Gadis Tapi Janda

Gadis Tapi Janda
tes


__ADS_3

Kalo mama tau hal ini bisa gawat!! Nggak boleh! mama gak boleh tau" ujar raya bergemerutu sembari menundukkan kepalanya


Singkat cerita, Bel berdering yang menandakan waktu nya pulang. Darren yang masih menyimpan dendam terhadap Hans pun menunggu nya di depan gerbang dengan membawa beberapa teman .


Tak lama, Hans pun berjalan keluar dari gerbang. Melihat hal tersebut. Darren bersama teman-temannya menutupi kepalanya mengunakan kain dan membawanya masuk ke dalam mobil secara paksa


Disisi lain, Naya mampir ke sebuah toko kelontong dan berhenti di depan rak yang berisi tespect. Ia melihat ke kiri kanan untuk memastikan tak ada orang yang melihatnya. Dengan ragu, Naya memegang tespect tersebut dan hendak membayarnya. Namun, langkah kaki nya terhenti saat melihat Raya tengah berada di kasir


Naya hendak mengembalikan tespek tersebut. Namun, langkah kaki Naya terasa berat. Tak lama, seseorang menepuk pundak nya  yang membuatnya terkejut dan menjatuhkan tespect yang ia pegang


"Apaan nih?" Ujar Alice sembari mengambil tespect tersebut dan berteriak memanggil teman-temannya. Naya yang panik pun bergegas menutup mulutnya. Namun, Raya dan Noni yang mendengar Alice memangil nya pun bergegas menghampiri sumber suara


"Mmmph..." Alice berusaha melepaskan tangan Naya yang menutupi mulutnya. Ia pun memberontak yang membuat Naya terdorong dan jatuh ke lantai


"Alice..." suara raya dan Noni mengema di seluruh ruangan toko tersebut untuk  mencari keberadaan sahabatnya itu. "Disini!!" Jawab Alice dengan girang di balik rak yang tinggi


"Kenapa sih? Bikin orang panik aja" ujar raya menghampiri Alice dan melihat Naya tengah terduduk di lantai. "Kenapa Lo?" Tambah nya melihat Naya dengan tatapan sinis


"Liat deh Ray! Masa Naya beli tespect" ujar Alice sembari memberikan tes tersebut.


Raya dan Noni yang melihat hal tersebut pun sontak terkejut. Dengan tenang, Naya berdiri dan merebut tes kehamilan tersebut "ini mama gue yang nitip! Rese banget sih" ujar nya sembari mengembalikan tespek tersebut ke rak sebelumnya dan pergi meninggalkan raya berserta teman-teman nya yang masih tercengang


"Perasaan kita gak nanya tespek nya buat siapa?" Ujar Raya sembari melipat kedua tangannya di dada


"Jangan-jangan Naya hamil?" Cetus Noni sembari memandangi wajah teman-teman nya.


"Gila lu!!" Ujar raya pergi meninggalkan Noni dan di ikuti oleh Alice. "Lah, siapa tau kan" tambah Noni sembari mengikuti langkah kaki Alice

__ADS_1


Disisi lain, Hans dibawa ke gudang kosong terbengkalai. Ia di ikat dan di hujani dengan pukulan oleh Darren berserta teman-teman nya. Naya yang kebetulan melewati jalan tersebut terrhenti sejenak saat melihat mobil Darren tengah parkir di depan gedung tersebut


"Itu mobil Darren! Ngapain dia disana? Jangan-jangan lagi pake obat terlarang" ujar nya dengan tergesa-gesa memasuki gedung tersebut.


Sesampainya di salah satu ruangan. Naya melihat Darren sedang memukuli seseorang. Ia pun bergegas menghampiri nya untuk menghentikan perbuatan kekasih nya tersebut. "Darren!!" Panggil Naya dengan tegas.


"Naya. Ka-amu ngapain disini?" Jawab nya dengan terbata-bata dan berusaha menghalangi Naya untuk membuka penutup kepala Hans


"Minggir!!" Teriakan Naya membuat beberapa pengendara motor yang sedang melintas pun berhenti dan memasuki gedung tersebut untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.


"Hei!! Kalian ngapain" ujar beberapa pengendara motor saat melihat Riki dan Aldo tengah memegangi kedua tangan Hans yang sudah lemah.


Melihat hal tersebut, Riki,Aldo dan Seto pergi meninggalkan gedung tersebut. Sedangkan Darren yang ikut panik pun hendak mengajak Naya dan menarik tangan nya. Namun, Naya memberontak dan menepis tangan Darren agar melepaskan dirinya


"Woi!! Jangan lari" ujar beberapa warga yang ikut membantu mengejar Riki,Aldo dan Seto. Tanpa berfikir panjang. Darren pergi meninggalkan Naya dan Hans. Ia pun memanjat tembok yang tinggi agar bisa lolos dari kejaran warga


"Hans!!" Ujar nya dengan syok


"Mba kenal mas nya?" Ujar pak Udin sembari mengangkat tubuh Hans yang tak berdaya


"Kenal pak! Saya satu sekolah" jawab Naya dengan panik saat melihat wajah Hans penuh dengan lebam


"Pak, masukin ke mobil saya aja! Nanti saya yang bawa dia ke rumah sakit" tambah Naya saat melihat warga menggotong Hans


Singkat cerita, para warga memasukan tubuh Hans ke dalam mobil dan membiarkan Naya membawa nya ke rumah sakit


Disisi lain, Darren,Seto dan Riki yang berhasil kabur dari lokasi pun berkumpul di basecamp nya "Aldo ketangkap!! Gimana nih?" Ujar Riki dengan panik sembari mengigit ujung kuku nya

__ADS_1


"Shitt!!" Ujar Darren yang kesal sembari menendang kursi dengan keras. "Apa gue bilang!! Harus nya kita hajar dia di basecamp ini bukan di tempat itu!" Tambah nya dengan geram


"Kalo di tempat ini bisa kacau. Polisi akan lebih gampang nangkap kita" ujar Riki


"Lo pikir dengan gebukin dia di gedung itu bakal aman!! Polisi juga bisa nangkap kita. Justru semua nya kacau karna ide Lo" jawab Darren dengan penuh Amara


"Tempat itu biasa nya sepi! Bahkan kadang hampir gak ada yang lewat situ. Entah kenapa hari ini rame banget!" Ujar Riki yang pusing karena takut di tangkap polisi


"Dia nya aja yang hoki!!" Tambah Seto yang masih mengintip di jendela untuk memastikan tak ada polisi mendatangi basecamp nya


Darren terdiam sesaat sembari merencanakan sesuatu untuk menyelamatkan hidup nya. Ia pun menelpon seseorang untuk meminta bantuan. Sedangkan Hans telah mendapatkan perawatan dari dokter


Tak lama, Hans tersadar kembali dan melihat Naya tengah tertidur sembari mengengam tangannya. Hans menarik tangannya dengan pelan agar tak membangunkan nya. Namun, Naya yang merasakan pergerakan pun akhirnya terbangun


"Eh, sorry! Lanjut aja" ujar Hans


"Hans, akhirnya Lo sadar juga" jawab Naya dengan legah melihat keadaan Hans yang membaik


"Lo gak harus nungguin gue kali!" Ujar Hans sembari mengelus rambut Naya yang membuat rambut nya berantakan


"Gue gak tau mau ngehubungi siapa! Hp Lo di kunci" ujar Naya sembari memberikan handphone Hans


"Lo telpon keluarga Lo dulu. Kalo mereka udah datang. baru gue pulang" tambah Naya sembari tersenyum kecil


"Kalo gitu gue gak mau telpon mereka. Biar Lo tetap disini" ujar Hans sembari tertawa kecil yang membuat Naya geram dan mencubit perutnya


"Buruan! Ntar orang tua Lo khawatir nungguin Lo gak pulang-pulang" ujar Naya sembari menguap karena masih mengantuk. Melihat Naya yang terlihat lelah, Hans pun tersenyum dan menelpon ibu nya

__ADS_1


"Udah, Lo pulang aja! Rumah gue gak jauh dari sini. Bentar lagi ortu gue datang" ujar Hans dengan lembut. Namun, Naya tetap tak ingin pulang jika orang tua Hans belum tiba ke rumah sakit tersebut


__ADS_2