
Elea yang baru saja tiba di parkiran kampus dengan menggunakan mobil sport keluaran terbarunya, nampak kesal melihat tempat parkirnya sudah ada yang mengisi.
Tin tin ….
Bunyi klakson dari mobil Elea terus terdengar hingga beberapa kali. Ia menghentikannya saat seorang penjaga parkir menghampirinya dengan nafas ngos- ngosan setelah berlari.
“Ada apa Nona?” tanya petugas parkir itu pada Elea yang menurunkan kaca pintu mobilnya.
“Ada apa ada apa aja lo! Siapa yang berani menempati tempat parkir gue, hah?” cerocos Elea merasa kesal.
Penjaga itu pun langusung mengarahkan pandangannya pada tempat yang biasa digunakan Elea untuk memarkirkan mobilnya.
“Astaga naga … saya benar- benar minta maaf, Non. Saya baru saja dari kamar mandi, ini orang parkir disini tanpa sepengetahuan saya. Padahal udah saya halangi dengan segitiga pembatas jalan loh.” Si penjaga parkir yang terkejut pun masih bisa membela diri.
“Pokoknya gue gak mau tahu … singkirkan mobil itu!” titahnya dengan ketus karena merasa kesal.
“Tapi Non, gimana caranya? saya aja gak tahu pemilik mobil itu siapa. Sepertinya itu milik orang baru di kampus ini.” Si petugas parkir itu menelik- nelik mobil tersebut.
Elea yang sudah malas berdebat akhirnya keluar dari mobilnya. Ia membawa tas branded miliknya lalu pergi begitu saja meninggalkan mobilnya yang diparkir sembarangan. Dan tentunya itu akan menghalangi mobil lain yang akan lewat disana, terutama menghalangi mobil yang sudah mencuri tempat parkirnya.
“Non, tunggu … ini mobilnya gimana?” teriak petugas parkir tersebut, namun Elea tak menghiraukannya dan hanya melampaikan tangannya saja. Ia terus melanjutkan langkahnya untuk masuk ke gedung kampus.
“Haduh … mentang- mentang cucu pemilik kampus ini, songongnya minta ampun … Tapi gak apalah, yang penting tips nya selalu gede,” ucap si penjaga parkir menggelengkan kepalanya.
Elea yang menggunakan pakaian modis atasan kemeja putih ala koreaan dengan rok kotak- kotak selutut, berjalan dengan anggun bak seorang peragawati.
Tentunya ia menjadi pusat perhatian mahasiswa di kampusnya, apalagi para lelaki yang selalu mendambakan Elea yang begitu cantik untuk menjadi kekasih mereka.
__ADS_1
Eela hanya fokus pada kuliah nya saja. Ia selalu memperhatikan penampilannya agar terlihat berkelas. Namun, ia tak pernah memperdulikan lelaki yang sudah banyak mendekatinya dan berusaha mendapatkan cintanya.
Jangan kan untuk pasangan, teman dekat perempuan pun ia tak punya. Ia hanya bicara dengan teman sekelas dengan seperlunya saja, sehingga orang- orang menganggap ia wanita yang sangat sombong.
“Hai, Elea ….” sapa salah seorang teman sekelas Elea bernama Tanti yang duduk di sebelah kursinya.
Tanti merupakan satu- satunya mahasiswi yang so akrab dengan Elea , meski ia selalu bersikap acuh pada Tanti. Namun Tanti seolah memahami dan mengetahui alasan dari sikap Elea yang selalu menjaga jarak dengan semua orang.
“Hmm ….” Sahut Elea tanpa menoleh, ia malah memainkan ponselnya.
“Tahu gak? Kalau di kelas kita ada mahasiswa baru loh ….” bisik Tanti memberitahu kan.
“Oh ….” Elea nampak tak perduli.
“Kok cuma Oh aja sih … mahasisawa nya coganse tahu gak ….” Tanti seolah sedang mempromosikan mahasiswa baru itu.
“Iya Coganse … cowok ganteng sekali.” Tanti memperjelas perkataanya.
“Terus?” tanya Elea dengan santainya.
“Ya siapa tahu lo naksir gitu sama dia, hehehe.” ucap Tanti cengengesan.
Elea hanya mendengus dengan memutar jengah bola matanya. Ia lalu mengambil buku dari dalam tas nya dan membaca buku tersebut, tanpa memperdulikan mahasiswa baru yang menarik perhatian.
“Yaelah, lo sebenarnya normal gak sih?” Tanti mempertanyakan.
“Bukan urusan lo ….” Elea berdiri lalu beranjak pergi meninggalkan Tanti.
__ADS_1
“Hei, lo mau kemana? Bentar lagi dosen masuk loh,” ucap Tanti setengah berteriak.
“Toilet ….” Jawab Elea tanpa menoleh sedikit pun, bahkan tak menghentikan langkahnya.
Selang beberapa saat Elea kembali ke kelasnya. Ia pun duduk di kursi yang biasa ia tempati, beruntung dosennya pun baru tiba di kelasnya setelah ia duduk.
Saat itu nampak ada yang berbeda di kelasnya, Elea pun menyadarinya. Ia yang terlihat cuek, namun sebenarnya ia sangat teliti dengan apa yang terjadi atau yang ada di sekitarnya. Matanya melirik sekilas ke arah yang dirasanya berbeda dari biasanya.
“Siapa orang itu? sepertinya aku mengenalnya … Ahh tidak mungkin, apa dia yang dibicarakan oleh Tanti tadi ya ….” gumam nya dalam hati sembari mengingat- ingat pria yang duduk hanya terhalang oleh satu kursi saja darinya.
“Woy... Andra… ternyata lo jadi juga pindah ke sini? kayaknya lo udah jadi bule deh kelamaan tinggal di luar negeri.” Salah seorang mahasiswa menyapa pria itu. Nampaknya mereka sudah kenal baik.
“Tunggu … tadi dia bilang Andra ? Sepertinya nama itu tak asing bagiku … " gumamnya dalam hati, lalu Elea mengingat- ingat nama itu.
"Ah sudah lah, nama itu kan pasaran. Pasti banyak orang tua yang memberikan nama itu padaanaknya.” Elea kembali bergumam dalam hati. Ia mengarahkan pandangannya pada pria itu.
Tak bisanya Elea memperhatikan seseorang apalagi itu seorang lelaki. Hal itu membuat Tanti tersenyum mesem mesem, karena diam- diam ia memperhatikan Elea yang terus memandangi mahasiswa baru yangdipanggil Andra oleh temannya itu.
“Sepertinya manusia patung ini tertarik pada mahasiswa baru itu,” gumam Tanti tersenyum senyum dengan terus memperhatikan Elea yang duduk di depannya.
-
-
Bersambung ….
-
__ADS_1
Happy Reading ….