Gadisku Yang Hilang

Gadisku Yang Hilang
Perhatian Andra


__ADS_3

Kecangungan kembali terasa diantara keduanya, apalagi Ekea yang merasa sangat malu dengan ucapan yang tanpa sadar ia lontarlan begitu saja. Ingin rasanya ia segera sampai ke kampus agar tak berduaan lagi seperti ini dengan Andra.


Andra pun yang sejak tadi nampak cuek, tak menghiraukan Elea, dan lebih memilih konsenterasi menyetir. Walaupun sebenarnya banyak yang ingin ia tanyakan pada Elea tentang masa kecil mereka dulu. Namun ia menahannya karena merasa kurang etis membicarakan hal tersebut saat menyetir, dan lagi ia takut jika Elea mengetahui jika ia ingin mengoek informasi mengenai gadis yang selalu datang dalam mimpinya.


Sesekali Andra melirikan matanya untuk melihat Elea. “Sepertinya bukan dia gadis kecil yang selalu datang dalam mimpiku, tapi … Argh … aku akan mencari tahunya nanti. Dan aku harus melakukannya secara perlahan, agar dia tidak mengetahui maksud dan tujuanku yang sebenarnya bersedia dekat dengannya” gumamnya dalam hati.


“Ehem … “Andra berdahem seolah ingin memecah kesunyian. “Pagi ini kita ada mata kuliah apa?” tanya Andra basa- basi.


“A apa?” Elea yang sejak tadi terhanyut dalam lamunannya malah bertanya dengan gelagapan. Sepertinya ia terkejut mendengar Andra yang tiba- tiba mengajaknya bicara.


“Pagi ini kita ada mata kuliah apa? Aku lupa belum melihat jadwal tadi.” Andra kembali mengulang pertanyaannya.


“Oh, pagi ini ada kelas matematika bisnis.” Elea berusaha bersikap tenang, agar tak kelihatan jika ia benar- benar menyukai Andra dan mengaguminya.


“Oh gitu ya … kelasnya yang kemarin atau dimana?” tanya Andra lagi.


“Kalau matematika bisnis, kelasnya di lantai tiga,” ucapnya tersenyum. “Em, apa kau tahu? dosennya itu sangat disiplin. Kalau kita telat satu menit saja, tidak akan diperbolehkan masuk ke kelasnya dan akan di anggap bolos dalam absensinya itu.” Elea berusaha mencari topik agar bisa terus mengobrol dengan Andra.


“Oh ya … bagus dong …” Andra nampaknya setuju dengan cara dosen tersebut mendisiplinkan mahasiswanya.


“Iya sih bagus, dan kita harus berangkat pagi- pagi sekali. Apalagi saat mengerjakan tugas, kurang satu tanda titik di akhir kalimat saja, beuh. Langsung di kembalikan dan harus direvisi ulang hari juga. Kalau diserahkan besok, nilainya tidak akan keluar.” Elea menyebutkan hal lain tentang apa saja yang akan dilakukan dosen tersebut dalam cara pengajarannya.


“Keren tau dosen yang seperti itu, jadi mahasiswa nya disiplin dalam segala aspek yang berhubungan dengan mata kuliahnya. Jadi bisa memotivasi agar tidak bermalas- malasan.” Andra semakin mendukung sikap dosen itu.

__ADS_1


“Iya sih, Tapi saat dia ngajar tuh kayakanya suasana dalam kelas tuh horor banget, hahaha.” Ucapnya lalu tertawa.


“Hahahaha … memangnya dia hantu.” Andra pun ikut tertwa, dan hal itu benar- benar bisa mencairkan suasana angker diantara keduanya.


“Lebih serem dari hantu tahu gak. Hahaha,” Elea semakin megejek dosen itu.


Andra terkekeh sembari menggeleng- gelengkan kepalanya. Nampaknya obrolan mereka mampu mencairkan suasana, dan kecanggungan pun seolah mengilang begitu saja. Mereka pun terus mengobrol seputar mata kuliah dan dosen lainnya hingga sampai di parkiran kampus.


“Ayok, kita harus segera ke kelas,” ajak Elea yang baru saja turun dari mobil.


“Elea, tunggu !” Andra yang baru keluar dari mobil menghentikan langkah Elea yang hendak beranjak pergi.


“Loh, ada apa?” tanya Elea heran.


“Aduh … kan tadi aku udah bilang, kalau dosen ini harus tepat waktu.” Ekea mengingatkan Andra akan kedisiplinan dosen mata kuliah yang ia ceritakan saat di perjalanan tadi.


“Masih ada waktu setegah jam lagi, Elea .” Andra menunjukan jam tangannya pada Elea.


“Tapi____” Elea nampak tak setuju dengan ajakan Andra untuk pergi ke kantin dulu.


“Apa kamu lupa dengan ucapan mama mu tadi? Kamu belum sarapan, dan kamu sudah bilang akan beli makanan saat tiba di kampus, kan?” Andra mengingatkan Elea akan pesan Yessi.


“Jadi, ayok kita ke kantin dulu membeli makanan. Setelah itu baru kita ke kelas. Jangan sampai kamu pingsan lagi seperti kemarin,” ajaknya memaksa.

__ADS_1


Elea tertegun mendengar perkataan Andra. Ia merasa diperhatikan oleh pria yang sejak tadi dipangggilnya Derald itu. Dan hal itu semakin membuatnya berbunga- bunga hingga mabuk kepayang.


“Ahhhh … kamu perhatian banget, Derald ku ….” gumamnya dalam hati dengan menampakan raut wajah berseri- seri hingga membuatnya senyam- senyum sendiri, seolah tengah melayang- layang di atas awan penuh cinta.


“Hei … ayok kita ke kantin. Katanya gak mau terlambat masuk kelas.” Andra menepuk pundak Elea, dan hal itu mampu membuyarkan lamunannya.


“Iy iya … ayok ….” ucapnya gelagapan, ia pun beranjak pergi bersama Andra berjalan menuju kantin kampus.


Setelah ia membeli roti dan susu kotak, ia pun mengajak Andra untuk segera ke kelas. Namun Andra malah mengajak Elea makan di meja kantin padahal ia hanya akan makan roti saja dan minum susu kemasan kotak.


“Pelan- pelan dong makanya, nanti keselek loh.” Ucap Andra seolah mengajari Elea seperti anak kecil. Setelah semuanya habis, ia mengajak pergi ke kelas. Nampaknya ia takut sekali dengan dosen yang sagat disiplin tersebut.


Keduanya pun pergi meninggalkan kantin.


Semua orang yang menyaksikan hal itu pun merasa kaget dan heran. Gadis sombong yang selama ini tak pernah memiliki teman atau pacar, tiba- tiba berjalan berduaan dengan Andra sang mahasiswa yang baru pindah itu.


-


-


Bersambung


-

__ADS_1


__ADS_2