GADIS Tawanan ALVARO

GADIS Tawanan ALVARO
Bab. 29 (Bertemu Sela)


__ADS_3

Felica juga Alvaro masih berada di Mall, mereka sudah berkeliling namun Felica tampak masih betah berada di sana, Alvaro sendiri tampak senang menemani gadisnya bahkan sesekali Alvaro menanyakan apa yang ingin gadisnya beli.


"Ini sudah lebih dari jam makan siang, kita makan dulu" Ucap Alvaro membuat Felica menoleh.


"Eum"


Felica beranjak namun dari arah belakang seseorang terlihat berjalan buru-buru hingga menabrak tubuhnya hingga hampir terjatuh namun Alvaro sigap langsung menariknya hingga Felica terjatuh di pelukannya.


"Ma'af Mba, saya tidak sengaja."


"Iya gapapa."


Alvaro menatap wajah Gadisnya.


"Al, lepasin dong." punya Felica membuat Alvaro melepaskan tangannya.


"Kamu gapapa?"


"Gapapa, makasih ya."


Alvaro mengangguk dan mereka berjalan, namun Felica kembali menatap tangannya dimana Alvaro mengandeng nya. Ada desiran aneh dalam tubuhnya atas perilaku laki-laki di depannya ini. Perhatian Alvaro, sikap baik juga pedulinya sungguh membuat Felica terkadang merasa bingung. sebenarnya kenapa Alvaro melakukan semua itu padahal dirinya hanya seorang gadis tawanan.


Hingga mereka masuk ke dalam sebuah restoran, untung saja tidak terlalu ramai mungkin karena sudah lewat jam makan siang.


"Selamat siang, Silahkan." Ucap salah seorang pelayan wanita yang datang menghampiri mereka.


Alvaro tidak sama sekali menghiraukannya, dia hanya mengecek ponselnya karena Miko mengirimkan pesan.


Felica tampak membuka buku menu, dia bingung ingin makan apa namun matanya tertuju pada barbeque chicken steak yang begitu menggoda.


"Al, kamu mau makan apa?"


"Apa saja."


Felica mengangguk dan memesannya.


"Dua barbeque Chiken steak orang'e jus dua."


Alvaro langsung menautkan kedua alisnya mendengar makanan yang Felica pesan.


"Saos tomat dan Jus ganti jus jambu." Ucap Alvaro membuat Felica menatapnya kesal.


"Ingat perut kamu."


Felica berdecak kesal, dia sangat ingin makan itu dan juga orange jus yang menurutnya sangat segar di minum siang-siang seperti ini namun Alvaro malah melarangnya.


"Jangan cemberut."


"Siapa yang cemberut."


Alvaro mengangkat kedua bahunya.


"Jelek kamu kalau cemberut gitu."


"Biarin." Kesal Felica namun malah membuat Alvaro tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Tidak lama pesanan mereka datang.


Felica tidak lagi antusias karena saosnya di ganti Alvaro.

__ADS_1


"Makan." Total Alvaro namun Felica hanya menatapnya.


"Makan sendiri atau aku suapi."


"Coba saja."


Alvaro mengangguk dan menarik pinggang Felica untuk lebih dekat dengannya.


tangannya mulai memotong kecil steak dan menyendoknya. Felica kaget saat Alvaro benar-benar menyuapinya bahkan di depan banyak orang yang datang ke restoran.


"Al,-


"Buka mulut kamu."


Dengan terpaksa Felica membuka mulutnya dan dengan sangat perhatian Alvaro terus menyuapi Felica.


"Aku makan sendiri dan kamu juga makan."


Akhirnya mereka pun makan dengan saling diam, bahkan posisi keduanya masih begitu dekat bahkan tidak ada jarak yang mengikis diantara keduanya. Seakan tidak ada yang ingin bergeser.


"Aku ke toilet sebentar." Ucap Felica.


Alvaro mengangguk dan menatap Felica yang berjalan menuju toilet. Dia pun kembali membuka ponselnya.


Felica yang sampai di toilet berdecak kesal, pasalnya dia harus menunggu beberapa orang yang juga sedang mengantri di sana. dia toilet yang rusak membuat antrian panjang.


Karena memang kebelet, akhirnya Felica pun sabar menunggu.


"Loh bener si Upik Abu."


Felica menoleh, Sela tersenyum menatapnya.


"Lo ngapain di sini, Oya gue lupa Lo kan sudah di beli Om Om ya jadi pasti Lo datang ke Mall bareng Om Lo itu kan. Secara Lo gak mungkin punya uang."


Felica menghela napasnya.


Sepupunya memang selalu saja bicara tidak enak kepadanya.


"Gimana kehidupan Lo sekarang, tapi gue lihat kayaknya Lo nikmatin deh. Apa Om itu kasih jatah Lo banyak sampai Lo bisa pergi ke Mall dan,-


Ucapan Sela terhenti dengan dia menatap penampilan Felica saat ini karena menggunakan pakaian merk terkenal.


"Pakaian Lo ini asli atau kw?"


"Aku masuk toilet dulu." Ucap Felica malas mendengarkan ucapan Sela.


"Eh tunggu dong, kenapa buru-buru?? Atau Lo sudah di tunggu Sugar Daddy Lo ya."


Felica menatap sekeliling, beberapa orang di sana menatapnya karena mendengar ucapan Sela.


"Terserah kamu mau bicara apa." Kesal Felica melepaskan tangan Sela dan berjalan masuk ke dalam toilet.


Sela tampak kesal, dia berpikir kenapa bisa Felica memakai pakaian merk ternama bahkan semua model limited edition. Dia sendiri selalu bermimpi bisa memakai pakaian itu.


Alvaro yang menunggu lama sesekali menoleh, Felica belum juga terlihat. Dia takut terjadi sesuatu dengan gadisnya.


Namun di saat akan beranjak, Felica kembali dengan wajah yang berbeda.


"Aku mau pulang." Ucapnya membuat Alvaro menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Kenapa wajah kamu?"


"Al aku mau pulang."


Alvaro menghela napasnya, dia tau jika terjadi sesuatu dengan gadisnya. Namun melihat mood Felica yang sudah berubah membuatnya menurut.


Setelah membayar semua makanan, mereka kembali berjalan menuju parkiran.


Getar ponsel Alvaro membuat langkahnya terhenti.


"Kenapa?"Ucap Felica.


"Aku angkat telpon dulu, kamu tunggu di sini jangan kemana-mana."


Felica mengangguk dan menatap sekeliling.


Alvaro berjalan sedikit menjauh karena Miko yang menghubunginya.


"Itu bukannya Sela." Gumam Felica


"Tapi dengan siapa dia?"


Felica melihat Sela bersama seorang laki-laki seumuran Paman Johan namun Sela tampak memeluk lengan laki-laki itu.


Tatapan mata keduanya saling bertemu, Sela tampak kaget namun dia tidak bisa berbuat sesuatu karena dia harus menemani laki-laki di sampingnya.


"Sela?" Panggil Felica.


Felica menatap laki-laki di samping sepupunya yang bahkan ternyata lebih tua dari Johan dan terlihat perut yang buncit.


"Siapa dia?"


"Baby siapa Dia, apa kamu kenal?" Ucap Laki-laki itu.


"Oh dia hanya pembantu di rumah. Lo belum pulang juga. emang Sugar Dady Lo gak cariin Lo?" Ucap Sela.


Felica menatap jengah laki-laki di samping Sela yang kini malah menatapnya dengan tatapan aneh membuatnya risih.


"Kenapa? Lo kaget karena gue bahkan bisa dapetin lebih dari Lo? Secara Lo di jual ke Om Om tapi Lo malah jalan sendiri."


Felica menggeleng.


"Udah lah, Lebih baik Lo pulang dan layani Om Lo itu. gak usah cari-cari sugar Daddy di luar."


"Felica."


Felica menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya, bersama dengan itu Alvaro datang menghampiri Felica dan menatap Sela yang berdiri di sana.


"Kamu udah selesai telponnya?" Ucap Felica di balas Anggukan Alvaro.


"Aku mau pulang."


"Kita pulang sekarang."


Alvaro menggandeng tangan Felica melewati Sela yang masih menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.


Alvaro masih inget siapa perempuan itu, dan bagaimana sifatnya.


Sementara Sela tampak tidak percaya dengan apa yang dia lihat, Felica bersama Alvaro dan mereka tampak sangat dekat.

__ADS_1


__ADS_2