Gadisku Yang Hilang

Gadisku Yang Hilang
Siapa Dia?


__ADS_3

Elea yang terus memandangi mahasiswa baru itu yang hanya tampak dari sampingnya saja, membuatnya semakin penasaran. Wajahnya tak nampak jelas, apalagi teman yang duduk di sebelahnya tidak diam dan menghalangi jarak pandangnya.


“Sssttttt ….” Tanti menyikut tangan Elea, dan itu mampu memuatnya tersentak.


“Ciee …” goda Tanti berbisik.


Elea mendengus kesal, terpaksa ia menghentikan apa yang dilakukannya karena tak mau dikira caper pada mahasiswa baru itu.


Namun tak dapat dipungkiri, ia masih penasaran pada pria itu. Dan saat mata kuliah berakhir, ia berniat menghampiri orang itu. Tapi sayangnya pria itu keburu pergi bersama temannya. ia pun mengurungkan niatnya.


Semua mahasiswa bergegas keluar setelah dosen meninggalkan kelas mereka. Namun Elea hanya terdiam di kursinya nampak memikirkan sesuatu.


“Apa aku mengenalnya? Apakah dia orang yang sama dengan orang yang ku kenal dulu?” gumam Elea dalam hati.


“Cie … tadi gak perduli, tapi kok setelah lihat orangnya kayaknya naksie ya.” Tanti kembali memggoda Elea.


“Gak usah ngarang deh lo ….” Elea bengkit dari duduknya, ia menenteng tas nya lalu beranjak pergi meningalkan kelasnya.


“Hufh … si Tanti itu kenapa sih, perasaan kepo banget sama gue … mana so akrab lagi … pengen nembeng popularitas apa sama gue …” Elea menggerutu kesal sembari berjalan menuju parkiran.


Geduk …


“Aww …” Elea meringis kesakitan. Ia mengusap- usap keningnya yang sakit. “Heh, lo tu kalau jalan lihat- li____” Elea yang menunjuk wajah orang itu tak melanjutkan perkataannya.


Betapa terkejutnya ia melihat jelas wajah orang yang sejak tadi membuatnya penasaran.


“Kamu____” ucap Elea lirih.


Orang itu mengerutkan dahinya. Ia menatap sekilas pada Elea lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun.


“Dia … apa benar itu dia ? Tapi … dia tidak mengenaliku ….” gumamnya dengan raut wajah terkejut disertai kekecewaan.


Elea kembali melanjutkan langkahnya dengan gontai dan perasaan tidak karuan. Entah ia harus senang saat bertemu dengan orang itu, entah ia harus acuh tak acuh seperti biasanya terhadap orang di sekelilingnya.


“Non … aduh Non, gawat …” penjaga parkir tiba- tiba menghampiri Elea dengan raut wajah ketakutan.


Sontak Elea membuyarkan lamunanya. Ia menghela nafas sejenak dan mengembalikan raut wajah yang biasanya ia tampilkan di depan orang banyak. Wajah dengn aura dingin dan sombong serta tak pernah memperdulikan orang disekitarnya.

__ADS_1


Elea tak menghiraukan si penjaga parkir, ia malah melengos begitu saja berjalan menuju tempat ia memarkirkan mobilnya.


Tin tin tin ….


Suara klakson mobil nampak dinyalakan berkali- kali. Dan ternyata itu berasal dari mobil yang menempati tempat parkir Elea.


“Heh, kebetulan pemilik mobil itu ada di sini … Berani sekali dia menempati parkiran milikku.” Ketus Elea dengan mempercepat langkahnya untuk menghampiri pemilik mobil tersebut.


Tin tin tin ….


Elea semakin kesal karena orang itu tak hentinya menyalakan klakson. Ia mendekat paa pinti mobil yang pengendara.


Tok tok tok


Elea mengetuk jendela kaca mobil tersbut. “Bersisik lo … keluar!!” bentaknya dengan perasaan luar biasa kesal.


Orang itu pun menghentikan aksinya, ia mematikan mesin mobilnya dan membuka pintu molil tersebut. Betapa terkejutya Elea melihat orang yang keluar dari mobil itu


“Ka kamu ….” ucap Elea terbata-bata.


Orang itu mendengus kesal “Kau lagi ….” Orang itu pun tampak kesal.


“Derald….” Ucapnya lirih. Tiba- tiba nama itu keluar begitu saja dari bibir manisnya.


Orang itu nampak terkejut mendengar ucapan Elea.


“Andra... lama banget sih lo … katanya mau ngambil mobil doang.” Salah seorang temannya menghampiri kedua insan yang tengah saling beradu pandang itu.


“Apa? Tadi dia bilang Andra? Jadi … dugaan ku salah. Jadi orang ini namanya Andra bukan Derald ….” Elea bergumam dalam hatinya. Ia lalu pergi begitu saja dan masuk ke dalam mobil yang diparkirkan tepat di depan mobil milik pria yang bernama Andra tersebut.


Elea menyalakan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan parkiran kampus. Sementara pria yang bernama Andra itu tak melapaskan pandangannya dari Elea , hinga mobilnya sudah tak terihat lagi.


“Woy … biasa aja kali ngelihatin nya. Jangan terlalu banyak berharap, nasib lo bakalan sama dengan semua cowok yang ada disini, hanya bisa memandangi cewek sombong itu. Tidak ada yang mampu menaklukannya.” Kemal temannya Andra memberi tahukannya tentang gadis kampus yang sulit ditaklukan.


“Ngomong apa sih lo … siapa juga yang naksir sama tuh cewek jutek.” Andra menyangkalnya.


“Terus kenapa lo ngelihatin dia kayak gitu? Kelihatan mupeng tahu gak sih lo.” Kemal terus menggoda Andra.

__ADS_1


“Bukan apa- apa … aneh saja kenapa dia parkir di depan mobil gue dan bahkan menghalanginya. Padahal kan parkiran disinicukup luas.” Andra merasa heran.


“Astaga … gue baru nyadar … kenapa lo parkir di sini?” Kemal nampak terkejut dan ketakutan hingga ia mengedarkan pandanganya kesana kemari seolah takut ketahuan.


“Loh, apa salahnya? Ini kan memang area parkir. Jadi wajar dong gue parkir di sini.” Andra merasa heran.


“Iya, seperti yang lo bilang tadi, parkiran di sini cukup luas. Tapi kenapa lo malah parker tepat di titik ini?” Kemal menunjuk tanag tempat mobil Andra parkir.


“Apa salahnya? Oang di sini tadi kosong, yaudah gue parkir maobil gue di sini.” Andra mengemukakan alsannya.


“Lo tuh sebagai mahasiswa baru nanya- nanya dulu kek ke gue. Ini tuh parkiran khusus untuk tuh cewek. Dan selama ini gak pernah ada yang berani menempatinya.” ucap kemal menjelaskan.


“Apa? Apa- apaan itu? memangnya dia siapa musti punya parkiran khusus segala. Bukannya dia sama aja mahasiswa seperti kita.”


“Iya, dia mahasiswa seperti kita. Hanya saja dia cucu dari pemilik kampus ini, Andra ….” Kemal pun memberitahukan ati diri Elea.


“Udah yuk cabut … lain kali lo jangan parkir di sebelah sini lagi, kalau gak mau berurusan dengan tuh cewek atau para pengawal bayangannya.” Lanjutnya mengajak pulang.


“Pengawal bayangan?” tanya Andra heran dan semakin bingung.


“Iya … Karena tuh cewek anak perempuan satu- satunya di keluarganya, jadi orang tuanya selalu memberi pengawalan kemana pun tuh cewek pergi. Cuma ya karena dia gak suka dikawal terang- terangan, akhirnya pengawalannya secara sembunyi- sembunyi.” Kemal menjelaskan.


“Kayak anak raja aja.” Andra tersenyum ketir.


“Aduh, gue kok kayak cewek ya bergibah gini. Udah yuk ah balik.” ajak Kemal.


“Lo yang bawa mobilnya.” Andra pun masuk kedalam mobil dan duduk di sebelah pengemudi.


Sepanjang perjalanan Andra terlihat memikirkan sesuatu. Sepertinya seorang Elea mampu membuatnya terbayang- bayang pada kecantikan gadis cantik itu.


“Siapa dia? Kenapa dia menyebut nama Derald saat bertatapan dengan ku? Sepertinya dia tidak asing bagi ku ….” gumam Andra dalam hati.


-


Bersambung ….


-

__ADS_1


-


Happy Reading


__ADS_2