
...POV SEBASTIAN. ...
...🍂...
...🍂...
Aku sudah melakukan segala cara untuk mencari dimana keberadaan Nandini, tapi semua usahaku terasa sia-sia saja. Seakan Nandini menghilang dari kota ini, dan berada entah dimana. Bahkan Rumah Sakit impiannya yang berada di Singapore sudah ku datangi. Tapi tak ku temukan tanda-tanda nya ada disana. Bahkan setelah kejadian itu aku merasa bersalah setiap kali bertatap muka dengan Clarissa. Aku merasa bahwa diriku tak jauh berbeda dengannya. Kami sama-sama melakukan kesalahan bersama orang lain. Tapi Clarissa tak pernah lagi mempermasalahkan hal itu. Bahkan ia tetap bersikap baik padaku, dan berusaha menjadi istri yang baik seperti dulu. Ia meminta kesempatan untuk hubungan kami, karena menurutnya kesalahan yang kami lakukan sudah impas.
"Tapi aku tetap merasa bersalah pada Nandini, kemana perempuan malang itu pergi."
"Sudahlah Mas, apapun yang terjadi di antara kalian sudah berlalu. Jika dia memutuskan pergi, mungkin itu adalah keputusan terbaik. Sepertinya dia merasa bersalah padaku."
"Ada yang berbeda dengan apa yang terjadi padaku. Aku dan Nandini melakukan nya tak sengaja, aku tak tahu jika malam itu dia yang melakukannya bersamaku. Sementara kau dan Raymond, kalian saling tahu dan sadar melakukan semua perbuatan itu. Jadi apakah kau masih merasa jika Nandini adalah perempuan yang tidak baik?"
__ADS_1
Clarissa diam lalu menundukan kepalanya, tiba-tiba ia memelukku dan mengatakan jika ia menyesal melakukan semua itu.
"Baiklah Mas, aku akan mengambil keputusan yang besar dalam hidupku. Jika setelah malam petaka itu terjadi, ternyata Nandini sampai mengandung benihmu. Aku rela dimadu, dan ikhlas menerima Nandini sebagai istri keduamu. Tapi jika ternyata ia tak mengandung anakmu, kau harus melupakan semua kejadian pahit yang pernah terjadi selama pernikahan kita. Lupakan cerita pahit itu, baik Nandini ataupun Raymond tak berhak merusak biduk rumah tangga kita lagi. Bagaimana, apa kau setuju?"
Aku memijat pangkal hidung, dan hanya menganggukan kepala menanggapi ucapan Clarissa. Entah aku harus senang atau sedih mendengar perkataannya. Apalagi saat ini ada banyak masalah dalam bisnisku. Sepertinya Rafael sengaja merebut semua investor yang akan bekerja sama dengan perusahaanku. Dan sekarang aku terpaksa menemui beberapa investor untuk mendapatkan saham dari mereka.
Mr Daryl Dixon seorang pengusaha asal Australia yang tinggal di Kota D memintaku datang menemuinya untuk membahas bisnis yang akan kami lakukan bersama. Clarissa bersikeras ingin pergi bersamaku kesana. Ia ingin memperbaiki hubungan kami, dan mulai menghabiskan waktu bersama, seperti sepasang pengantin baru. Bahkan kini Clarissa sudah bersikap baik pada Stefani, dan akupun terpaksa menerima permintaannya untuk pergi bersamaku ke Kota D.
Pagi itu pesawat yang kami tumpangi baru saja mendarat di Kota D. Seorang sopir dengan mobil sedan membantuku membawa barang-barang ke dalam bagasi. Stefani yang baru pertama kali bepergian naik pesawat tiba-tiba rewel. Ia menangis terus menerus dengan memegangi telinganya. Aku merasa cemas melihat si kecil itu menangis, lalu aku meminta sopir itu mengantar kami ke Rumah Sakit terdekat.
"Apa salahnya kita memeriksa ke Dokter, kau tahu Stefani tak seperti anak pada umumnya. Aku tak mau dia menderita kesakitan seperti ini!"
Sesampainya di Rumah Sakit itu kami langsung menemui resepsionis untuk melakukan pendaftaran. Tiba-tiba hidung Stefani mengeluarkan darah segar, gadis kecil itu langsung tak sadarkan diri. Dan membuatku langsung berteriak meminta pertolongan Dokter.
__ADS_1
"Maaf Pak semua Dokter yang ada sedang memeriksa pasien rawat inap. Tolong tunggu sebentar disini, saya akan memanggilkan perawat senior."
Aku menggebrak meja dan membulatkan kedua mata, kenapa mereka hanya memanggilkan seorang perawat. Padahal aku ingin seorang Dokter yang memeriksa kondisi Stefani. Tak ada jawaban dari resepsionis itu, ia hanya menundukan kepala seraya meminta maaf. Tak lama beberapa perawat datang dan memeriksa kondisi Stefani, aku tak mempunyai pilihan lain selain mempercayakan Stefani pada mereka. Anehnya Clarissa hanya diam membisu tak mengatakan apa-apa, ia nampak pasrah ketika seorang perawat mengambil Stefani dalam dekapannya.
...Bersambung. ...
Hai othor punya rekomendasi novel yang bagus buat kalian loh.
Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
Author: Alinatasya21
Tsamirah Zahrana Az Zahra adalah seorang gadis Desa berparas Ayu penuh dengan pesona yang mampu membius kaum Adam bertekuk lutut di hadapannya dan berlomba-lomba untuk memantaskan diri mendapatkan Cinta dari Seorang Zahrana. Satu persatu kaum Adam datang silih berganti dalam kehidupan Zahrana, berawal dari ia duduk dibangku SMP. Sampai akhirnya ia lulus pendidikan SMK akhir dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, ia memilih bekerja dan mencari Jati dirinya.Ia berjuang untuk bisa menjadi seorang Muslimah yang di Ridhoi Allah, namun siapa sangka di tengah proses Hijrahnya dia jatuh hati dengan seorang laki-laki bernama Muhammad Zaid Arkana, hingga ia terjerat dalam lumpur dosa yg tak berkesudahan dan melemahkan biduk iman dan kesucian hati Zahrana. Akankah Zahrana berjodoh dengan Muhammad Zaid Arkana atau akan hadir sosok Pria lain yang akan menjadi sosok Cinta Sejati Zahrana? mari simak kisahnya dalam novel Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas!
__ADS_1