
Andra yang baru saja keluar dari toilet, berjalan kembali menuju ruang ekslusif di restoran tersebut.
Padahal di sana terdapat toilet khusus, namun ia lebih memilih pergi ke toilet yang berada di luar ruangan tersebut. Nampaknya ia ingin menghindari Elea.
Bruk …
“Maaf … maaf, Mas … saya tidak sengaja ….” Ucap salah seorang pelayan yang bertubrukan dengan Andra hingga tak sengaja menumpahkan minuman pada pakaian Andra.
“Ya ampun … kalau jalan itu lihat- li____” Andra yang menunjuk wajah pelayan tersebut tak melanjutkan ucapannya saat melihat wajah sang pelayan.
“Kamu ….” Andra nampak terkejut.
“Anda ….” pelayan itu pun terkejut dan keduanya berucap bersamaan.
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Andra pada pelayan tersebut.
“Sa saya bekerja di sini ….” Pelayan itu menjawab dengan perasaan takut.
“Dasar ceroboh … ternyata selain suka bawa motor kebut- kebutan, kamu juga suka numpahin minuma ke baju orang!” ucap Andra ketus.
“Saya kan tadi sudah minta maaf … lagian anda tadi berjalan sambil melamun, justru anda yang menabrak saya.” pelayan itu pun tak kalah sewot, karena tak ingin disalahkan.
“Apa? Kamu kok jadi nyalahin saya!” Andra tak terima dipersalahkan.
“Ada apa ini?” terdengar suara baritone seseorang yang datang menghampiri mereka.
“Queen, ada apa ini?” tanya nya lagi pada pelayan tersebut.
“Pelayan ini sudah menabrak saya dan menumpahkan minuman ke baju saya sampai kotor juga basah seperti ini.” Andra melaporkan kejadian yang dialaminya pada orang tersebut.
“Apa benar itu Queen?” tanya pria itu pada pelayan yang yang ternyata bernama Queen tersebut.
“Iy iya, Pak … tapi saya benar- benar tidak sengaja. Dan perlu saya luruskan, yang menabrak itu dia Pak, bukan saya.” Queen kekeuh menyalahkan Andra.
“Enak saja kamu kalau bicara … jelas -jelas yang menabrak saya itu kamu!” Andra masih tak terima disalahkan.
“Saya gak biacara seenaknya, tapi itulah kenyataannya. Anda berjalan sembari melamun, saat di tikungan itu anda menabrak saya yang sedang terburu- buru.” Queen terus berusaha membela dirinya.
“Diam kamu Queen, minta maaf sekarang!!! " Ucap pria itu memberi perintah pada Queen dengan nada tegas.
Queen mendengus kesal. Ia menatapntajam pada Andra.
__ADS_1
" Dasar menyebalkan ... Orang kaya memang selalu benar dan hobi menidas orang kecil, gerutu Queen dalam hati.
"Quen!! Apa ucapan saya kurang jelas?!" pria itu mempwringatkan Queen.
“Maaf, Mas ….” Ucap Quen dengan nada malas dan kesal.
Pria itu mengarahkan pandangannya pada Andra sembari merengkuhkan tubuhnya.
“Saya selaku manager di restoran ini meminta maaf atas keteledoran pegawai kami. Saya akan mengajari pegawai saya ini agar lebih hati –hati dalam berkerja. Sekali lagi saya minta maaf.” Ucapnya pada Andra.
“Baiklah, saya maafkan … Asalkan anda memberi pelajaran yang tegas pada pelayan ini ….” Andra menunjuk ke arah Queen, ia lalu beranjak pergi meninggalkan Queen dan manager restoran itu begitu saja.
Andra pun kembali ke toilet untuk membersihkan pakaiannya yang terkena jus.
Setelah beberapa saat ia pun keluar dari toilet dan kembali ke ruangan tempatnya makan malam bersama Elea dan orang tuanya.
“Andra … kamu baik- baik saja,Nak? Kok lama banget ke toiletnya?” tanya Kartika saat Andra baru saja sampai di meja mereka.
“Gak apa- apa Ma … tadi pas aku keluar dari toilet bertabrakan dengan seorang pelayan dan bajuku kena tumpahan minuman jus. Jadi aku membersihakknya dulu.” Andra menjelaskan alasan kepergiannya yang cukup lama.
“Ya ampun .. kenapa bisa ada pelayan yang ceroboh begitudi restoran mewah seperti ini?” Kartika nampak terkejut.
“Iya , aku juga berpikiran seperti itu. Beruntung tadi ada manager restoran ini. Aku sudah mengeluhaknnya padanya." ucap Andra kemudian duduk dibkursi yang sebelumnya ia duduki.
“Andra, baju mu sepertinya basah, nanti kamu bisa masuk angin.” Elea mulai memberikan perhatian pada Andra.
“Tidak apa- apa, hanya basah sedikit saja kok.” ucapnya nampak cuek.
“Elea benar, Andra. Sebaiknya kita pulang saja ya, Mama takut kamu bisa sakit kalau memakai baju basah seperti itu.” ucap Kartika.
“Saya minta maaf atas ketidak nyamanannya, Bu Tika ….” Ucap Razan yang merasa bersalah karena ia yang merekekomendasikan restoran itu utuk acara makan malam mereka.
“Tidak apa-apa Pak Razan. Ini kan salah pelayannya. Tidak ada hubungannya dengan Pak Razan. Dan maaf, sepertinya kita akhiri saja pertemuan makan malam ini,” ucap Kartika yang mengkhawatirkan Andra.
“Baiklah kalau begitu … Saya dan Andra permisi pulang duluan ya …. Terimakasih atas undangan makan malamnya, semoga anak- anak bisa semakin akrab ya.” ucap Kartika berpamitan.
Mereka saling besalaman dan Kartika bersama Andra pun beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Elea nampak terlihat sedih, karena ia tak bisa ngobrol lebih lama lagi dengan Andra. Padahal sebelumnya ia merasa sangat senang.
“Sudah, jangan bersedih … bukannya kamu bilang kalian satu kampus dan satu kelas malah. Jadi besok kan bisa bertemu lagi di kampus.” Yessi yang memperhatikan putrinya malah menggoda Elea.
__ADS_1
“Mama apaan sih ….” Elea nampak malu- malu kucing.
“Ternyata kamu sudah menyukai anaknya Kartika itu ya ….” Razan pun ikut menggoda Elea.
“Papa apaan sih ….” Elea semakin malu.
“Cie … yang mau dijodohkan ….” Rafa tak mau ketinggalan.
“Kalian apaan sih. Orang kita cuman temenan aja kok ….” Elea berdalih.
“Sudah sudah, ini sudah malam … sebaiknya kita juga pulang.” Ucap Yessi.
“Rafa … tolong bayarkan bil nya ya. Papa, mama dan adik mu pergi ke perkiran lebih dulu.” ucap Razan.
“Siap, Pa ….” Rafa mengangkat tangan agar pelsyan menghampirinya.
Mereka bersiap untuk segera pulang.
Sementara Andra yang sudah sampai di parkiran, menekan tomol di kunci mobil untuk membuka kuncinya. Sedangkan Kartika menunggu di depan pintu utama restoran.
Saat hendak menaiki mobil, terdengar suara tanisan seseorang dari balik tembok pembatas parkiran motor dan parkiran mobil. Andra pun mengurungkan niatnya untuk masuk, dan malah mencari asal tangisan itu.
Betapa terkejutnya Andra melihat orang yang menangis sembari duduk dengan menekuk kedua kakinya di parkiran yang nampak kosong tersebut. Ia sedang menangis di samping sebuah motor yang sama yang dipakainya saat menjadi sopir ojek online.
Dari situlah Andra meyakini jika yang menangis itu adalah pelayan yang tadi bertubrukan dengannnya.
“Dia … kenapa dia menangis??” gumamnya bertana- tanya dalam hati.
"Bukannya itu pelayan uang bernama Queen tadi?" ia kembali bergumam dalam hati.
Andra mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil. Ia menekan tombol danbkembali memgunci pintu mobilnya.
Perlahan ia melangkah untuk menghampiri pelayan yang bernama Queen tersebut.
-
-
Bersambung ….
-
__ADS_1
-
Happy Reading ….