GAIRAH ISTRIKU MELUKAIKU

GAIRAH ISTRIKU MELUKAIKU
BAB 30


__ADS_3

Setelah mendapatkan kebebasan dari kepolisian, Clarissa meminta Sebastian untuk membawanya kembali ke rumah. Ia ingin memperbaiki hubungan nya dengan Sebastian. Tapi Sebastian belum bisa mengambil keputusan untuk membawa Risa kembali ke rumah.


"Mas aku sudah baik-baik saja, mulai sekarang aku yang akan membantu mu untuk terapi. Kita tidak perlu memperkerjakan Suster Nandini lagi, karena sekarang ada aku yang akan selalu menjagamu."


"Risa kau tak perlu berbakti padaku seperti itu. Kau hanya istri dimata orang lain, tapi tidak di hatiku. Kita bisa tinggal satu atap, tapi maaf aku tak bisa tidur satu kamar denganmu. Aku minta kau paham dan mengerti keinginan ku."


"Baiklah Mas kalau itu mau mu, aku juga menyadari kesalahanku. Tapi aku harap suatu saat nanti kita bisa kembali seperti dulu lagi. Aku akan membuat Raymond membayar atas kejahatan nya, ia yang menghasut ku berbuat jahat padamu. Dia juga udah mengambil harta bendamu Mas, aku tak akan memaafkan nya."


"Sudahlah Risa, aku tahu kau masih mencintainya. Kau hanya kecewa karena ditinggalkan olehnya, kau marah karena dicampakan dia di penjara seorang diri. Aku yakin jika saat itu Raymond tak meninggalkan mu, kau masih akan bersamanya."


Clarissa tercengang mendengar Sebastian mengatakan itu, ia tak menyangka jika lelaki yang dulu sangat menggilainya sekarang berubah drastis. Seakan tak pernah ada apa-apa di antara mereka berdua. Nafas Clarissa begitu memburu seperti detak jantung nya yang tak beraturan. Kini ia baru merasakan, jika cinta Sebastian sudah mati untuknya. Ia begitu merasa kehilangan, dan kini meneteskan air mata penyesalan.


"Maaf Risa, kalau perkataan ku terdengar menyakitkan. Rasa sakit yang kau rasakan tak sebanding dengan apa yang kau lakukan padaku. Tenangkan dirimu, aku akan menemui Dokter untuk meminta ijin darinya supaya kau bisa pulang ke rumah secepatnya."

__ADS_1


Setelah Sebastian pergi, Clarissa hanya bisa menyesali semua perbuatan nya di masa lalu. Rafael yang melihatnya dari luar ruangan hanya bisa menggelengkan kepala.


"Tak ada gunanya menyesali semuasemua Risa. Masih untung Tian mau menerima lu lagi, meski dia gak bisa memberikan cintanya seperti dulu."


"Lu harus bantuin gue Rafa! gue mau perbaiki kesalahan yang udah gue lakuin!"


"Sorry Sa, gue gak bisa bantu apa-apa. Tian udah terlanjur sakit hati sama lu, bukannya tujuan lu hanya untuk terbebas dari penjara dan berstatus sebagai istri Tian?"


Clarissa menundukan kepalanya, dia pikir awalnya memang itu tujuannya mengorbankan diri melakukan transplantasi. Tapi ia baru sadar, jika semua cinta yang dulu Sebastian berikan begitu tulus padanya. Dan Clarissa menyesali semua perbuatan nya. Ia berlinang air mata, tak dapat mengatakan apa-apa.


"Kenapa lu ngomong gitu Fa? di dia tentu aja anak Mas Tian!" seri Clarissa gelagapan.


"Sa lu gak usah ngelak lagi, meskipun Stefani bukan anak Tian. Gak akan merubah kasih sayang Tian ke anak itu. Gue hanya pengen tahu aja, kebenaran tentang Stefani."

__ADS_1


Clarissa tetap kekeh mengatakan jika Stefani adalah anaknya dan Sebastian. Entah apa yang ada didalam pikiran nya saat itu, Clarissa ketakutan mengatakan kebenarannya. Meskipun Rafael sudah menjelaskan jika Tian akan teta menerima Stefani sebagai anaknya.


Tak lama Sebastian datang bersama Nandini. Mereka berjalan bersamaan, karena Nandini membantu Sebastian berjalan dengan menggandeng tangannya. Raut wajah Clarissa berubah memerah, ia nampak kesal melihat Nandini yang begitu dekat dengan suaminya.


"Sayang apa yang Dokter katakan padamu? apakah aku sudah boleh pulang sekarang?" tanya Clarissa dengan manja.


Sebastian mengacuhkan pertanyaan Clarissa, ia malah sibuk berbicara dengan Nandini. Sebastian meminta Nandini untuk membantunya merawat Stefani. Karena ia memang sengaja ingin menahan kepergian Nandini atas permintaan Rafael. Tapi Nandini terlihat berat untuk menerima permintaan Sebastian. Tapi Rafael meyakinkannya untuk membantu mengurus si kecil Stefani.


"Kalian berdua apa-apa an sih? memangnya perawat hanya dia aja? kalau Nandini gak mau ya udah, cari aja yang lain. Kami mampu membayar perawat yang lain!"


Sebastian membentak Clarissa dan memintanya untuk tidak ikut campur. "Bukankah kau tak pernah mau mengurus anakmu sendiri? jadi jangan ikut campur dalam masalah ini. Kau bisa urus dirimu sendiri tanpa memikirkan hal lain!"


"Sa sayaang, kau membentakku di depan orang lain?" kata Clarissa membulatkan kedua matanya dengan berkaca-kaca.

__ADS_1


Kini keadaan disana terasa canggung, karena perdebatan di antara Sebastian dan juga Clarissa. Nandini yang merasa tak enak hati segera meminta maaf pada Clarissa, tapi Rafael menarik paksa tangannya. Dan mengajak perempuan yang dicintainya itu pergi dari sana.


...Bersambung. ...


__ADS_2