
Berbagai persiapan sudah dilakukan, operasi transplantasi akan segera dimulai. Tak ada raut wajah bahagia yang ditunjukan Rafael ataupun Nandini. Keduanya justru merasa tertekan, tak tahu harus berkata apa pada Sebastian ketika ia sadar nanti.
"Kau tak usah bimbang, biar aku yang akan menjelaskan semuanya pada Tian. Karena bagaimanapun aku yang telah mengambil keputusan besar itu, tanpa persetujuan nya aku menandatangani berkas yang di ajukan Risa. Aku tahu Tian pasti nanti akan sangat marah padaku!"
"Aku akan tetap membantumu menjelaskan semuanya ke Pak Tian. Biar gak ada salah paham di antara kalian berdua." ucap Nandini seraya menggenggam tangan Rafael.
Rafael menyunggingkan senyumnya, ia membelai pipi Nandini dengan tatapan terpana. Seketika keadaan menjadi canggung karena Nandini merasa tak nyaman dengan perlakuan Rafael. Ia bankit berdiri dan berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi.
Tak lama beberapa perawat keluar dengan mendorong brangkar Sebastian. Ia akan dipindahkan di ruang pemulihan. Tapi pintu ruangan itu ditutuo kembali. Nampak Rafael mengerutkan keningnya, ia panik melihat salah satu sahabatnya masih ada di dalam ruang operasi. Ia mengejar salah satu perawat yang mendorong brangkar Sebastian, lalu menanyakan kenapa Clarissa tak dibawa keluar dari ruangan. Tapi perawat itu tak memberi jawaban yang memuaskan untuknya. Rafael merngacak rambutnya kasar, ia merasa cemas tak melihat Clarissa dibawa keluar dari ruangan operasi.
"Dok Dokter!" seru Rafael mengejar sang Dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana kondisi Clarissa? kenapa ia belum keluar dari ruangan itu?"
"Sebenarnya saya sudah memperingatkan ini pada Bu Clarissa. Apa dia tidak memberitahu anda sebelumnya?"
Rafael menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan apa yang Dokter katakan. Akhirnya Dokter menjelaskan pada Rafael jika Clarissa ternyata memiliki riwayat alergi pada obat bius. Dan ketika ia nekat melakukan transplantasi itu, artinya ia harus menanggung resiko jika tubuhnya mengalami reaksi akibat obat bius.
__ADS_1
"Saya sudah menjelaskan jika kondisi ini terjadi, kemungkinan Ibu Clarissa tidak akan bisa bangun kembali. Dan hanya mukjizat saja yang bisa membuatnya sadar. Tapi sepertinya cintanya pada suaminya terlalu besar, sehingga dia memilih untuk tetap melakukan transplantasi itu. Jadi saya belum bisa memindahkan nya ke ruang pemulihan, karena kondisi nya belum sadar pasca operasi dilakukan."
Rafael dan Nandini terkejut mendengar penjelasan Dokter. Mereka tak menyangka jika Clarissa akan melakukan hal sebesar itu. Bagaimanapun Clarissa adalah sahabatnya, Rafael merasa sedih mendengar kabar tentang sahabatnya itu.
"Ternyata Ibu Clarissa masih sangat mencintai suaminya. Ia membuktikannya bukan hanya dengan ucapan belaka. Meski ia tahu kenyataan, bahwa dia alergi obat bius dan kemungkinan tak akan sadar kembali setelah melakukan transplantasi. Ia tetap mengambil resiko itu, dan memilih melakukan operasi. Tak ada salahnya jika Pak Tian memberikan kesempatan sekali lagi pada istrinya." kata Nandini dengan mata berkaca-kaca.
"Kau benar Nandini, aku juga tak pernah menyangka kalau Clarissa akan melakukan pengorbanan sebesar ini. Dia kini terbaring di ruang operasi dalam keadaan tak sadarkan diri. Meski dia tahu ini akan terjadi, Clarissa tetap melakukan nya." Rafael menghembuskan nafas panjang seraya memijat pangkal hidungnya.
Sudah hampir dua jam mereka menunggu, tapi tak ada tanda-tanda Clarissa akan bangun. Mereka justru mendapat kabar jika Sebastian lah yang terlebih dulu mendapatkan kesadarannya. Keduanya bersama melihat Sebastian di ruangan pemulihan. Di samping Sebastian ada seorang Dokter yang mengecek kondisinya, lalu menjelaskan jika ia pasti akan segera pulih dengan beberapa terapi.
Terlihat raut wajah kebingungan, Sebastian tak tahu harus berkata apa. Setelah Dokter itu pergi, barulah Rafael menjelaskan semuanya pada Sebastian. Jika Clarissa melakukan pengorbanan besar untuknya.
"Awalnya gue gak tahu kalau Clarissa melakukan semua ini dengan tulus. Karena sebelumnya ia meminta gugatan cerai kalian dibatalkan, kalau dia akan memberikan transplantasi buat lu. Ternyata Risa alergi obat bius, dan seharusnya dia gak bisa jadi pendonor buat lu. Tapi dia tetap melakukanya, mungkin dia ingin menebus semua kesalahannya dengan melakukan pengorbanan sebesar ini. Padahal dia tahu kalau kemungkinan dia akan koma seperti sekarang."
Ucapan Rafael membuat Sebastian tercengang, bagaimana mungkin Clarissa melakukan semua ini untuknya. Bahkan Nandini ikut meyakinkannya untuk memberikan kesempatan kembali untuk Clarissa. Menurut Nandini, Clarissa benar-benar menyesal dengan semua perbuatannya. Dan sekarang dia telah membuktikan penyesalan nya itu, dengan melakukan pengorbanan untuknya.
"Jadi Clarissa meminta sesuatu dari apa yang dia berikan?"
__ADS_1
"Awalnya dia minta gugatan hukum dan cerai dibatalkan. Dan gue terpaksa menyetujuinya, supaya lu dapat transplantasi secepatnya. Tapi setelah mendengar ucapan Dokter tadi, gue jadi gak yakin kalau Risa melakukan semua ini buat keuntungan nya sendiri. Karena dia tahu kemungkinan kalau dia akan koma setelah operasi, tapi dia tetap ambil keputusan ini. Dia aja gak cerita ini ke gue, jadi kesimpulan yang gue ambil mungkin dia ingin menebus kesalahan nya. Tapi semua balik lagi ke diri lu Tian, apa lu akan memberikan Risa kesempatan atau gak."
Sebastian dilanda dilema setelah mendengar semuanya. Kenyataan bahwa Clarissa telah menyelamatkan hidupnya memang tak bisa dipungkiri. Tapi kesempatan untuk menerimanya kembali seakan mustahil untuk Sebastian. Dan kini ia di ambang dilema, tak tahu harus mengambil keputusan apa.
...Bersambung....
Hai othor punya rekomendasi novel yang bagus buat kalian loh.
DIKIRA MELARAT TERNYATA KONGLOMERAT
Author : Nirwana Asri
Apa jadinya jika gadis yang berasal dari keluarga kaya tiba-tiba memilih untuk menjalani hidup tanpa kemewahan dari orang tuanya?
Kristal Quenara ingin membuktikan pada keluarganya kalau dia bukanlah gadis manja dan bisa hidup mandiri. Di tengah penyamarannya dia bertemu dengan Ruli Megantara, pemilik restoran tempatnya bekerja.
Akankah terjalin hubungan percintaan di antara mereka?
__ADS_1