
Elina berdiri terpaku menatap Reyz yang tengah berjalan ke arahnya, nampak pria tampan itu mengenakan pakian dengan warna senada seperti gaun yang Elina kenakan.
Elina pun sadar jika inilah rencana Reyz yang semalam pria itu katakan, bayangan saat ia dan Reyz berbicara di roptoop seolah di putar bagai kaset film yang terlintas jelas di ingatan Elina saat ini.
''Maaf telah membuatmu lama menunggu calon istriku'' Elina berdiri dihadapan Elina dengan sebuket bunga mawar merah yang ia bawa untuk sang kekasih.
''Jadi semua ini rencanamu? tidak, ini pasti rencana kalian semua iya kan?''
Elina menatap semua orang yang tersenyum menatap kearah dirinya .
''Maaf sayang, kami sebenarnya ingin memberitahumu tapi Reyz, melarang kami'' ucap Mira.
Elina menatap Reyz dengan wajah berbinar perasaan gelisah yang tadi memghinggapi dirinya kini entah kemana berganti ,rasa haru dan juga bahagia yang tak pernah ia sangka-sangka.
''Jadi bagaimana Nona El? mau kah kau menikah denganku?''
Reyz memberikan buket bunganya kepada Elina, dan tanpa di duga tiba-tiba Reyz berlutut di hadapan Elina meraih tangan wanita yang sangat ia cintai itu dihadapan semua orang membuat Elina terkejut.
''Reyz, apa yang kau lakukan ?'' jangan seperti ini bagaimana jika ada yang melihatmu?'' Elina panik dengan tindakan Reyz.
''Elina Maharani, sekali lagi aku bertanya maukah kau menikah denganku? melewati suka dan duka bersamaku , pria yang merasa sempurna jika ada dirimu dan merasa kurang tanpa ada nya dirimu, aku tahu tidak mudah untuk mendapatkan dirimu tapi aku yakin aku bisa untuk membahagiakan dirimu''
Elina menatap haru Reyz perasaan bahagia yang kini membuncah di dadanya membuat Elina ingin berteriak dan menangis karena rasa bahagia dengan menatap wajah semua orang di ruangan itu Elina dengan penuh keyakinan menerima Reyz sebagai calon suaminya.
''Iya, aku bersedia, aku mau menjadi istrimu Tuan Muda ''
Reyz berdiri dan menarik tangan Elina membawa wanita itu ke dalam pelukannya dengan penuh kebahagiaan.
''Terima kasih sayangku, I love you gadis dinginku''
''I love you to Tuan Arogan''
Dengan senyum bahagia,Reyz mengecup kening Elina dengan segenap jiwa raganya ia berjanji dalam hati untuk melindungi dan membahagiakan wanita yang kini sudah berhasil menaklukan hatinya itu.
Mira dan Ratih memberikan cincin ke tangan Reyz dan Elina untuk saling bertukar cincin sebagai pengikat tali pertunangan mereka sesuai rencana Reyz.
Reyz dan Elina saling menyematkan cincin dijari mereka masing-masing, dengan nama Elina dan Reyz tentunya , keduanya berjanji untuk saling menyayangi dan mencintai selamanya.
''Wah ahirnya, selamat untuk kalian berdua, semoga kebahagiaan akan selalu menghiasi hubungan kalian berdua'' ucap Ratih
''Selamat ya sayang, do'a terbaik untuk putri kesayangan Mamah'' timpah Mira kedua wanita itu memberikan doa dan kasih sayang mereka untuk putri mereka Elina
''Terima kasih Bu, Mah ''
Elina memeluk kedua wanita yang ia sayangi itu , Dirga dan Indra juga tak ingin kalah kedua pria gagah itu pun menghampiri Elina yang tengah memeluk istri-istri mereka.
__ADS_1
''Selamat untuk putri kesayangan Ayah '' ucap Dirga .
''Ayah'' Elina memeluk sang Ayah.
''Selamat untuk mu sayang semoga kalian selalu bahagia dan di jauhkan dari pandangan buruk orang lain'' timpah Indra
''Papah, terima kasih , El sayang kalian berdua terima kasih untuk semua kasih sayang kalian selama ini'' Elina menatap Ayah dan Papahnya itu bergantin dengan sudut mata yang mulai mengenang karena air mata bahagianya.
Indra dan Dirga pun memberikan pelukan dan kecupan di kening Elina sebagai rasa sayang mereka terhadap Elina bersamaan dengan Ratih dan juga Mira ke empatnya serempak memeluk Elina.
Melihat Elina terlihat bahagia Reyz, tersenyum gembira ia ingin melihat senyum itu untuk terus menghiasi hari-hari sang kekasih.
''Semua ini karenamu Reyz, terima kasih dan jaga dia dengan baik , jangan pernah kau sakiti dia '' Adiguna menepuk bahu Reyz.
''Kakek tenang saja, selama aku hidup tak akan kubiarkan Elina untuk menangis meskipun karena menangis bahagia, aku akan melindunginya dengan nyawaku sendiri'' tegas Reyz.
''Bagus, Kakek pegang janjimu anak muda'' Adiguna dengan senyum bangga.
''Jangan lupa dengan syarat yang Kakek berikan padamu'' Hadi mengingatkan Reyz untuk syarat yang ia berikan tempo hari.
''Kakek, untuk itu aku dan Elina harus sah dulu, ini kan baru awal''
''Memang Kakek peduli? Hadi dengan sarkas
''Kakek tak mau tahu bagaimanapun kau harus segera memenuhi persyaratan itu, dan ya jangan sampai kau buat cucu cantik ku itu menangis atau kau akan menghadapi ku'' ucap Hadi kembali membuat Reyz tercengang dengan pemikiran sang Kakek yang kadang suka absurd.
Reyz, meninggalkan kedua Kakek, dan memilih untuk menghampiri Elina yang masih di peluk Dirga dan Indra.
''Memang apa syarat yang kau berikan pada cucumu?'' tanya Adiguna penasaran .
Hadi, tersenyum penuh semangat dan membisikan syarat yang ia berikan pada sang cucu di telinga sahabatnya itu.
''Hahaha...kau memang gila, tapi aku juga setuju denganmu .
Kedua pria berpengaruh itu pun tertawa senang dan kembali duduk di meja makan untuk mengenang masa lalu saling bertukar pikiran setelah lama mereka tak bersua.
''Eit...sudah ya pelukannya , jangan terlalu lama''
Reyz melepaskan pelukan Dirga dan Indra pada Elina bagaimanapun Reyz tak suka Elina di peluk pria lain meskipun itu Ayah dan Papah dari sang calon istri.
''Hemm...ada yang cemburu rupanya''goda Indra
''Reyz, El putriku '' timpah Dirga
''Terserah yang jelas aku tidak suka ada yang memeluknya selain aku '' kekeh Reyz.
__ADS_1
''Dasar, kalian belum sah, harusnya saya yang berkata seperi itu'' tukas Dirga
''Benar Dirga, saya juga setuju denganmu '' timpah Indra
Reyz, seolah tertohok ia tak bisa lagi untuk berkutik wajahnya berubah cemberut melihat itu Elina tertawa senang dan gemas dengan tingkah sang calon suami.
''Ayah, Papah sudah jangan menggoda Reyz lagi'' Elina menarik tangan Reyz untuk berdiri di sampingnya membuat Reyz seketika senang dan memeluk Elina.
''Kau membelanya?'' Dirga melotot
''Iya aku membelanya, apa Ayah keberatan?'' kali ini Elina yang melotot dan sontak tawa semua orang pun pecah melihat sikap Elina.
''Hah...mana bisa Ayah menang darimu bela saja bela calon suamimu, Ayah senang melihatmu bahagia sayang'' Dirga dengan senyum bahagia
''Terima kasih Ayah, El sayang Ayah'' Elina sembari memeluk Reyz.
''Sayang Ayah, tapi yang di peluk Reyz''
''Ayah sudah jangan menggoda putri kita terus'' Ratih menepuk bahu sang suami, ia tahu jika saat ini Dirga sangat bahagia melihat kebahagiaan Elina setelah sekian lama.
''Sayang kau suka dengan kejutanku?'' bisik Reyz di telinga Elina
''Aku suka, tapi kau membuatku gelisah sejak semalam dan juga panik''
''Sorry''
Reyz mencium pipi Elina sekilas secara diam-diam ia tak ingin di lihat para orang tua, meski sebenarnya saat ini ia ingin sekali untuk meraup bibir Elina yang sudah membuatnya rindu sejak seharian tak menyentuh bibir mungil Elina seolah terus menantangnya sedari tadi.
''Jo, sekarang!!!''
Reyz, memberikan perintah pada asistenya itu lewat earphone yang terpasang di telinganya dan tanpa di duga .
Tiba-tiba ruangan itu berubah terang benderang dengan lampu kerlap kerlip juga taburan bunga mawar merah yang menghujani Elina dan Reyz saat ini berdiri.
''Reyz....'' Elina tersenyum bahagia ia tak menyangka jika Reyz akan menyiapkan semuanya dengan sempurna sungguh Elina di buat terharu dengan kejutan demi kejutan yang Reyz siapkan untuk dirinya.
''Selamat atas pertunangan Nona El dan Tuan Muda Hadiningrat semoga kalian selalu bahagia dan segera menuju ke pelaminan''
''Raya''
Elina menatap Raya yang menjadi pemandu acara bersama Jonathan saat ini keduanya tengah berdiri di sebuah panggung yang sudah di siapkan semenjak tadi pagi oleh Raya dan Jonathan.
Dan kemeriahan pesta pun di mulai,musik dan pengisi acara yang Raya siapkan mulai mengisi acara dan secara tiba-tiba tamu-tamu undangan pun datang memenuhi balroom Hotel.
Elina semakin tak bisa untuk berkata-kata dengan semua kejutan dan kemeriahan pesta yang diam-diam Reyz rencanakan untuknya
__ADS_1
Para tamu yang berdatangan adalah kolega bisnis Raya dan Reyz juga para karyawan dan staf Royal Group dan karyawan Hadiningrat Star Corporation .
Tak lupa Jonathan dan Raya mengundang wartawan , baik media cetak maupun online untuk meliput secara langsung pertunangan antara kedua CEO itu.