
Hari yang ditunggu-tunggu oleh Sebastian tiba. Akhirnya ia akan menikahi Nandini, dan dapat hidup bahagia bersama. Sempat ada drama, karena Rafael mendengar rencana pernikahan itu. Ternyata Clarissa cukup cerdik, karena ia menggunakan Rafael untuk menghentikan pernikahan kedua suaminya.
"Aku terpaksa memberitahu Rafael, karena aku terikat perjanjian dengan perempuan kaya itu. Aku terpaksa diam menyetujui pernikahan mereka. Tapi aku sudah menyiapkan rencana lain, yaitu dengan meminta Rafael datang untuk merusak acara pernikahan mereka." Gumam Clarissa tersenyum licik.
Hari itu acara pernikahan Sebastian dan Nandini di gelar di sebuah Hotel bintang lima. Itu adalah keinginan Nyonya Diana, karena ia ingin merasakan menikahkan anaknya. Dan hanya denga ini, ia bisa mewujudkan keinginan nya. Nandini memakai gaun putih panjang, ia nampak cantik dan anggun. Sementara Sebastian mengenakan setelan jas berwarna hitam. Mereka terlihat serasi, karena terpancar aura kebahagiaan dari keduanya. Stefani juga ikut menemani Papanya di hari bahagia itu. Sedangkan Clarissa hanya diam di sudut ruangan, menantikan kedatangan Rafael.
Terlihat sepasang pengantin yang akan memasuki ruangan yang sudah dipenuhi tamu undangan, nampak Sebastian terlihat sangat tampan dan gagah dengan tuxedo hitam yang sangat bergaya bersandingan dengan Nandini yang mengenakan gaun putih panjang yang sangat berkelas dan juga elegance itu.
Semua mata tertuju pada mereka berdua terutama semua kerabat yang sangat bahagia melihat mereka berdua akhirnya bersanding di pelaminan, setelah berbagai drama yang menghampiri keduanya.
__ADS_1
Tak lama Rafael datang, dan berusaha menghentikan pernikahan itu. Ia menarik paksa tangan Nandini, mengajaknya pergi dari sana. Terlihat senyum bahagia Clarissa, karena rencananya berjalan sesuai rencana. Nandini memberikan pengertian pada Rafael, jika ia memang harus menikah dengan Sebastian. Karena anaknya membutuhkan figur seorang ayah, dan hanya Sebastian yang dapat memberikan nya. Tapi Rafael bersikeras ingin mengajak Nandini pergi, sampai akhirnya petugas keamanan turun tangan. Nyonya Diana tak mau acara pernikahan itu berantakan. Semua bodyguard nya membawa Rafael pergi dari tempat itu.
Clarissa berdiri mematung dengan raut wajah penuh kekecewaan. Matanya berkaca-kaca melihat Sebastian menggenggam tangan Nandini di pelaminan. Terdengar suara ikrar pernikahan. Hanya terdengar ucapan penghulu mengucapkan kata mas kawin berupa uang senilai lima ratus lima puluh ribu US Dollar tunai di telinga Clarissa. Ia terbelalak mendengar nominal mas kawinnya.
"SAH!" Teriak semua tamu undangan.
Nampak tubuh Clarissa bergetar, bulir-bulir bening membasahi pipinya. Ia berlari pergi meninggalkan ruangan itu. Hanya senyum bahagia yang terlihat dari kedua pasangan yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri itu. Keduanya terlihat serasi, dan membuat semua tamu larut dalam kebahagiaan. Bagaimanapun, masa lalu Clarissa tak membuat semua orang prihatin padanya. Justru semuanya lebih bahagia, melihat Sebastian menikahi perempuan lain.
"Lu tenang dulu Sa, gue jadi gak bisa mikir kalau lu terus nangis di deket gue!" Pekik Rafael mengacak rambutnya kasar.
__ADS_1
"Apalagi yang bisa lu lakuin Fa? Mereka udah resmi jadi suami istri, gak ada lagi yang bisa kita lakukan huhuhu." Jerit Clarissa menahan sesak di dalam dada.
Keduanya sama-sama terdiam, dan terlihat sangat putus asa. Sementara kedua pasangan yang baru saja mengesahkan pernikahan nya terlihat menyapa semua tamu undangan. Terlihat Nyonya Diana mendapatkan kabar yang mengejutkan. Seorang detektif sewaan yang ia tugaskan untuk mencari keberadaan mantan suami dan anaknya datang. Dan mengatakan jika anak yang ia cari selama ini adalah perempuan yang ia nikahkan hari ini. Akhirnya Nyonya Diana dapat bernafas dengan lega, ia tak menyangka jika Nandini adalah darah daging yang selama ini ia rindukan. Ia masih belum bisa mengatakan nya pada Nandini, ia hanya berjalan menghampiri nya lalu memeluknya dengan berlinang air mata.
Hari itu menjadi hari bahagia untuk Nyonya Diana, dia bisa menemukan anak kandungnya dan menikahkan nya sendiri. Harapannya hanya satu, melihat Nandini bahagia selamanya bersama Sebastian. Tapi ia akan tetap memantau Clarissa, karena perempuan itu sangat jahat dan licik. Ia tak mau putri semata wayangnya menderita lagi.
Nandini mengecup punggung tangan Sebastian dengan menyunggingkan senyumnya. Acara pernikahan itu berlangsung dengan ramai dan juga penuh kebahagiaan.
Sebastian memandang kedua bola mata Nandini yang nampak berbinar penuh dengan rasa cinta untuknya.
__ADS_1
"I love you Nandini." Ucap Sebastian seraya mengecup bibir mungil istrinya.
...🍂 END 🍂...