
Nandini bertekad untuk membantu Sebastian sembuh kembali. Ia tak ingin orang lain mengalami kehidupan menyedihkan sama seperti dirinya. Rafael terus meyakinkan Nandini untuk memikirkan lagi keputusan nya.
"Aku gak apa-apa Rafa. Terima kasih udah kasih pekerjaan ini ke aku, ini membuatku merasa seperti kembali ke masa lalu. Aku bisa menolong Pak Tian supaya lekas sembuh, dan tak mengalami keadaan seperti Ayahku. Kau adalah sahabat terbaikku sejak kecil sampai sekarang. Percayalah padaku, aku akan baik-baik saja. Oke?"
"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan mu. Besok aku akan datang untuk mengantarkan kalian ke Rumah Sakit."
Mbok Itoh tak sengaja mendengarkan obrolannya dengan Rafael. Perempuan tua itu meneteskan air mata dan berterima kasih pada Nandini.
"Kalau gak ada Suster Nandini, saya gak tahu bagaimana kondisi Tuan. Ia pasti akan sangat terpuruk huhuhu."
"Sudah ya Mbok, saya ikhlas mejaga dan merawat Pak Tian. Semoga ia lekas pulih, yang perlu kita lakukan hanyalah memberinya semangat. Supaya Pak Tian tidak merasa seorang diri menghadapi cobaan ini."
Hari berlalu dengan cepat sejak pengunduran dirinya dari Rumah Sakit. Nandini mendampingi Sebastian melakukan berbagai terapi dan pengobatan. Meski bisnisnya sudah di ujung tanduk, Rafael pun selalu membantu mengurus segala masalah yang terjadi. Sehingga bisnis ekspedisi Sebastian tak sampai bangkrut.
__ADS_1
Dokter yang merawat Sebastian merasa bahagia, karena pasiennya mulai bisa merasakan pergerakan di beberapa anggota tubuhnya. Apalagi setiap harinya Suster Nandini juga memberikan terapi pada Sebastian. Sehingga kondisinya dapat pulih lebih cepat.
"Suster Nandini sudah melakukan semuanya dengan tepat Pak. Jika penanganan tidak dilakukan dengan benar, penderita mungkin perlu masa pemulihan yang lebih lama. Selain itu, kemungkinan perburukan kondisi atau kemunculan komplikasi juga akan makin besar. Cedera saraf tulang belakang terbagi menjadi dua tipe berdasarkan penyebabnya, yaitu traumatis dan nontraumatis. Sedangkan yang Bapak alami adalah cedera saraf tulang belakang traumatis yaitu cedera yang terjadi akibat pergeseran, patah, atau terkilirnya tulang punggung akibat kecelakaan. Dan Bapak juga mengalami gejala menyeluruh dalam kata lain complete. Gejala menyeluruh ditandai dengan hilangnya semua kemampuan sensorik dan motorik sehingga pasien tidak dapat bergerak atau merasakan sama sekali. Tapi sekarang kemampuan itu sudah kembali lagi, Bapak sudah bisa merasakan menyentuh bahkan berbicara. Hanya perlu satu tahap lagi untuk proses kesembuhan, terapi tulang belakang dan otot-otot kaki tangan Bapak. Semua butuh proses, tapi Pak Tian tidak perlu hawatir. Suster Nandini akan selalu membantu Bapak sampai benar-benar pulih." penjelasan Dokter itu membuat Sebastian sedikit bernafas lega. Ia bahkan tak menyangka dapat membaik jauh lebih cepat daripada perkiraan Dokter.
Setelah check up selesai, Nandini membawa Sebastian pulang dengan Taksi online. Di dalam mobil itu Nandini mengatakan sangat senang melihat perkembangan Sebastian yang begitu pesat.
"Setelah Pak Tian pulih, saya akan pergi ke luar negeri. Karena Rumah Sakit merekomendasikan saya ke Rumah Sakit besar yang ada di Singapura. Saya benar-benar tidak menyangka mendapatkan kesempatan sebesar itu. Impian saya tercapai dalam waktu yang singkat." kata Nandini dengan mata berbinar-binar.
Tak ada jawaban dari Sebastian. Ia hanya diam dengan menundukkan kepalanya.
"Apakah Pak Tian baik-baik saja? apa ada yang sakit lagi Pak?" tanya Nandini dengan panik.
"Disini." jawab Sebastian susah payah mengangkat tangannya, lalu meraih tangan Nandini dan meletakkan nya di atas dadanya.
__ADS_1
Terdengar suara degup jantung Sebastian tak beraturan. Nandini membulatkan kedua matanya panik, ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Dokter. Tapi Sebastian menggelengkan kepalanya, mengatakan jika ia tak membutuhkan Dokter.
"Saya hanya membutuhkan mu Nandini, hanya kamu yang saya butuhkan."
"Iya Pak, saya mengerti. Tapi saya harus memberitahu Dokter kalau dada Pak Tian sakit. Supaya saya tahu dapat berbuat apa setelah ini."
"Cukup kau selalu ada di dekatku saja, aku akan baik-baik saja." ucap Sebastian menghembuskan nafas panjang.
Keduanya saling bertatapan, kini tak hanya degup jantung Sebastian saja yang tak beraturan. Nandini bahkan bisa mendengar degup jantung nya sendiri.
Chiiit.
Taksi online mengerem mobil mendadak, membuat keduanya canggung dan tak saling memandang lagi.
__ADS_1
"Duh kenapa Pak Tian melihatku seperti itu ya, dan kenapa jantungku ikut berdebar tak karuan." batin Nandini dengan peluh yang membasahi keningnya.
...Bersambung....