Gadisku Yang Hilang

Gadisku Yang Hilang
Siapa Itu Zilya??


__ADS_3

Hari- hari Elea kini selalu dipenuhi kebahagiaan. Ia menjadi semakin dekat dengan Andra. Setiap hari selalu telponan, padahal lima hari dalam seminggu keduanya selalu bertemu di kampus. Bahkan setiap kuliah Andra selalu berangkat dan pulang bersama Elea.


Walau sampai detik ini Andra belum menyatakan perasaanya pada Elea, namun hubungan mereka sudah seperti sepasang kekasih. Entah apa yang dipikirkan Andra yang tak kunjung menjadikan Elea sebagai kekasihnya.


Namun Elea masih sabar menanti hari itu, karena ia begitu yakin jika Andra hanya mencintai dirinya dan selama dua bulan ini Andra tak pernah dekat dengan wanita mana pun.


Yessi juga tak pernah membahas soal Zilya, baik di depan Kartika ataupun di depan Andra saat mereka bertemu, demi memenuhi permintaan putri nya. Namun ia masih melakukan pencarian secara diam- diam tanpa sepengetahuan siapa pun, termasuk Elea dan suaminya, Razan.


“Jangan … jangan pergi Zilya … jangaaaannnn….” Andra terbangun dari tidurnya dengan deru nafas gusar.


Ia menyalakan lampu tidurnya , lalu mengambil air minum yang ada di atas lemari laci di samping ranjangnya. Ia membuka tutup gelasnya lalu meminum air putih itu hingga habis tak tersisa dalam sekali teguk.


Andra menghela nafas panjang beberapa kali untuk menenangkan dirinya.


“Kenapa mimpi itu datang lagi? Bukan kah Elea sudah sering bersama ku? Kenapa dia ingin pergi? Apa karena aku belum menyatakan cinta ku padanya dan hubungan kami belum jelas..."


Andra berpikir sejenak, ia merenungkan ucapannya sendiri. Bahkan ia pun bertanya- tanya pada dirinya yang tak kunjung menyatakan perasaannya dan meresmikan hubungannya dengan Elea.


“Maafkan aku Elea… “ lirihnya sedih.


Ia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Dan setelah itu ia pun kembali melanjutkan tidurnya karena perasaannya sudah merasa lebih tenang.


**


Keesokan harinya Andra pergi menemui orang yang semalam sudah dihubunginya, karena hari ini kebetulan ia tak ada jadwal kuliah.


“Pagi … Pak bos …..” sapa seseorang yang sedang duduk di dalam restoran yang sudah janjian bertemu dengan Andra itu.


“Bos dari Hongkong ….” Andra menepis panggilan temannya itu.


“Hhahaha, jangan suka merendah lo.”


“Gue ini masih mahasiswa dan belum bekerja. Jadi lo gak pantes manggil gue bos.” Andra memperjelas status dirinya yang masih pelajar itu.


“Kalau gitu anaknya bos deh ….” Temannya tetap kekeuh memaksa panggilan bos untuk Andra.


“Sialan lo….” Andra menggelengkan kepalanya sembari tersenyum ketir.


“Hahahaha …,” temannya itu malah tertawa.

__ADS_1


“Gimana? Lo udah siapin apa yang gue minta semalam?” tanya Andra langsung pada tujuan pertemuan mereka.


“Tentu saja … gue udah booking restoran outdor sesuai yang lo mau. Sekarang mereka sudah mulai mendekorasi.” Ucap orang itu memberitahukan.


“Yasudah kalau gitu, ayok kita ke sana.” Andra yang baru datang malah mengajak temannya itu untuk pergi.


“Ngapain ke sana?” tolak temannya yang bernama Ferdi itu.


“Ya melihat apa dekorasi nya lah... Sesuai keinginan gue atau tidak.” Andra ingin memastikannya.


“Yaelah, tenang aja kenapa sih. Mereka itu sudah professional, jadi lo gak perlu khawatir.” Ferdi kekeuh enggan pergi ke tempat yang sedang di dekorasi itu. “Nanti juga mereka mengirimkan foto TKP nya.”


“Oke gue percayakan ini semua sama lo... Awas saja kalau sampai berantakan.” Ancam Andra.


“Gak lah … tenang saja.” Ferdi bicara dengan santainya.


“Yasudah, gue mau nemuin Elea dulu ke rumahnya.” Andra pun kini mempercayakan semua pada temannya itu dan pamit pergi.


“Siip ….” Ucap Ferdi.


“Gue tunggu kabar dari lo.” Andra kembali mengingatkan temannya itu, takut dia lupa.


Andra beranjak pergi dengan membawa perasaan bahagia, karena akhirnya ia memilik keberanian untuk melakukan hal yang seharusnya sudah ia lakukan sejak awal ia menemukan gadis pujaan hatinya.


Ia melajukan mobilnya menuju kediaman Elea. Dan sesampainya di sana ia disambut oleh Yessi yang kebetulan sedang berada di halaman depan melihat- lihat tanaman hiasnya.


“Selamat pagi Tante ….” Sapa Andra menghampiri lalu mencium punggung tangan Yessi.


“Pagi Andra ….” Sahut Yessi dengan senyum merekah di bibir manisnya.


“Elea ada, Tante?” Andra langsung menanyakan orang yang dituju nya.


“Elea baru saja berangkat ke rumah Opa nya sama Rafathar... Katanya mau pada ngumpul sama para sepupunya.” Yessi memberitahukan.


“Oh gitu ya Tante.” Andra nampak kecewa.


“Memangnya Elea gak bilang sama kamu?” tanya Yessi heran.


“Eng enggak Tante … sejak pagi aku belum sempat menghubunginya. Tadi ada urusan dulu.” Andra memberi alasan.

__ADS_1


“Oh iya … Apa kamu mau menyusul Elea ke sana? nanti Tante kasih tahu alamatnya … Atau coba kamu telpon dulu Elea nya.” Yessi memberi beberapa opsi pada Andra.


“Iya Tante … kalau gitu aku permisi dulu. Nanti saja aku telpon Elea... Kalau nyusul ke


sana gak enak, takutnya mengganggu acara mereka,” ucap Andra yang tak mau menganggu acara keluarga Elea.


“Yasudah … terserah kamu saja.”


Tiba- tiba ada satpam menghampiri Yessi dan Andra yang sedang berbicara.


“Maaf, Bu … di luar ada tamu yang ingin bertemu Ibu,” ucapnya melapor.


“Siapa? Kok gak disuruh masuk?” tanya Yessi heran.


“Saya mau konfirmasi dulu sama Ibu. Bukankah saya tidak boleh memasukan sembarang orang...." ucap satpam.


“Oh ya, saya sampai lupa...Siapa dia? mau bertemu siapa?” Yessi kembali bertanya.


“Katanya orang suruhan ibu yang ditugaskan mencari orang yang bernama, Zi … Zi … Zilya, Bu.” Ucap satpam sembari mengingat- ingat.


Sontak Yessi membelakan matanya lebar- lebar mendengar satpam penjaga pintu gerbang menyebutkan nama Zilya di depan Andra. Yessi melirik ke arah Andra secara diam-diam, seolah ingin melihat reaksinya.


“Zilya … siapa itu Zilya , Tante ?” tanya Andra penasaran.


“Ah, bu bukan siapa- siapa … hehehe. Tante permisi dulu ya.” Yessi bergegas pergi menuju pintu gerbang untuk menemui orang tersebut.


Sementara Andra, nampak diam termenung mendengar nama yang serasa tak asing di telinga nya.


“Zilya … Zilya … siapa itu Zilya? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu ….” Ucapnya sembari mengingat – ingat.


-


-


Bersambung ….


-


-

__ADS_1


__ADS_2