Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
Romansa


__ADS_3

Reyz membawa Elina ke apartement miliknya tanpa memberitahukan hal tersebut pada Elina ia takut jika Elina akan menolak keinginannya untuk dirinya yang ingin menikmati waktu berdua saja dengan Elina tanpa ada gangguan.


''Reyz , kau bilang mau mengajakku makan siang, tapi kenapa kau malah mengajakku bertemu dengan temanmu'' ucap Elina yang baru saja turun dari mobil Reyz.


''Kita akan makan siang bersamanya, dia sudah lama ingin bertemu denganmu ''jawab Reyz


''Baiklah, temanmu sangat kaya ya, dia tinggal di apartement semewah ini''


''Apartement ini sama dengan apartement milikmu sayang , kalau melihat kemewahnnya'' kembali Reyz berkata .


Sedari tadi Reyz tak pernah sejenak pun untuk melepaskan tangan Elina, seolah ia takut akan kehilangan sosok wanita yang ia cintai itu Elina membiarkan Reyz memperlakukannya dengan penuh cinta.


'Taraaaa....kita sudah sampai ''


Reyz menarik tangan Elina keluar dari lift yang mengantarkan mereka menuju lantai paling atas bangunan tersebut.


Reyz, membuka pintu apartement miliknya dengan nomer pin.


''Tunggu dulu, itu kan tanggal lahirku?''


''Aku menggantinya beberapa waktu yang lalu saat aku mencari tahu semua tentangmu''


''Apa ? Kau mencari tahu semua tentangku Reyz?, dasar curang ''


''Kenapa curang? aku hanya mencari tahu siapa dan bagaimana calon istriku bukan mencari tahu tentang wanita lain''


''Benarkah?''


''Sayang , kau tak percaya?''


''Hemmm...bagaimana ya? melihat siapa dan apa kedudukanmu rasanya aku tidak percaya seorang Tuan Muda, tidak pernah jatuh cinta itu rasanya mustahil''


Reyz menarik Elina dan menghimpit tubuh wanita itu diantara dinding dan kedua tangannya membuat Elina tak bisa untuk menghindar Reyz mengunci pergerakannya.


Tinggi Elina sebatas dagu Reyz, membuat pria itu dengan leluasa menatap Elina dihadapannya deru napas Elina terdengar jelas saat ini keduanya saling menatap satu sama lain.


''Reyz, apa yang kau lakukan? bagaimana jika ada yang melihat kita''


Elina berusaha untuk memutus pandangannya namun Reyz tak begitu saja mau melepas dirinya dengan mudah


''Kau wanita pertama dan terahir bagiku ,tidak ada dan tak akan pernah ada selain dirimu dan hanya kau yang aku inginkan''


''Reyz...emmmh...


Reyz tanpa bisa di tahan lagi pria itu menangkup wajah Elina dengan satu tangan , dan satu tangannya ia gunakan untuk memeluk pinggang Elina.


Dengan penuh kelembutan Reyz mendaratkan bibirnya di bibir Elina yang sedari tadi sudah membuat dirinya tak bisa menahan perasaan cinta yang menggebu dan butuh pelampiasan.


Elina mengeratkan tangannya memeluk Reyz dan membalas ciuman Reyz, yang semakin lama semakin membuatnya sulit untuk mengimbangi permainan Reyz yang mengexplore bibirnya dengan panas.


''Ayo, kita masuk''


Reyz melepaskan pagutan bibir mereka, ia pun mengusap bibir Elina dengan ibu jarinya dan memeluk Elina kedalam dekapannya.


Reyz membuka pintu, dan tiba-tiba suara Mboy datang menyambut keduanya.


''Meoong...meooong...''


''Mboy....?''


Reyz mengangguk saat Elina menatapnya seolah bertanya, dan ahirnya Elina sadar jika saat ini Reyz membawanya ke apartement milik Reyz untuk bertemu Mboy.

__ADS_1


Elina meraih Mboy kucing yang tempo hari ia dan Reyz selamatkan .


''Halo Mboy, kau sudah besar rupanya, aduh kau lucu sekali sih''


Elina menggendong dan menciumi kucing berwarna abu tersebut saking gemasnya , Reyz terlihat senang melihat Elina yang lucu menurutnya dengan expresi wajah gemas terhadap Mboy.


''Jadi yang ingin bertemu denganku itu Mboy? Reyz kau ini selalu membuatku terkejut , kau tahu kau penuh dengan kejutan'' ucap Elina sembari membawa Mboy menuju sofa.


''Tapi kau suka kan dengan kejutannya?''


''Iya aku suka, sudah lama aku juga ingin bertemu dengannya''


''Baiklah, kau temani Mboy aku akan memasak makan siang untuk kita''


''Kau bisa memasak juga?''


''Kenapa? Kau tak percaya aku bisa memasak?''


''Tidak,bukan seperti itu kan kan seorang pria jarang ada seorang pria bisa memasak''


''Baiklah, aku akan membuktikannya padamu, Nona El, kau mau makan apa ?''


''Em...aku ingin salad buah saja dan pasta sepertinya akan enak ''


''Siap Nona, tunggu sebentar pesanan anda akan segera disiapkan''


''Hahaha... Kau lucu sekali Reyz.


Reyz, melepas jas dari tubuhnya dan menaruh jas tersebut di sofa, menyisakan kemeja berwarna putih pas body, tak lupa ia juga menggulung lengan bajunya sebatas siku usai melepas dasi di lehernya membuat Reyz terlihat lebih santai namun tetap tampan.


Elina yang duduk di sofa memperhatikan gerak -gerik Reyz, yang berjalan menuju pantry mengambil bahan makanan dan sayuran, memakai apron dan memotong-motong sayuran membuat Elina terpesona kepada calon suaminya itu.


''Mboy, kau tahu? jika Tuan Muda mu itu sangat tampan''


''Meoong...


Elina melepas blazer yang ia kenakan dan menaruhnya bersamaan dengan jas Reyz di sofa menyisakan gaun sebatas lutut berwarna putih f tanpa lengan menampakan tubuh indahnya dengan belahan dada standar.


Elina berjalan menuju pantry menghampiri Reyz yang sepertinya hampir selesai dengan masakannya.


''Boleh aku bantu?''


''Sayang , kenapa kau tidak tunggu saja bersama Mboy''


''Tidak apa-apa aku hanya ingin membantumu''


''Tidak usah, lagi pula masakannya sudah hampir selesai, kau duduk saja di meja makan''


''Baiklah kalau begitu''


Elina menuruti perintah Reyz untuk duduk di kursi meja makan, dan benar saja tak berapa lama masakan Reyz pun jadi.


Dengan cekatan Reyz meletakan makanannya di hadapan Elina .


''Wah...kelihatannya ini sangat lezat''


''Coba lah semoga kau suka sayang''


Elina mengangguk dan ia pun meraih sendok dan garpu yang Reyz siapkan untuknya mulai menikmati hidangan istimewa yang Reyz siapkan dengan khusus.


Reyz, duduk dihadapan Elina melihat wanita itu nampak antusias menikmati suapan demi suapan tanpa jeda.

__ADS_1


''Reyz, sumpah ini makanan terlezat yang pernah aku makan semuanya sesuai dengan seleraku kau hebat''


''Benarkah? Syukurlah kalau kau suka lain kali aku akan memasaknya lagi untukmu''


''Hemm...ini sangat enak''


Reyz sangat bahagia melihat Elina begitu menikmati makanannya bahkan sampai habis tak bersisa, keduanya asyik menikmati makan siang mereka di temani c gemoy Mboy.


Beberapa saat kemudian usai makan siang Reyz mengajak Elina untuk menonton film kesukaan mereka film bergenre comedi romantis , Reyz juga menyiapkan cemilan dan minuman untuk menemani nonton mereka.


Saat adegan comedi Elina akan tertawa hingga terbahak -bahak begitu juga dengan Reyz namun saat adegan romantis keduanya tiba-tiba salah tingkah dan tak berani untuk saling melihat satu sama lain.


''Re-reyz, sebaiknya kita ganti filmnya'' ucap Elina dengan gugup


''Kenapa? Kita belum selesai menontonya kan, lagipula aku penasaran dengan ahir kisahnya'' Reyz malah ingin menyelesaikan film tersebut membuat Elina tak bisa menolak.


''Ya sudah...''


''Kenapa sayang? apa kau malu karena adegan mereka?''


''Tidak, bu-bukan begitu''


''Lalu kenapa?''


Reyz menarik tangan Elina hingga Elina tubuh Elina tertarik kedalam pelukan Reyz, keduanya saling menatap satu sama lain, dan larut dalam pesona masing-masing.


Reyz kembali memagut bibir Elina dengan penuh kelembutan namun dengan menuntut , Elina membuka mulutnya dan membiarkan Reyz menikmati bibirnya ia pun berusaha untuk mengimbangi permainan Reyz.


''Emmh...Reyz...aaahh....


******* dari bibir Elina lolos begitu saja tatkala Reyz menyusuri leher indahnya memberikan beberapa kecupan , permainan lidah Reyz membuat Elina tak kuasa untuk menolak.


Tangan kekar Reyz, mulai bermain di kedua gunung kembar milik Elina dengan meremas nya secara perlahan terhalang gaun yang menutupinya


''Reyz....


''Astagfiruloh...maafkan aku sayang''


Reyz menghentikan cumbuannya dan beralih menatap Elina yang menatap nya sendu dengan mata berkaca-kaca.


''Sayang maaf , aku khilap kau membuatku gila hampir saja aku melewati batasanku'' Reyz terlihat menyesal dan merasa bersalah ia pasti membuat Elina takut dan bisa saja Elina mengalami traumanya kembali.


''Kenapa kau harus meminta maaf? Jangan berkata seperti itu aku juga sama denganmu, kita sama-sama bersalah jangan menyesalinya lagi pula aku juga salah''


Elina menangkup wajah Reyz dengan kedua tangannya dan mengecup kening Reyz dengan sepenuh hati.


''Aku mencintaimu'' ucap Elina dengan tersenyum membuat Reyz merasa tenang


''Aku juga sangat mencintaimu , secepatnya aku akan menikahimu , aku tak ingin lama -lama menunggu atau aku bisa gila '' ucap Reyz dengan menarik Elina kedalam pelukannya .


Elina tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Reyz barusan , membuat Reyz keheranan.


''Kenapa kau tertawa ? Apa ada yang lucu dengan yang aku katakan?''


''Kau lucu , lucu sekali kau mirip dengan Mboy...hahaha...''


''Apa kau bilang? aku mirip Mboy? rasakan ini ''


''Aawwww.....aaahhhaaaaa....hahaha..., hentikan Reyz, geli....hahaha...''


Reyz menggelitiki pinggang Elina membuat wanita dalam pelukannya itu seperti cacing kepanasan menggeliat dan menendang tak tentu arah saking menahan geli akibat gelitikan tangan Reyz.

__ADS_1


''Tidak akan ku lepaskan kau harus di hukum karena menertawakan ku''


Begitulah seharian itu Reyz dan Elina menghabiskan waktu kebersamaan mereka dengan canda tawa di apartement Reyz.


__ADS_2