Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
nanti


__ADS_3

"Al, jangan bandel deh! Lo mau rahasia Lo gue bongkar" ujar raya dengan pelan namun menekan nada bicaranya. Mendengar ancaman raya. Alice pun panik dan melangkahkan kakinya menghampiri Hans dan memijat tangannya


"Rahasia apa?" Tanya Hans dengan serius sembari melirik ke arah Alice yang tengah memijat tangannya


"Ada deh, antara kita-kita aja" jawab raya sembari tertawa kecil


"Yakin, gak mau ngasih tau gue" ujar Hans dengan dingin. Melihat ekspresi Alice yang takut dan khawatir pun membuat penasaran Hans semangkin bertambah. Sedangkan Naya yang peka pun mengalihkan pembicaraan Hans agar Alice tetap tenang


Melihat Hans yang teralih pun membuat Alice bernafas lega. Ia pun memberikan isyarat terimakasih padanya..tak lama, Naya merasa adanya keanehan pada tubuh nya. rasakan mual yang tak tertahankan. Dengan tergesa-gesa, ia pun pergi ke toilet untuk memuntahkan isi perutnya


Rasa panik dan khawatir terus melintas di kepala Naya. Dengan tangan yang gemetar. Ia pun diam-diam bolos melewati tembok yang rumayan tinggi. Disisi lain, Alice yang ingin buang air kecil pun bergegas ke toilet dan tak sengaja melihat Naya tengah memanjat tembok


Dengan rasa penasaran yang tinggi. Ia pun mengikuti nya diam-diam. Tak lama, Naya masuk ke toko kelontong dan dengan ragu mengambil tespect di rak. Ia hendak ke kasir untuk membayar. Namun, langkah kaki nya terhenti saat melihat pantulan dirinya di kaca yang masih mengunakan seragam sekolah.


Naya pun bergegas mengambil beberapa cemilan dan menyembunyikan tespect kedalam kaos nya. Dengan ragu, Naya membayar cemilan yang telah ia ambil. Setelah membayar. Ia pun bergegas keluar untuk melarikan diri karena felah mencuri sebuah tespect. Namun, kasir memanggil nya yang membuat Langkah kaki nya terhenti


"Ada apa mba?" Ujar Naya yang panik saat melihat kasir sedang berlarian menghampiri nya.


"Ini kembaliannya belum kakak ambil" ujar kasir tersebut sembari tersenyum dan menyerahkan uang kembalian berserta struk belanja


"Oh, gak usah. Buat Kakak aja kembaliannya! Makasih ya" ujar Naya bernafas lega dan mempercepat langkah kaki nya untuk menjauh dari toko tersebut


"Rumayan loh, masih sisa lima puluh ribu" ujar kasir tersebut


Singkat cerita, Naya pun pergi ke toilet umum untuk mengunakan tes kehamilan tersebut dan terkejut saat mendapati dua garis. Ia menangis sembari menutup mulutnya agar tak menimbulkan suara


Disisi lain, Alice tengah bersembunyi di balik pohon besar menunggu Naya yang tak kunjung keluar dari dalam toilet. Tanpa sadar, Hans juga tengah berada di belakang nya sembari berlengok lengok mencari objek yang sedang dilihat Alice


Alice yang merasa seseorang merangkul pinggang nya pun bergegas memutarkan badannya dan terkejut saat wajah nya dan Hans hampir menyentuh


"Apa?" Tanya Hans saat melihat mata Alice yang melototi nya


"Ngapain Lo disini?" Jawab nya dengan dengan panik

__ADS_1


"Seharusnya gue yang nanya! Lo ngapain manjat tembok terus ngumpet disini?" Ujar Hans sembari menyandarkan satu tangan nya ke pohon


"Sini deh" ujar Alice sembari menarik tangan Hans untuk ikut bersembunyi dikarenakan pintu toilet terbuka. Tak lama, Naya keluar sembari mengelap air mata nya yang mengalir di pipi


"Kenapa di- mmmp" tanya Hans yang terhenti karena Alice menutup mulutnya


"Lo balik ke sekolah deh. Nanti gue ceritain" ujar Alice sembari menghampiri ojek yang tengah menganggur dan mengejar Naya yang sudah menaiki ojek


Singkat cerita, Alice menghentikan tukang ojek tersebut saat melihat Naya turun di kantor polisi. "Sampai sini aja pak!" Ujar nya sembari mengendap-endap mengikuti Naya


"Pak, saya Naya  dan Mau besuk tahanan atas nama Darren Wijaya" ujar Naya


"Maaf mba, Tahanan atas nama Darren Wijaya sudah bebas dua hari lalu. Ada seseorang yang menjamin nya" ujar pak polisi yang sedang berjaga.


Mendengar Hal tersebut, Naya bergegas menghentikan ojek. Namun, Langkah nya terhenti saat Seseorang memanggil namanya. Ia pun menoleh ke sumber suara dan terkejut saat melihat ayahnya tengah berjalan menghampiri nya


"Kamu ngapain disini nay?" Tanya ayah nya dengan tegas


Keesokkan harinya, Naya berjalan dengan tatapan kosong melewati beberapa gerombolan siswi yang tengah asik berbincang-bincang. Tak lama, suara yang tak asing memangilnya dan ia pun bergegas mencari sumber suara tersebut


"Darren" ujar Naya saat melihat nya tengah berdiri di ujung lorong Sembari tersenyum padanya. Melihat hal tersebut, Naya pun menghampiri Darren dengan senang dan lega


"Nay, kangen" ujar nya sembari memegangi kedua pipi Naya yang tembam


Mata Naya memerah dan berlinang linang yang siap berjatuhan saat melihat kekasihnya di dapan mata "Ada hal penting yang mau aku kasih tau ke kamu Der" ujar Naya sembari menarik tangan nya ke tempat yang sepi dan tak ada orang


Alice yang lagi-lagi tak sengaja melihat Naya dan Darren tengah berada di tempat sepi pun bergegas menghampiri nya dengan diam-diam "pasti mereka mau mesum" ujar nya tertawa jahat dan menyiapkan kamera handphone nya


"Nay, kenapa ka-" tanya Darren yang terhenti "Aku Hamil" sela Naya Sembari menyerahkan tespect tersebut. Darren mematung sembari memandangi tes kehamilan tersebut dengan mata terbelalak karena syok


"Lo waktu itu bilang mau tanggung jawab kan" tambah Naya sembari mengelap air matanya yang tak mau berhenti


"I-iya! Te-Tenang aja" ujar Darren terbata-bata sembari memegangi kedua pundak Naya untuk menenangkannya.

__ADS_1


Tak lama, bel pun berbunyi menandakan sudah waktunya masuk. Darren pun bergegas membuang tespek tersebut ke selokan sekolah agar hanyut terbawa air. Namun, tespek tersebut justru terjatuh di bibir selokan


Disisi lain, Alice yang tengah bersembunyi dibalik sesemak pun bergegas mematikan kamera nya dan kembali ke kelas dengan perasaan yang campur aduk mendengar percakapan antara Naya dan Darren


Tak lama, Alarm kelas berdering sangat kencang yang membuat para murid bingung. "Pengumuman! Semua siswa siswi berkumpul di lapangan sekarang!" Tegas kepala sekolah di speaker kelas


"Apa apa sih?" Tanya para murid berhamburan menuju lapangan dan berbaris dengan rapi menunggu kepala sekolah


""Anak-anak, perlu kita ketahui bahwa *** before meried alias sexs sebelum menikah itu adalah hal terlarang dan berbahaya untuk masa depan kalian! Saya sangat kecewa dengan kabar yang saya dapati bahwa salah satu siswi Internasional school yang saya banggakan selama ini ternyata ada yang tengah mengandung" ujar Ilham selaku kepala sekolah yang membuat seisi sekolah terkejut dan saling pandang memandang


"siapa? siapa ya?" ujar para siswa dan siswi yang berisik


"Diam dulu!! harap tenang semuanya" ujar pak Ilham yang membuat para murid terdiam


"Salah satu murid menemukan kotak tespect ini di bibir selokan sekolah  Jadi, pihak sekolah akan menyiapkan tespect untuk kalian para siswi. diharapkan untuk besok, semua nya harus masuk semua ya! bagi yang izin dengan alasan apapun itu akan menjadi tersangka" Tambah pak Ilham yang membuat Naya tertegun


Darren berusaha untuk menenangkan Naya dengan menggenggam tangan nya. Namun, Naya menepis tangan Darren dan menjauh darinya sembari menenangkan diri


"Lo kenapa? jangan bilang tespect itu punya Lo?" celetuk Hans yang memperhatikan Naya seperti sedang ketakutan


"oh my god!! serius Naya haha! pak emh.." ujar Raya hendak memangil guru. Namun, Hans menutup mulutnya


"ih, kenapa sih Hans?" ujar raya sembari melepaskan tangan Hans


"Ada apa itu?" ujar pak Ilham yang melihat raya tengah ribut


"Si Naya ha.." ujar raya sembari mengangkat satu tangannya "Haus pak!! tadi abis dihukum belum minum air putih" Ujar Hans mencela perkataan Raya


"Apaan sih Hans! bilang aja kalo Naya itu sebenarnya emm.." ujar raya yang kembali ditutup oleh Hans


"Lo diam atau Lo tau akibat nya!!" ujar Hans sembari berbisik di telinga raya


Naya yang tak tau harus berbuat apa hanya diam mematung dan pasrah apa yang akan terjadi pada dirinya nanti. Sedangkan, Darren perlahan meninggalkan perkumpulan murid dan pulang ke rumah nya

__ADS_1


__ADS_2