila, lu nyulik cewek dimana?" Tanya Alec saat melihat Hans kembali membawa Naya yang telah tertidur pulas


"Bencong ini!! Temen gue di indo" jelas Hans sembari membawa Naya masuk ke dalam kamar nya


"Dih, cakep-cakep suka bencong" ujar temannya dengan geli sembari masuk ke kamar masing-masing


Ke esok kan harinya. Naya terbangun oleh sinar matahari yang masuk melalui jendela dan mengenai wajahnya


"Ehmmm..." Naya mengeliat di atas ranjang dan mulai membuka matanya


"Hah, dimana nih?" Tanya Naya yang berusaha mengingat kejadian semalam


"Pe- preman itu!! Ja- jangan-jangan?" Ujar Naya dengan panik sembari menyingkap selimut nya untuk memastikan apakah ia masih mengunakan pakaian


"Aman! Pakaian gue masih lengkap. Terus kenapa bisa disini?" Tanya Naya dan berusaha mengingat kembali


Ia pun mengingat wajah yang tak asing dan samar-samar memanggil namanya saat ia digendong


"Arghhhh...." Teriak Naya membangunkan Hans yang tertidur di sofa ruang tamu


"Ada apa nay?" Tanya Hans yang tergesa-gesa menghampirinya


"Argh!!" Teriak Naya saat melihat Hans


"Ada apa?" Tanya Hans dengan panik

__ADS_1


Namun, Naya tak menjawab Hans. Ia menatap wajah Hans dan terus mengusap mata nya untuk memastikan dengan jelas


__ADS_2