Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
kebenaran


__ADS_3

Tak lama, seorang guru memanggil Alice untuk kembali ke barisan para siswa. Naya dan Alice pun berpisah di bandara


Naya kembali berkerja di bir dan mewanti-wanti agar teman-teman tak mengetahui tentang pekerjaan nya. Namun, Raya yang jeli tak sengaja melihat Naya tengah melayani tamu yang sedang memesan minuman dari balik kaca


Ia pun bergegas masuk ke bir tersebut dengan mengajak beberapa siswi untuk mempermalukan Naya


"Wah, sekarang jadi pelayan ya!! Mana di bir lagi" ujar raya sembari tertawa


"Iya, udah ngelayani berapa om-om nay? Haha" ujar siswi lain tertawa mengejek Naya


"Mau pesan apa?" Tanya Naya dengan dingin sembari bersiap untuk mencatat pesanan


"Dih, di cuekin!! Emang ***** punya hak untuk sok mahal ya haha" ujar sisi tertawa bersama teman-temannya


"UPS, sisi. Lo kalo ngomong suka bener ahah" jawab raya tertawa terbahak-bahak


"Kok Lo diam aja sih? Ketawa dong" ujar Noni sembari menyengir


"Kalian kalo gak mau order pergi aja ya!" Jelas Naya dengan dingin


"Dih, mangkin sombong aja Lo! Heh, ***** gak cocok sok jual mahal gitu! Ya gak gusy haha" ujar sisi sembari tertawa dan di iringi temannya


Naya hanya bernafas panjang untuk Menahan Amara nya. Ia hanya diam melihat teman-teman lama nya menertawai dirinya


"Haha, udah gusy. Kasihan" ujar Noni sembari memegang perutnya karena sakit akibat terus tertawa


"Aelah, bercanda doang!! Ya kan nay" ujar raya sembari tersenyum licik


"Gue ketawa gak sama candaan Lo, Lo pada!!" Ujar Naya dengan dingin membuat teman nya itu terdiam


"Kalo gue gak becanda!! Berarti gak lucu" jelas Naya sembari memasukkan buku kecil untuk mencatat pesanan tamu di dalam kantong celemek nya


Tak lama, seorang polisi mendatangi mereka. Ternyata, Naya diam-diam menelpon polisi sebelum melayani teman lama nya. Disebabkan, pelajar tidak di perbolehkan untuk menongkrong di bar


Raya dan beberapa siswi pun di tangkap dan mendapatkan surat peringatan. Pihak sekolah yang malu pun hanya menghukum mereka.


"Gue dilawan!!" Ujar Naya dengan santai melipatkan kedua tangannya di dada sembari memandangi raya dan teman nya di marahi oleh pihak sekolah


Keesokkan harinya, Naya tengah mengelap meja di luar bar. Sedangkan raya dan beberapa siswi yang dilaporkan Naya kemarin. Mereka datang kembali ke bar tersebut untuk memberikan perhitungan ke Naya

__ADS_1


"Gara-gara dia kita dihukum" ujar Sisil dengan tatapan sinis ke arah Naya yang masih sibuk mengelap meja


"Iya, kita harus buat perhitungan ke dia" jawab raya sembari tersenyum licik


Mereka pun hendak menghampiri Naya. Namun, langkah kaki nya terhenti saat Melihat Hans datang membawa bunga menghampiri Naya


"Hai sayang..." Sapa Hans sembari merangkul pundak Naya


"Argh!! Astaga Hans! Gue kaget" ujar nya sembari mencubit perut Hans dengan kesal


"Iya, maaf haha" ujar Hans sembari mencubit pipi pacar nya itu


"Kok Lo kesini sih? Bukannya kemarin baru pulang ke Melbourne?" Tanya Naya dengan Bingung


"iya, tapi gue minta pindah ke sini biar Deket sama pacar" ujar Hans dengan senang


"Bisa gitu ya!! Emang gak dimarah sama bokap nyokap Lo?" Tanya Naya


"Nggak, justru mereka seneng" jelas Hans sembari membelai lembut rambut Naya


"Oh ya, Minggu depan mereka kesini mau ketemu Lo" tambah Hans membuat Naya terkejut


"Hans!! Kok bisa? Lo udah kasih tau ortu Lo tentang kita?" Ujar Naya yang panik


Naya terdiam dan mengingat tentang masa lalu nya. Ia khawatir jika orang tua Hans tak menerima masa lalu dirinya


"Kok diam sih?" Ujar Hans yang khawatir melihat perubahan ekspresi Naya


"Oh, nggak kok! Nanti kita ketemu lagi ya. Gue harus kerja" ujar Naya sembari tersenyum paksa dan meninggalkan Hans


Hans pun bergegas pergi untuk memberikan Naya kebebasan untuk berkerja. Disisi lain, raya dan temannya terkejut saat melihat Hans bermesraan dengan Naya


"Hans..." Ujar raya mengejar Hans yang hendak masuk ke mobil nya


"Lo? Ngapain Lo disini?" Tanya Hans dengan dingin saat melihat raya menghampirinya


"Kita study tour ke sini!! Lo sendiri ngapain disini? Bukannya Lo di Melbourne ya?" Tanya raya sembari merangkul tangan Hans


"Bukan urusan Lo!" Ujar Hans melepaskan tangan Naya

__ADS_1


"Dih, dasar kulkas lima pintu!!" Ujar raya berlagak sok imut


"Lo buang waktu gue aja!! Minggir" ujar Hans dengan ketus sembari membuka pintu mobilnya. Namun, raya menutup kembali pintu mobil saat Hans hendak masuk


"Lo ada hubungan apa sama si *****?" Tanya raya dengan serius


"Maksud Lo?" Ujar Hans dengan bingung


"Ya ampun Hans, maksud raya itu si Naya" ujar Sisi


"Mana gue tau! Dia kan bilang ***** bukan Naya" ujar Hans


"Aduh Hans! Lo masih belum tau tentang naya ya haha" jawab raya sembari tertawa dan di iringi oleh tawaan teman-temannya


"Belum tau apa maksudnya?" Ujar Hans yang mulai penasaran


"Lo ingat kan. Waktu pak Ilham mengumumkan testpack yang tergeletak di samping got waktu itu?" Ujar Raya


"Iya, kenapa?" Tanya Hans yang semangkin ingin tau. Jantung nya berdetak kencang saat menunggu jawaban raya


"Itu punya Naya!! Dia hamil sama Darren. Bahkan dia meninggalkan anak nya di indo" ujar raya membuat Hans terdiam mematung sesaat


"Iya, gak bertanggung jawab banget" tambah Noni


"Lo gak mungkin pacaran sama dia kan? Gue liat-liat Lo Deket banget sama dia!! Hati-hati, dia udah tidur dengan banyak cowok loh" tambah Raya sembari tersenyum licik saat melihat Hans terdiam


"Oh, thanks info nya" ujar Hans dengan dingin dan membuka pintu mobil nya


"Gue gak bohong Hans!! Lo bisa tanya sama semua murid di sekolah. Bahkan gue punya bukti nya. Nih" ujar raya sembari mencari handphone nya di tas


"Ini!! Ini foto dia pas lahiran dan ini pas menyusui" tambah raya sembari memperlihatkan foto dan video Naya


Hans mengambil handphone raya untuk memastikan keaslian video tersebut. Jantung dan hati nya berdenyut saat melihat bukti yang ia pegang


Hans pun mengembalikan handphone milik Raya. Ia hanya menarik nafas panjang agar tetap tenang


"Sekarang Lo udah tau siapa Naya sebenarnya. Lo gak mungkin masih suka sama dia kan?" Ujar raya sembari merangkul tangan Hans


"Hmm, sampai detik ini. Rasa gue ke Naya belum hilang. Itu tanda nya masa lalu dia gak mempengaruhi gue" jelas Hans

__ADS_1


"Oh ya, sekali lagi gue peringati Lo!! Jangan sekali-kali ganggu Naya lagi. Gue gak akan segan-segan buat hidup Lo hancur sehancur hancur nya" tambah Hans dengan nada di tekan


Ia pun pergi meninggalkan raya yang hanya diam mendengar ancaman dari Hans. Ia mengepalkan tangannya dengan erat


__ADS_2