Gadisku Yang Hilang

Gadisku Yang Hilang
Mama Janji


__ADS_3

Elea yang baru saja tiba di kediamannya masuk dengan pikiran yang berkecamuk. Ia tak bisa berhenti memikirkan pria yang bernama Andra itu. Elea pun bergegas pergi ke kamarnya. Ia mencari sesuatu yang berhubungan dengan sahabat masa lalunya.


Sebenarnya ia ingin mengubur dalam- dalam kenangan tentang kedua sahabat yang sudah meninggakannya itu. Namun rasa penasarannya kini lebih besar dari pada kekecewaannya di masa lalu yang membuatnya seolah trauma sehingga ia tak mau berteman akrab apalagi memiliki seorang sahabat di dalam hidupnya.


Keluarga yang sangat menyayanginya saja sudah cukup baginya, karena menurutnya keluarga tak akan meninggalkannya dalam kondisi atau karena alasan apa pun. Ikatan darah jauh lebijh kental dari air.


“Dimana benda- benda itu? perasaan aku beum membuangnya …” Elea menggerutu kesal karena tak kunjung menemukan apa pun di semua tempat yang ada di dalam kamarnya.


"Argh ... Dimana sih dulu aku menyimpannya ... Kenapa bisa sampai lup begini sih ...." Elea tak kunjung berhenti terus menggerutu kesal.


Akhirnya ia menyerah dan tak ingin lagi mencarinya hanya seorang diri. Ia pun keluar dari kamarnya.


“Bi Darmih!!!” teriaknya memanggil salah satu asisten rumah tanga di kediamannya. Tak lama Bi Darmih pun datang menghampiri.


“Maaf Non ada yang bisa Bibi bantu?” tanya Darmih yang baru saja masuk setekah ia mengetuk dan dipersilahkan masuk oleh Elea.


“Dimana kotak yang berisi mainan masa kecil ku?” Elea yang tak bisa menemukannya malah menanyakan keberadaan barang pribadinya pada sang asisten rumah tangga.


“Kotak?” tanya Darmih sembari mengingat- ingat. “Kalau tidak salah dulu Non meminta Bibi untuk membuangnya, kan?” Darmih kembali bertanya.


“Apa? Apa iya aku menyuruhmu seperti itu?” Elea seolah sudah amnesia.


“Iy iya Non.” Darmih mengangguk.


“Terus barang itu dibuang?” tanya Elea memastikan.


“A anu Non … Saat Non meminta Bibi membuangnya, Non dalam keadaan marah dan sedih. Bibi pikir suatu saat nanti Non akan menanyakannya lagi, jadi Bibi menyimpannya di gudang,” ucapnya menjelaskan.


Elea bernafas lega, karena barang yang dicarinya ternyata belum dibuang. Pikirnya ia masih memiliki kesempatan untuk menemukan hal yangmembuatnya hampir mati penasaran itu.

__ADS_1


“Bawa barang itu ke hadapan ku sekarang juga!” titahnya dengan nada tegas.


“Baik, Non ….”


Darmih pun segera melaksanakan perintah darimajikannya itu. sembari menunggu Bi Darmih, Elea pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah melewati hari yang cukup melelahkan baginya.


Elea yang baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono serta rambutnya ditutup handuk untuk mengeringkan setelah keramas, Bi Darmih pun telah kembali dengan membawa sebuah otak yang diminta oleh Elea.


“Lama banget sih!” ucapnya dengan nada ketus.


“Maaf, Non … tadi Bibi agak kesulitan mencarinya karena sudah sangat lama jadi lupa tepatnya ditaruh dimana. Dan tadi kotaknya sudah dibersihkan terlebih dahulu dari debu- debu yang mengotorinya.” Darmih memberi penjelasan soal keterlambatannya.


Elea pun langsung mengambil kotak tersebut dan menyuruh Bi Darmih meninggalkannya di kamar. Ia duduk di atas tempat tidur lalu membuka kotak tersebut.


Hatinya terenyuh melihat foto kebersamaannya bersama kedua sahabat yang sudah meninggalkannya dan hingga kini tak pernah ia dapatkan kabarnya sama sekali.


Elea memperhatikan baik- baik foto Derald yang menurutnya sangat mirip dengan Andra. Bedanya Derald dulu bertubuh bulat, jika Andra memiliki perawakan tinggi dengan badan atletis.


“Apa mungkn dia Derald? Tapi .. kemapa dia tidak mengenaliku … Argh sudah lah … mungkin dia memang sudah melupakan ku yang hanya beberapa bulan saja bersahabat dengannya.” Elea menyimpan kembali foto- foto itu ke dalam kotak.


Namun saat ia melihat barang lain, nampak ada sebuah kotak kecil yang mengingatkannya pada suatu hal. Elea pun membukanya.


“Ini satu- satunya barang yang kau tinggalkan, Zilya ….” ucapnya sembari memandangi benda yang dipegangnya.


Elea kembali menutup kotaknya dan menyimpannya di kolong ranjang miliknya. Sementara barang itu terus digenggamnya.


Air matanya pun jatuh, ia tak kuasa menahan kesedihan kala mengingat betapa bodohnya dia yang sudah menjauhi sahabtnya hanya gara- gara tidak mau diajak bermain. Hingga sahabatnya benar- benar meninggalkan dirinya sebelum ia meminta maaf.


“Zilya … kau dimana?” lirihnya sedih. Ia pun berbaring di tempat tidurnya hingga ia tertidur.

__ADS_1


Tak lama, Yessi masuk ke dalam kamar putrinya yang dipangil- panggil tak menyahut.


“Oh, pantas saja gak terdengar suaranya, ternyata tidur toh.” Yessi tersenyum menggelengkan kepalanya.


“Ya ampun, anak ini … habis mandi kok malah tidur …. Rambutnya masih terbungkus handuk lagi. Gimana kaau ada yang masuk ….” Yessi hendak membangunkan Elea, namun saat ia melihat benda yang dipegang Elea, ia pun mengurungkan niatnya.


“Kasihan anak ini, pasti sangat merindukan Zilya ….” Lirihnya sedih. Yessi tahu betul apa yang dirasakan Elea sepeninggalnya Zilya yang merupakan sahabat Elea yang sangat dekat dengannya.


“Zilya … Jangan pergi … jangan tingalkan aku ….” Elea yang tengah tidur nyenyak mengigau.


Yessi merasa sangat sedih melihat hal itu. Karena ia pun sama halnya dengan sang putri, sangat merindukan Zilya.


“Dimana anak itu sekarang? Kenapa anak buah Mas Razan tak ada yang berhasil menemukannya dalam 13 tahun ini.” Yessi bergumam sendiri.


“Haruskah aku menyewa detektif swasta untuk mencari keberadaan Zilya dan neneknya?” lanjutnya lagi.


Yessi mengusap lembut kepala Eela yang sedang tidur nyenyak. Tatapannya sendu mengingat rasa sakit yang dipendam putrinya selama 13 tahun karena rasa bersalahnya yang menyebabkan sahabatnya meninggalkan dirinya.


“Mama janji akan menemukan Zilya lagi untuk mu sayang .. Agar kamu bisa kembali ceria seperti dulu lagi. Menjadi pribadi yang baik dan tak seperti sekarang yang selalu emosional dan acuh terhadap orang lain,” gumamya dalam hati.


" Mama akan menemukannya , sayang ... Mama janji."


Yessi mengecup kening putri yang sangat disayanginya.


-


Bersambung ….


-Happy Reading ….

__ADS_1


__ADS_2