Gadisku Yang Hilang

Gadisku Yang Hilang
Aku Akan Segera Menemukan mu...


__ADS_3

Andra melangkah perlahan untuk menghampiri gadis yang sedang menangis itu. Disana nampak sepi dan hanya terlihat ada tiga motor saja yang terparkir di dekat gadis itu.


Kini ia berdiri tepat di samping gadis yang tengah duduk di parkiran sembari memeluk kedua kakinya yang ditekuk.


Ia yang menyadari ada orang, dengan segera menghapus air matanya. Ia menanggahkan kepala dan mengarahkan pandangannya pada orang yang berdiri itu.


“Kau ….” Ucapnya saat melihat wajah Andra, Queen pun berdiri lalu memberi tatapan tajam pada pria yang berdiri di hadapannya itu.


“Mau apa kau kesini? Apa kau belum puas melihat aku dipecat, hah?” Queen yang masih sesenggukan nampak emosi.


“Apa? Kau dipecat?” tanya Andra terkejut.


“Iya … dan itu gara- gara kau menabrakku hingga tak sengaja aku menumpahkan minuman jus pada baju mu. Kau yang salah kenapa harus aku yang dipecat?” Queen meluapkan kekesalannya pada orang yang menyebabkan ia dipecat itu.


“Aku hanya minta kau diberi sanksi atas kelalaian mu. Aku tidak menyangka kalau manager itu akan memecat mu….” ucap Andra yang tak berpikir sejauh itu.


“Kau pikir sanksi apa yang akan diberikan selain dipecat, dasar bodoh ….” Queen semakin emosi hingga ia mengatai Andra.


“Hei, apa maksud mu mengatai aku bodoh?” Andra tak terima.


“Baiklah kalau begitu, kau idiot, brengsek... Mentang- mentang orang kaya, dengan seenaknya berbuat sesuka hati menindas orang miskin….” Queen malah semakin mengejek lebih parah lagi.


“Apalagi itu … kenapa kau malah semakin menghina ku?” Andra kini yang merasa kesal.


“Aku tidak perduli, aku akan menghina mu sesuka hatiku... Toh aku sudah dipecat ini, jadi tidak perlu takut bersikap seenaknya padamu. Kau juga bersikap seenaknya padaku, orang kaya memang sama saja. Tidak pernah memperdulikan kesulitan orang miskin seperti kami.” Queen tak hentinya nyerocos untuk meluapkan kekesalannya. Hingga air matanya kembali menetes, dan Queen pun terus menghapusnya dengan telapak tangannya.


Andra nampak tertegun mendengar semua ucapan Queen. Hatinya merasa terenyuh melihat Queen menangis. Ia merasa bersalah karena menjadi penyebab Queen kehilangan pekerjaannya.


“Kenapa perasaan ku seperti ini? Rasanya hatiku sakit melihat air matanya terus mengalir. Ada apa dengan ku?” Andra bertanya- tanya dalam hatinya.


“Minggir ….” Queen mendorong Andra, kemudian ia menaiki motor yang terparkir di samping tempat Andra berdiri.


Ia memakai helm lalu menyalakan mesin dengan menekan starter motor metic-nya. Ia pun pergi begitu saja melajukan motorna meninggalkan Andra yang tak henti memandanginya hingga ia keluar dari area parkir.


“Queen … apakah sebelumnya aku mengenal mu? Kenapa rasanya kau tak asing bagi ku?” Andra kembali bertanya- tanya dalam hatinya.

__ADS_1


Tiba-tiba ponselnya berbunyi disertai getaran.


Suara deringan ponsel mampu membuyarkan lamunannya. Ia mengambil ponsel dari dalam saku celananya, yang ternyata itu adalah Kartika, sang mama.


“Hallo, Andra … kamu dimana? Kok lama banget ngambil mobilnya?” Kartika nampak merasa kesal menunggu Andra yang tak kunjung datang.


“Maaf Ma , tadi aku ada sedikit kendala … Aku kesana sekarang ya,” ucapnya lalu mematikan sambungan telponnya. Andra pun kembali ke tempat ia memarkirkan mobilnya. Ia lalu segera melajukan mobilnya meninggalkan parkiran tersebut.


**


“Ma, maksud Mama apa sih pakai acara menjodoh- jodohkan aku dan Elea segala?” Andra akhirnya bisa memprotes tindakan ibunya yang sejak tadi dipendamnya saat mereka baru saja memasuki rumah.


“Sayang, kita baru saja sampai. Mama capek, besok kita bicarakan ini lagi ya.” Kartika melanjutkan langkahnya menuju kamar dan ia nampak menghindari pembicaraan dengan putranya.


“Enggak Ma, kita harus membicarakannya sekarang juga. Dan aku menolak perjodohan ini!!" ucapnya menegaskan denfan terus membuntuti Kartika.


Kartika menghela nafas sejenak. Ia berbalik dan menghampiri Andra yang sebelumnya berada di belakangnya.


“Andra Mama hanya memikirkan kebahagiaan kamu, itu saja... Darindulunkamuntak mau dekat dengan wanita mana pun... Orang tua mana yang tidak khawatir.... ”


“Pasangan apa? Selama ini kamu terus mencari wanita yang selalu datang dalam mimpi mu itu... Mama tidak mau kamu terus mengharapkan sesuatu yang tak nyata... Elea ada di depan mata, dia anak yang baik, cantik, berkelas dan dari keluarga baik- baik.” cerocos Kartika.


“Cukup Ma … Dia nyata, dia benar- benar ada dalam hidup ku... Kalau saja setelah kecelakaan itu ingatan ku tidak hilang, mungkin aku akan mudah menemukannya,” ucapnya nampak kesal.


“Menemukan siapa? Namanya saja kamu tidak tahu … Sudahlah, kamu coba dulu dengan Elea … Mama kan sudah bilang kalau kalian saling mengenal saja dulu. Kalau kalian tidak cocok, Mama tidak akan memaksa kamu untuk menjalin hubungan dengan Elea. Kalian bisa berteman dulu, kan.” Kartika terus membujuk Andra.


“Tapi Ma____” Andra masih berusaha menolak.


“Andra, sudah cukup … Tolong jangan bantah Mama lagi. Ini semua demi kebaikan mu,” ucap Kartika dengan nada tegas.


Andra mendengus kesal, ia selalu tak bisa membantah ucapan ibunya. Selama ini ia memang anak yang sangat patuh pada ibunya.


“Oh ya … ada satu hal lagi … Elea ternyata dulunya pernah sekolah di SDN Hirnayasa dan satu kelas dengan mu... Bahkan dia tahu nama panggilan masa kecil mu, Derald... ” Kartika memberitahukan pembicaraannya dengan Elea.


“Apa?” Andra terkejut mendengar hal itu. Ia lalu terpikir akan sesuatu. “Mama gak mengarang cerita kan supaya aku bisa dekat dengannya?” tanya Andra menaruh curiga.

__ADS_1


“Untuk apa Mama bohong? Tadi dia sendiri yang menanyakan tentang mu pada Mama, saat kamu sedang ke toilet.” Kartika menjelaskan.


“Apa? Menanyakan hal apa?” Andra nampaknya sudah mulai penasaran.


“Ya itu … Dia menanyakan apa kamu pernah sekolah di SDN Hirnyasa, kenapa kamu menghilang setelah kecelakaan, bahkan dia tahu jika yang suka mengantarkan mu ke sekolah adalah Mbak Rina, kakak Mama yang saat itu menjaga mu selagi Mama kerja di Amerika.”


“Apa? Jadi Elea benar- benar teman sekolah SD ku sebelum aku mengalami kecelakaan itu?” Andra masih merasa tak percaya dengan apa yang didengarnya.


“Iya ….” Kartika mengangguk.


“Lalu?” tanya Andra lagi.


“Lalu apa maksud mu?” Kartika malah balik bertanya.


“Lalu dia bicara apalagi?” Andra memperjelas maksud pertanyaannya.


“Sudah hanya segitu saja….” Kartika mengedikkan bahunya.


“Kenapa Mama tidak bertanya lebih banyak lagi padanya?” Andra kini malah memprotes ibunya.


Kartika mendengus kesal. “Kamu kan sekarang sudah kenal dengannya. Jadi tanyakan saja sendiri. Sudah ah, Mama ngantuk mau mandi terus tidur.” Kartika pun melengos begitu saja.


“Ma ….” Panggil Andra.


Kartika menoleh. “Apalagi sih? Sudahlah, besok juga kamu akan bertemu dengan Elea di kampus kan? Tanyakan saja sendiri.” Kartika pun pergi meninggalkan Andra dan memasuki kamarnya.


Andra yang masih terkejut dengan apa yang baru diketahuinya, kini bisa tersenyum bahagia. Seolah ia mendapat pencerahan karena mnemukan orang yang pernah berteman dengannya di masa lalu.


“Jadi, Elea adalah teman sekolah ku dulu?” gumamnya dalam hati. “Baguslah, kalau begitu, aku bisa mengorek informasi darinya untuk menemukan gadis yang selalu datang dalam mimpiku.” Andra kembali bergumam. Ia pun berjalan melangkah menaiki tangga meniiju kamarnya sembari tersenyum bahagia.


“Aku akan segera menemukan mu, gadis mimpi ku ….” Gumamnya penuh harap.


-


-

__ADS_1


Bersambung ….


__ADS_2