Gadisku Yang Hilang

Gadisku Yang Hilang
Teman Baru


__ADS_3

Malam ini, Razan memutuskan untuk membawa Yessi pulang ke rumah, setelah ia mendapat hasil tes DNA dari jenazah bayi yang ditemukan bersama jenazah bi Surti.


Walaupun Yessi nampak masih sangat terguncang, hingga membuatnya terus melamun dengan tatapan kosong.


Sesampainya di rumah pun, Yessi kembali memeluk bantal yang dikira adalah bayinya. Ia pun tak mengenali siapa pun. Dan hal itu membuat Razan sangat terpukul.


*


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Razan pergi bersama ibunya. Setelah beberapa saat ia pulang ke rumah dengan perasaan bahagia dan langsung menemui Yessi.


Oek oek oek...


Terdengar suara tangisan bayi yang begitu kencang, hingga membuat Yessi terbangun dari tidur nya.


Ia bangkit dengan masih menggendong bantal di tangannya dan berjalan menuju ranjang bayi yang tak jauh dari tempat tidur nya.


Oek oek oek...


"Bayiku... ELea sayang...." demgan spontan ia melepaskan bantal dan aegera menggendong bayi yang terus menangis itu.


"Sayang, bayiku... Elea ku...." ucapnya tersenyum bahagia. Ia menciumi wajah bayi yang masih menangis itu. Dengan segera ia membawanya ke tempat tidur dan langsung menyusui sang bayi.


Seketika bayinya pun berhenti menangis dan menyedot ASI Yessi dengan lahapnya.


"Anak pintar... Kamu lapar ya sayang..." ucapnya tak henti memandang bayinya.


Ceklek...


"Sayang... Kamu____"


"Ssssttt... Elea sudah kembali tidur... Mas jangan berisik...." bisiknya sembari menempelkan jari telunjuk pada bibirnya.


Razan tak hentinya mengulas senyum melihat istrinya sudah mengenalinya kembali. Rasa haru membuatnya meneteskan air mata.


Perlahan ia melangkah mendekati ranjang tempat istrinya sedang duduk sembari menyusui bayi mereka yang sudah berada di kamar mereka. Ia menghapus jejak air matanya dan memeluk Yessi yang masih menyusui bayi itu lalu mencium keningnya.


“Mas … udah ih, malu lihat sama Elea.” Yessi merasa risih dengan tindakan suaminya.


Deg …


Senyum Razan seketika menghilang. Ia terkejut saat istrinya menyebut nama Elea pada bayi yang berada dalam gendongannya itu.


“Sayang, kamu tadi menyebut nama siapa?” Razan memastikan jika ia tidak salah mendengar.


“Elea … bayi kita ini kan namanya Zeelea Queenza Pranayudha, dan nama panggilannya Elea… " ucap Yessi yang benar-benar mengingat nama lengkap bayi perempuan yang baru dilahirkannya dua hari yang lalu.


Razan kembali terkejut mendengar nya. Ia pun tak menjawab ucapan istrinya.

__ADS_1


"Ya ampun Mas kok jadi pelupa sih … kan Mas sendiri yang memberi nama itu pada putri kita ini.” protes Yessi cemberut.


“Tapi sayang ____”


“Razan ….” Sukma tiba-tiba masuk ke dalam kamar bersama menantunya yang satu lagi, Anita.


Yessi menoleh ke arah belakangnya.


“Mama, Anita … sejak kapan kalian ada di situ?” tanya Yessi heran.


“Kami baru saja datang untuk melihat keadaan mu," ucap Sukma melempar senyum.


“Aku baik- baik saja, Mah.... ” ucapnya tersenyum.


“Alhamdulilah kalau kamu baik- baik saja ….” Sukma merasa lega, karena Yessi sudah kembali seperti semula.


“Zan, Mama mau bicara sama kamu.” ucapnya pada sang putra.


“Iya, Ma ….” ucapnya mengangguk.


“Sayang, Mas keluar dulu yaa.” Razan pamit pada istrinya.


“Iya Mas ….” Yessi mengangguk.


Razan kembali mencium kening istrinya, lalu ia beranjak pergi bersama Sukma dan Anita keluar dari kamar tersebut. Ketiganya masuk ke ruang kerja Razan.


**


Elea yang tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan lucu serta sangat disayangi oleh kedua orang tua dan kakak-kakaknya, kini baru saja masuk sekolah dasar.


Hari ini merupakan hari pertama Elea masuk sekolah. Tentunya ia diantar oleh kedua orang tuanya sampai ke kelasnya.


Razan langsung berangkat ke kantor setelah mengantar Elea, sedangkan Yessi menunggunya di luar kelas hingga jam pelajaran selesai nanti.


“Kelas Elea beakhir dalam satu jam lagi … aku ke kantin dulu ah, rasanya haus sekali.” Yessi berdialog sendiri, ia lalu beranjak pergi menuju kantin sekolah.


Bruk …


Tiba- tiba ada aak yang berlari tanpa sengaja menabrak Yessi hingga anak itu terjatuh.


“Aduh …” anak itu mengaduh sepertinya bokong nya terasa sakit, karena diusap usap oleh nya.


“Ya ampun, nak … kamu gak apa- apa?” Yessi berjongkok melihat keadaan anak itu.lalu membantu anak itu berdiri.


“Eng enggak apa-apa tante … Maaf sudah menabrak Tante.” Anak itu nampak takut jika Yessi akan marah padanya.


“Lain kali kamu harus lebih hati- hati ya, nak ... Apa bokongnya masih sakit?" Yessi nampak mengkhawatirkan anak itu.

__ADS_1


“Eng enggak kok Tante… saya permisi dulu.” Anak itu pergi dengan terburu- buru.


Yessi terus memandangi anak itu, hingga sang anak memasuki pintu sebuah ruangan, yang tak lain adalah ruang kelas satu sama seperti putrinya. Ia tersenum, lalu melanjutkan lamgkahnya menuju kantin.


Tepat pukul sepuluh, anak- anak kelas satu sudah waktunya pulang. Semua murid kelas satu keluar dengan senangnya dan disambut oleh para ibu mereka, ada pun yang dijemput oleh pengasuhnya.


Elea berlari menghampiri Yessi dan langsung memeluknya dengan gembira.


“Wah anak Mama kayaknya senang banget di hari pertama sekolahnya.” Yessi senang melihat putrinya begitu ceria.


“Iya aku senang … aku sudah punya teman baru loh.” ucapnya antusias.


“Oh ya? bagus dong kalau begitu … Ayok kita pulang, sayang.” ajaknya.


Yessi menuntun Elea untuk mengajaknya pulang. Keduanya berjalan menuju pintu gerbang. Tanpa sengaja Yessi melihat seorang anak yang nampak kebingungan mencari seseorang dengan raut wajah sedih.


“Kenapa anak itu?” gumanya dalam hati.


“Mama … itu Papa …” Elea menunjuk ke arah pintu gerbang yang ternyata ada Razan yang menjemput mereka. Elea pun berlari menghampiri Papa nya. Ia pun langsung digendong.


“Mama ayok kita pulang …” teriak Elea yang melihat Mama nya masih berdiam diri di tempat yang tadi.


“Iya sayang ….” Yessi pun berjalan namun ia tak melepaskan pandangannya dari anak itu.


“Zilya ….” teriak seseorang dari arah pintu gerbang dengan melambaikan tangannya. Anak itu pun berlari menghampiri wanita yang memanggil namanya itu.


Yessi tersenyum seolah ia merasa lega, akhirnya anak itu dijemput oleh ibunya.


“Jadi nama anak itu Zilya,” gumamnya dalam hati.


“Ayo sayang kita pulang,” ajak Razan pada istrinya.


“Iya, Mas …” Yessi pun mengikuti suaminya.


Ketiganya menaiki mobil dan sepanjang perjalanan Elea menceritakan pengalaman di hari pertamanya bersekolah. Tentang gurunya, tentang pelajarannya, dan tentang teman barunya.


"Wah, seru sekali sepertinya ya ... Bagus dong Elea baru masuk sekolah udah punya teman baru." ucap Razan senang.


"Iya, Papa ... Teman baru ku baik sekali, tadi juga dia mengajariku cara menulis yang aku gak ngerti." Elea memuji teman barunya.


"Wah, baik sekali dia... omong- ngomong siapa nama teman baru mu itu, sayang?" tanya Yessi penasaran.


"Namanya Zilya ...." ucap Elea.


"Zilya ... Bukannya itu nama anak yang tadi bertubrukan dengan ku.... " gumam Yessi dalam hati.


-

__ADS_1


Bersambung .....


-


__ADS_2