
Ditengah kebinguangannya Dini memutuskan untuk menemui Danu Kusuma mantan kekasih gelapnya.
''Mas, kau mau kan membantu Damar?dia anak kandungmu bagaimanapun hanya kaulah harapan terahirnya untuk bebas dari penjara''
Dini dengan memelas duduk di sebuah restoran bersama Danu seorang pengusaha yang kini sukses setelah bergabung dengan kelompok dunia bawah tanah.
''Sekarang kau baru datang padaku setelah seperti ini, dulu kau menolak dan malah memilih Wijaya yang kaya raya itu dibanding aku'' tukas Danu menatap tajam Dini
''Aku tahu aku bersalah padamu tapi saat itu aku tak punya pilihan lain kau tahu kan aku hanya menginginkan kekayaan Wijaya yang kucintai hanya dirimu''
''Tapi semua kacau karena kecerobohanmu sendiri sampai Wijaya tahu semuanya'' ketus Danu
''Kau , harus membantu putramu''
''Itu bukan hal yang sulit bagiku, tenang saja hanya saja ada syarat untuk hal itu!''
''Apa itu ? Katakan saja aku akan memenuhi apapun syaratnya'' Dini dengan mata berbinar ahirnya ada harapan untuk Damar
''Kau harus kembali padaku bersama Damar, ia akan kujadikan pewarisku''
''Kalau hanya itu aku setuju, Damar pun pasti akan setuju, lagi pula setelah kematian Wijaya hidupku jadi sengsara, Wijaya mewariskan semua hartanya pada cucunya dan tidak memberiku apa-apa ,hanya rasa malu dan penderitaan saja yang aku dapatkan darinya keluarga itu''
''Baguslah kalau begitu, kemarilah dan buat aku senang malam ini, sudah lama aku tak menyentuhmu rasanya aku sangat merindukanmu sayang'' Danu memberikan isyarat pada Dini untuk duduk di sampingnya.
''Baiklah, dengan senang hati aku datang''
Dini dan Danu kemudian duduk berdampingan tanpa malu-malu ataupun ragu untuk saling merangkul dan mencumbu satu sama lain meskipun mereka kini di hadapan umum.
Danu di ikuti beberapa orang pengawal pribadinya jadi tak seorangpun yang berani ataupun menatap ke arah mereka mengingat siapa Danu dan orang-orang dibelakang dirinya yang merupakan mafia bawah tanah.
🌿🌿🌿🌿🌿
Ponsel Elina terus saja berdering namun Elina tak kunjung menerima panggilan itu.
Reyz semakin cemas seharian ini ia tak mendapatkan kabar dari sang kekasih , ia rasanya sudah sangat merindukan Elina ,padahal belum satu hari mereka tak bertemu.
Ia terus melakukan panggilan pada nomor Elina namun tak kunjung di terima begitu juga dengan pesan yang ia kirim.
''Sayang kau kemana? dan kenapa kau tak mengangkat panggilanku?''
Reyz semakin khawatir pikirannya pun semakin tidak fokus dalam bekarja , hari sudah beranjak sore ia memutuskan untuk pulang saja.
''Tuan Muda, anda mau kemana ?'' tanya Jonathan saat ia mendapati Tuannya itu bersiap untuk pergi.
''Jo, aku pergi dulu, lagi pula hari sudah sore kau juga bisa pulang kalau kau mau''
__ADS_1
Reyz meraih kunci mobil dan ponsel miliknya bergegas meninggalkan ruang kerjanya tanpa berkata apa-apa lagi membuat Jonathan keheranan.
''Ada apa dengannya? apa ada sesuatu yang terjadi?'' Jonathan bicara pada dirinya sendiri dan memilih untuk keluar dari ruangan Reyz untuk segera pulang juga.
Reyz mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang , pikirannya tertuju pada Elina ia semakin panik dan cemas takut ada sesuatu yang terjadi pada kekasihnya itu.
Iapun memutuskan untuk pergi ke kantor Elina saja, hanya butuh waktu tak kurang dari dua puluh lima menit saja bagi Reyz untuk sampai di kantor Elina.
Reyz, memarkirkan mobilnya di area parkir yang cukup luas,dan kedatangannya membuat petugas keamanan heran melihat sosok sang Tuan Muda di kantor mereka.
Dengan langkah cepat Reyz memasuki kantor Elina , sosok nya yang familiar membuat semua orang terkejut dan terpesona akan kedatangannya.
''Tuan Muda Hadiningrat''
''Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam dia datang ke kantor ini?''
''Wah ...tampannya, makhluk Tuhan yang paling sexy''
''Jangan -jangan dia datang untukku''
''Ngaco kamu, dia datang untukku''
Begitulah kasak kusuk para karyawan wanita begitu melihat Reyz memasuki lobi kantor dengan segala aura ketampanannya.
''Iya, Tuan Muda, maafkan dengan mereka, anda mencari Nona El?'' ucap security yang datang menghampiri Reyz di meja resepsionis.
''Iya benar, saya mencari Nona El''
''Anda naik saja memakai lift khusus Nona El, karena lift itu langsung menuju lantai teratas ruangan miliknya''
''Terima kasih atas informasinya''
Reyz bergegas menuju lift yang ditunjuk petugas keamanan tadi, sementara sang petugas menegur kedua wanita yang bertugas sebagai resepsionis itu.
''Kalian ini hanya karena melihat pria tampan lupa pada tugas kalian, kalian tidak takut jika apa yang kalian lakukan di ketahui Nona El? rupanya kalian sudah bosan bekerja disini'' tegur security itu.
Sadar akan kesalahan mereka kedua wanita itu kini dilanda kecemasan , bagaimana jika yang dikatakan security itu menjadi kenyataan.
Sementara itu Reyz yang baru saja keluar dari lift tak berbeda dengan di lobi kali ini pun ia membuat kehebohan yang sama di lantai atas kantor menuju ruangan Elina.
''Astaga... Tuan Muda Hadiningrat dia ada disini''
Semua karyawan pria maupun wanita nampak terkejut dengan kedatangan Reyz dikantor mereka.
Ada yang berteriak , ada juga menjerit histeris melihat kedatangan Reyz , yang selama ini mereka hanya lihat di media masa.
__ADS_1
Mendengar keributan itu Raya keluar dari ruangan miliknya.
''Tuan Muda anda disini?''
''Raya, dimana Elina? aku mencarinya seharian ini dia tak menjawab panggilanku apa dia ada di ruangannya?''
Reyz menghujani Raya dengan pertanyaan dengan penuh kecemasan.
''Nona El, tak ada di kantor Tuan Muda''
''Apa? lalu dimana dia?''
''Nona El, pulang kerumah Wijaya''
''Apa yang terjadi ? Raya apa kau tahu sesuatu?''
Raya kemudian menceritakan apa penyebab Elina pergi dari kantor dan dimana saat ini Elina berada kepada Reyz.
Reyz yang mendengarkan cerita Raya, mengerti jika Elina belum di beritahu jika dirinya lah pria yang akan di jodohkan dengannya, dan segera menolak perjodohannya sebelum sempat Adiguna memberitahu Elina.
''Ok, Raya terima kasih kau sudah mau memberitahuku, aku akan pergi menemui Elina''
''Tapi Tuan , Nona sebentar lagi akan dijodohkan tidak baik anda menemuinya di keluarga Wijaya karena mereka juga sudah setuju dengan rencana Kakek Adiguna''
''Kau pikir kau siapa bisa melarangku menemui Elina?'' Reyz dengan menatap Raya tajam
''Maafkan saya Tuan Muda, saya hanya tak ingin membuat anda dan Nona El, terkena masalah nantinya'' Raya segera meminta maaf
''Kau tenang saja , kau lupa siapa aku asisten Raya?''
''Tentu saja tidak Tuan Muda, sekali lagi saya mohon maaf''
''Ya sudah kau ku maafkan , segera pulanglah ini sudah sore jangan terlalu lelah dalam bekerja, kalau dipikir sifatmu sama seperti Jo''
''Jo? Jo siapa? ah aku ingat dia asisten songongmu itu!''
''Jo? Songong?''
''Ah ti-tidak...aku hanya asal bicara maafkan saya sekali lagi Tuan Muda''
Raya tanpa sadar menjuluki Jonathan dan segera pergi begitu saja meninggalkan Reyz ia tak ingin lama-lama berhadapan dengan Reyz bisa-bisa ia memaki-maki Jonathan mengingat pertemuan terahirnya bersama Jonathan.
''Jo, kau rupanya punya julukan baru'' songong'' apa kalian bertengkar '' gumam Reyz bertanya pada dirinya sendiri.
Tak mau ambil pusing Reyz kembali memasuki lift untuk segera menuju kediaman Wijaya, meninggalkan kegaduhan yang ia buat dikantor Elina.
__ADS_1