GAIRAH ISTRIKU MELUKAIKU

GAIRAH ISTRIKU MELUKAIKU
BAB 36


__ADS_3

Setelah kejadian itu Nandini tak lagi bekerja di rumah Sebastian, ia merasa malu dan tak mau menampakan wajahnya dihadapan semua orang. Setiap harinya ia mengurung diri di kamar, bahkan Rafael yang baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya tak dapat menghubungi Nandini. Akhirnya ia pergi ke rumah Sebastian karena mengira jika perempuan yang dicintainya itu masih bekerja disana. Tapi sesampainya disana, ia tak dapat menemukan keberadaan Nandini. Bahkan ada baby sitter baru yang sedang menjaga Stefani.


"Loh Mbok sejak kapan ada perawat baru disini?" tanya Rafael dengan wajah kebingungan.


"Baru tiga hari ini Tuan, sejak Nyonya terlihat marah-marah sama Suster Nandini. Dan sejak saat itu ia tak datang ke rumah ini lagi. Sebentar lagi juga Nyonya pulang, ditunggu saja Tuan." jawab Mbok Itoh yang tak tahu apa-apa.


Tak lama terdengar suara mobil yang baru datang, nampaknya Clarissa baru kembali dari belanja. Ia terlihat membeli beberapa barang, dia melihat mobil Rafael ada di halaman rumahnya. Clarissa mempercepat langkahnya ke dalam rumah, dan ternyata Rafael juga mendatanginya di depan pintu rumahnya.


"Apa yang udah lu perbuat sama Nandini hah? kenapa lu marahin dia sampai dia gak bekerja disini lagi!" seru Rafael marah.


Clarissa meletakan barang belanjaannya, ia menghembuskan nafas panjang seraya berkacak pinggang. Dia menarik paksa tangan Rafael pergi ke taman belakang rumahnya, disana ia menjelaskan jika rencana mereka gagal total. Dan kini rumah tangganya terancam hancur karena kesalahan fatal saat malam itu.


"Maksud lu apa sih Sa, lu gak usah berbelit-belit kalau ngomong!"


"Obat kuat itu udah gue campur ke minuman Mas Tian, tapi sayangnya ia tak melakukan nya denganku. Mas Tian menghabiskan malam bersama Nandini perempuan ja*lang itu!" pekik Clarissa dengan membulatkan kedua matanya.


Hening, tak ada jawaban dari Rafael. Detak jantungnya serasa berhenti untuk beberapa saat, Rafael begitu terkejut mendengar perkataan Clarissa yang sangat menyakiti hatinya.


"Semua ini salah lu Risa! kenapa gue harus percaya sama rencana busuk lu hah!"


"Lu pikir gue mau semua ini terjadi? tanya ke mereka berdua, kenapa mereka bisa menghabiskan malam bersama! lu begitu percaya dengan pelakor itu kan? nyatanya dia menikmati setiap sentuhan Mas Tian, mereka sama-sama terkulai lemas di depan mata gue! lu pikir gue gak hancur? gue gak sakit hati hah?"

__ADS_1


"Brengsek! dimana Tian, biar gue hajar dia! dia udah nodain perempuan yang gue cinta, sia*lan biadap!" Rafael terlihat sangat murka, ia pergi meninggalkan rumah itu dan mencari Sebastian di kantor nya.


Begitu sampai di kantor itu, Rafael langsung memberikan bogem mentah di wajah Sebastian. Dia sangat murka dengan perbuatan be*jat yang dilakukan sahabatnya sendiri pada perempuan yang ia cintai. Tak ada balasan yang dilakukan Sebastian, karena ia merasa pantas untuk mendapat pukulan itu dari Rafael. Semua pegawai berusaha melerai mereka, tapi amarah Rafael terlalu besar dan tak terkendali. Kemudian beberapa security datang dan memegangi Rafael, supaya ia tak terus memukuli bos mereka.


"Udah pak tidak apa-apa, tolong lepaskan dia. Biarkan saya berbicara empat mata dengannya, dan kalian semua bisa melanjutkan pekerjaan kalian lagi!" ucap Sebastian seraya mengusap darah yang keluar sudut bibirnya.


Kini Rafael menatap Sebastian dengan penuh kebencian, hanya dendam yang ada di dalam hatinya. Rafael bersumpah di dalam hatinya, jika suatu hari nanti akan membalas semua penghianatan Sebastian dengan harga yang mahal. Ia akan membuat hidup Sebastian bagaikan di neraka, berkali-kali ia tekankan pada dirinya sendiri jika ia tak akan mengampuni apa yang telah Sebastian lakukan pada Nandini.


"Bro." baru sepatah kata yang diucapkan Sebastian, Rafael langsung mengangkat tangannya menghentikan Sebastian untuk melanjutkan kata-katanya.


"Gue bukan bro lu lagi! semua hubungan kita di masa lalu udah selesai, sekarang lu hanyalah musuh besar dalam hidup gue. Apa yang telah lu perbuat pada Nandini udah keterlaluan, gue gak akan pernah memaafkan lu. Gue bakal bikin perhitungan sama lu!" pekik Rafael seraya mendorong tubuh Sebastian, lalu beranjak pergi dari sana.


"Lebih baik aku berusaha untuk menemui Nandini, aku tak mungkin hanya tinggal diam seperti seorang pengecut. Aku harus bertanggung jawab dengan apa yang telah ku perbuat." gumam Sebastian dengan mengacak rambutnya kasar.


Setelah itu Sebastian berusaha menghubungi ponsel Nandini berkali-kali, tapi tak ada tanda-tanda jika panggilannya berdering. Sepertinya Nandini sengaja mematikan ponselnya, atau memang nomor ponsel Sebastian sudah di blockir. Akhirnya Sebastian memutuskan untuk mencari Nandini di rumahnya, ia bertanya pada pihak Rumah Sakit untuk mengetahui dimana tempat tinggal Nandini. Berbekal alamat yang diberikan bagian informasi, Sebastian memutuskan untuk menemui perempuan malang itu, dengan harapan ia bisa memperbaiki keadaan yang terlanjur memperburuk hubungan di antara mereka semua.


...Bersambung. ...


Hai othor punya rekomendasi novel yang bagus buat kalian loh.


Istri Siri Tuan Bryant

__ADS_1


Author: Asma Khan


Setiap pernikahan mengharapkan kebahagiaan. Namun, tidak dengan pernikahanku.


Siapa sangka. Pernikahan yang kuanggap pemujaan ternyata semu belaka. Ucapan talak di depan rumah pojok dari bibir mas Akbar menyadarkanku arti diriku selama setahun ini.


Hujan belati menusuk hatiku, dengan penghianatan suami beserta sahabat baikku.


"Kamu hanyalah penebus hutang judi ku. Tidak lebih!"


Sesak, hingga gelap menyapa. Ketika kesadaran ku kembali, kertas putih menyambut dunia malang ku.


"Pilihanmu hanya dua, menjadi istri siri atau menjadi wanita malam!"


Hitam di atas putih. Kini hidupku hanya untuk menjadi penebus hutang mantan suamiku.


Sanggupkah Ara menjalani hidup sebagai istri siri pria asing? Apakah hidup Ara akan selalu dibawah kekuasaan orang lain?


Ikuti kisah perjuangan Ara mencari kebahagiaan sederhana dalam sebuah ikatan suci pernikahan.


__ADS_1


__ADS_2