
Sesampainya di rumah, Sebastian terkejut mendengar tangisan Mbok Itoh. Nandini tergopoh-gopoh mendorong kursi roda Tian ke dalam. Keduanya mendapati Mbok Itoh sedang memeluk erat Stefani dengan berderai air mata. Nampaknya Stefani sedang sakit, ia nampak pucat dalam gendongan Mbok Itoh. Sebastian yang terlalu panik, berusaha bangkit dari kursi rodanya. Karena kondisinya yang masih belum memungkinkan, ia jatuh tersungkur dengan posisi telentang. Itu membuat cedera saraf tulang belakang nya menjadi rawan. Dan ia seketika tak sadarkan diri di tempat.
Hari itu juga Sebastian dan Stefani dilarikan di Rumah Sakit bersamaan. Nandini dan Mbok Itoh terlihat sangat panik, keduanya cemas menunggu di lorong Rumah Sakit. Tak berselang lama Rafael datang setelah mendapatkan kabar dari Nandini.
"Apa yang sebenarnya terhadi? kenala keduanya dirawat bersamaan?"
"Aku gak tahu apa yang terjadi dengan Stefani, sepulangnya dari Rumah Sakit Mbok Itoh udah nangis dengan memelui Stefani. Pak Tian yang terlalu hawatir berusaha bangkit dari kursi roda nya, dan membuatnya terjatuh dengan posisi riskan. Cedera tulang belakang nya bisa saja lebih parah lagi setelah ia terjatuh. Kita harus menunggu penjelasan dari Dokter."
Rafael mengacak rambutnya kasar, ia sangat terkejut mendengar penjelasan Nandini. Kini ia hanya bisa berharap supaya kondisi Sebastian baik-baik saja.
"Apakah ada keluarga dari Bapak Sebastian disini?" tanya seorang perawat dengan membawa berkas di tangannya.
"Hmm saya kerabat jauhnya Sus, ada apa ya?" jawab Rafael wajahnya nampak cemas.
__ADS_1
"Hmm maaf Pak, ada yang ingin Dokter sampaikan pada keluarga pasien. Silahkan datang ke ruangan Dokter."
Nandini memiliki firasat buruk, ia mengatakan pada Rafael jika Dokter pasti akan menyampaikan kabar yang tidak baik. Nandini menyalahkan dirinya sendiri karena tak dapat merawat Sebastian dengan baik.
"Padahal sebentar lagi Pak Tian akan segera sembuh. Dan harapan itu seakan pupus begitu saja. Seandainya aku memperhatikan jika Pak Tian akan bangun dari kursi roda itu, semua ini pasti tak akan terjadi." Nandini berderai air mata menyalahkan dirinya sendiri.
"Sudahlah Nandini, tak ada yang tahu semuanya akan begini. Tenangkan dirimu, aku akan pergi menemui Dokter."
Mbok Itoh tak sampai hati melihat Nandini begitu merasa bersalah. Perempuan tua itu menenangkan Nandini, dan memintanya tak menyalahkan dirinya.
Dokter yang merawat Stefani keluar dan menjelaskan, jika balita itu hanya kekurangan cairan karena ia mengalami dehidrasi setelah muntah berak berulang kali.
"Kami sudah memberikan cairan infus. Kalau semuaa sudah normal kembali, Stefani bisa langsung dibawa pulang."
__ADS_1
Penjelasan dari Dokter membuat keduanya sedikit bernafas lega. Setidaknya gadis kecil itu baik-baik saja, hanya menunggu kabar dari Rafael yang sedang mendengarkan penjelasan Dokter.
"Maaf Dok, pasien yang bernama Sebastian sudah tak memiliki keluarga lagi. Jadi saya sebagai sahabatnya yang akan menjamin semuanya."
"Tapi maaf Pak sesuai prosedur kami membutuhkan ijin dan tanda tangan dari pihak keluarga. Karena kondisi pasien kembali kritis dan membutuhkan pendonor segera. Dari yang saya lihat dari berkas pasien, ia masih memiliki seorang istri dan anak balita yang kebetulan dirawat disini juga. Bapak harus meminta tanda tangan persetujuan dari istri pasien. Karena selain membutuhkan ijin untuk tindakan operasi, kami juga membutuhkan pendonor yang tepat untuknya. Proses transplantasi sumsum tulang belakang, tak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Kami harus mendapatkan kecocokan dari pasien dan pendonor. Transplantasi (cangkok) sumsum tulang atau bone marrow transplant (BMT) adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengganti sumsum tulang rusak dengan sumsum tulang yang baru. Prosedur ini juga memiliki istilah lain, yaitu transplantasi sel punca atau sel induk (stem cell). Sumsum tulang itu sendiri merupakan jaringan lunak yang terletak di bagian tengah atau dalam beberapa tulang. Di dalam sumsum tulang, terdapat sel induk yang berfungsi menghasilkan sel darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Masing-masing sel darah memiliki peran penting bagi tubuh. Sel darah merah bekerja mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, sedangkan sel darah putih bertugas melindungi tubuh dari serangan infeksi. Sementara trombosit atau keping darah mencegah perdarahan berlebih pada tubuh dengan proses pembekuan darah. Sumsum tulang berada paling banyak di bagian tulang belakang, terutama panggul (pinggul). Sel induk atau puncanya pun sebagian besar berada di bagian tulang tersebut. Oleh karena itu, sel induk dari bagian tulang belakang ini paling sering diambil dan digunakan untuk proses tranplantasi. Dan kami membutuhkan kecocokan hampir seratur persen dari pendonor. Jika berkenan Bapak atau kerabat lainnya silahkan melakukan test kecocokan. Supaya transplantasi dapat segera dilakukan."
Rafael tak dapat berkata apa-apa setelah mendengar penjelasan Dokter. Ia berjalan gontai keluar ruangan, Nandini langsung menghampiri nya dan bertanya tentang kondisi Sebastian. Rafael menjelaskan semua yang ia dengar dari Dokter. Dengan tegas Nandini mengatakan akan melakukan test kecocokan sumsum tulang belakang.
"Aku juga akan melakukan test itu Nandini, tapi masalahnya aku harus meminta persetujuan dari Clarissa. Karena secara hukum ia masih berstatus sebagai istrinya, dan aku membutuhkan tanda tangannya supaya Tian dapat segera di operasi."
"Tapi apakah Ibu Clarissa mau memberikan tanda tangan? takutnya dia sangat marah, dan tak mau memberikan persetujuan." ucap Nandini dengan menghembuskan nafas panjang.
"Aku akan mengurus segalanya, tolong jaga mereka. Aku akan pergi ke penjara menemui Clarissa, semoga ia mau menandatangani berkas ini." kata Rafael seraya melangkahkan kakinya pergi.
__ADS_1
Bersambung.