
Siang berganti sore, Andra yang baru saja keluar dari kelas, kembali mengambil helm yang ia titipkan pada penjaga parkir. Ia memberikan uang tips sebagai tanda terimakasih. Ia meletakan helm tersebut di jok depan yang berada di sampingnya. Andra pun pulang dengan mengendarai mobilnya.
Saat di perjalanan, sesekali ia melirik pada helm itu yang mengingatkannya pada driver wanita yang galak dan sudah sempat dipeluknya.
“Siapa dia? Sepertinya aku pernah bertmu dengannya, tapi dimana ya?” gumamnya sembari mengingat- ingat.
“Ah sayang sekali … tadi aku tak bisa melihat jelas wajahnya …” ucapnya berdialog sendiri lalu senyam senyum sendiri.
Setelah beberapa saat ia pun tiba di kediamannya. Kedatangan Andra langsung disambut oleh ibunya.
“Andra… kamu kemana saja … Jangan lupa malam ini kita ada janji makan malam dengan rekan bisnis Mama.” ucap beliau memgingatkan.
“Mama saja lah yang pergi … aku malas kalau harus bertemu dengan teman kerja Mama,” ucapnya nampak enggan bertemu teman- teman ibunya.
“Hai, kamu sudah janji loh … Kamu itu lupa atau pura- pura lupa? Nanti kan kamu dan kakak mu yang akan melanjutkan perusahaan Mama. Jadi mulai sekarang kamu harus belajar menjalankannya, yang diawali pengenalan dengan rekan- rekan bisnis Mama. Supaya suatau saat nanti kamu gak cangung,” ucap beliau panjang lebar.
“Udahlah Ma, sama kakak saja.” Andra malah melempar pada kakaknya.
“Kakak mu mau ada kencan … kasihan kan dia kerja terus di kantor, pasti butuh hiburan dan butuh waktu bersama calon tunangannya.” Ibunya Andra terus memberi alasan agar Andra tetap bisa ikut bersamanya.
Andra mendengus kesal, karena ia tak diberi pilihan lain selain mengikuti keinginan Mama nya.
“Iya iya, aku ke kamar dulu Ma,” ucapnya lalu beranjak pergi.
“Jangan lupa siap- siap.” Ibunya kembali mengingatkan.
“Ya ampun, Ma … ini masih sore. Lagi pula acaranya jam delapan malam kan.” Andra bicara sembari menaiki tangga.
“Iya, tapi kan kamu tahu kalau Jakarta ini suka macet. Jadi kita akan berangkat setelah shalat magrib, ya.” ibunya bicara setengah berteriak agar terdenga oleh Andra yang terus saja berjalan.
__ADS_1
“Iya, Ma ….”ucapnya lalu beranjak pergi menuju kamarnya dengan embawa helm di tangan kirinya. Ia meletakan helm itu di atas meja, dan ia pergi ke kamar mandi untuk membersihakn dirinya.
**
Andra yang sedang dalam perjalanan menuju restoran bersama mamanya, melihat driver ojek online yang menggunakan jaket berwarna hijau saat ia berhenti di lampu merah. Ia kembali teringat pada driver ojek tadi siang yang mengantarkannya ke kampus.
Andra menurunkan kaca pintu mobilnya, namun sayang driver wanita itu bukan orang yang ia maksud. Ia pun kembali menutup kaca jendela mobilnya.
“Ada apa Andra?” tanya Mama nya.
“Enggak ada, Ma ….” Jawabnya melempar senyum. Ia pun kembali melajukan mobilnya.
Sesampainya di sebuah restoran, ia memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam restoran mewah tersebut bersama dengan mama nya. Ia memasuki ruangan yang sebelumya sudah di reservasi dan ternyata rekan bisnis mamanya sudah datang lebih dulu dari mereka.
“Selamat malam Bu Kartika ….” Sapa salah seorang dari ketiga orang yang ada di sana.
“Selamat malam Pak Razan.” Kartika menyapa rekan bisnisnya tersebut.
“Selamat malam... saya Kartika dan ini anak bungsu saya, Andra ….” Kartika pun memperkenalkan diri dan putranya pada mereka.
Razan mengangkat tangan memberi isyarat pada pelayan. Tak lama tiga orang pelayan membawakan beberapa macam makanan untuk dihidangkan di meja yang berada di ruang ekslusisif itu.
“Loh, kok piringnya ada enam? Bukankah kita hanya berlima? Atau kah kita sedang menungu tamu lain lagi?” tanya Kartika heran.
“Bukan, Bu Tika… tapi kami datang kesini berempat bersama putri kami. Tapi dia sedang ke toilet,” ucap Yessi menjawab ppertanyaan Kartika.
“Tuh dia anaknya ….” Razan menunjuk ke arah pintu masuk ruangan tersebut, Kartika dan Andra pun mengarahkan pandangannya pada orang tersebut.
“Elea ….” Ucapnya pelan.
__ADS_1
“Perkenalkan, ini putri bungsu kami, Zeelea….” Razan memperkenalkan Elea pada Kartika dan putranya.
“Malam Tante, nama saya Zeelea Pranayudha, panggil saja Elea….” Elea memperkenalkan dirinya lalu mencium tangan Kartika.
“Wah cantik sekali ya anak kalian ini ….” Kartika memuji kecantikan Elea.
“Terimaksih Tante ….” Elea tersenyum, lalu ia mengarahkan pandangan pada priayang duduk di sebelah Kartika. “Hah? Andra … kamu juga ada disini?” tanya nya heran sekaligus terkejut.
“Wah, ternyata kalian sudah saling kenal ya?” goda Razan.
“Iy iya, Pa … kami satu kampus. Satu kelas malah,” jawab Elea.
“Oh ya, bagus kalau begitu … berarti anak- anak kita sudah saling mengenal ya,” ucap Kartika tersenyum bahagia.
“Maksud mama apa bicara seperti itu …?” Andra bertanya- tanya di dalam hatinya.
"Hai Andra..apa kabar?" Elea mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Andra pun menyambut uluran tangan Elea yang ternyata tepat duduk nya berdekatan dengannya di depan meja bundar itu.
" Kabar baik.....bagaimana kondisimu? Bukannya tadi kamu dibawa ke rumah sakit?" Tanya Andra basa- basi.
" Ah ...itu cuma telat makan saja, udah gak apa- apa kok," ucapnya tersenyum.
" Yasudah.... Kalau begitu mari kita makan, nanti makanannya keburu di gin... Ngobrol-ngobrol nya nanti setelah makan." Ajak Yessi pada semuanya
_
-
__ADS_1
Bersambung.....