GAIRAH ISTRIKU MELUKAIKU

GAIRAH ISTRIKU MELUKAIKU
BAB 33


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Rafael kembali datang, dan menyaksikan kedekatan antara Sebastian dan Nandini. Ternyata kali ini mereka sering menghabiskan waktu bersama Stefani di taman layaknya sepasang orang tua yang sedang bermain bersama anaknya. Rafael benar-benar naik pitam, ia berteriak lantang di hadapan Sebastian lalu mendorongnya.


"Lu kenapa sih bro?"


"Ngapain lu pegang-pegang tangan Nandini hah? dan kalian sepertinya menikmati waktu bersama ya!"


"Rafa kamu salah paham, kami hanya sedang bermain dengan Stefani." jelas Nandini berusaha meredam amarah Rafael.


Tapi Rafael tetap kesal dan mengatakan pada Sebastian, jika ia tahu kalau dia memiliki perasaan pada Nandini.


"Kali ini lu gak bisa ngelak lagi tahu gak!"


Clarissa yang baru saja pulang ke rumah terkejut melihat keributan yang terjadi. Ia bersandiwara membela Sebastian, dan mengatakan kalau Rafael hanya salah paham.


"Rafael apa yang lu lakukan sama suami gue? Mas Tian gak mungkin suka sama perempuan yang dicintai sahabatnya, bener kan Mas kataku?" tanya Clarissa menatap Sebastian.


Hening tak ada jawaban dari Sebastian, ia memandang Nandini dengan wajah yang sendu.


Rafael berdecih, ia menggelengkan kepalanya merasa kecewa pada Sebastian.


"Gue gak nyangka lu bakal hianati persahabatan kita. Dari awal lu tahu gue cinta sama Nandini, dan gue sengaja nahan dia pergi buat bantu lu jaga Stefani. Tapi ternyata lu nusuk gue dari belakang, karena gue tahu Nandini bersikap baik karena dia tulus buat ngurus lu dan anak lu. Mulai hari ini gue mau Nandini berhenti jadi baby sitter di rumah ini!" pekik Rafael dengan wajah marah.


Nandini menggelengkan kepala, ia mengatakan pada Rafael jika ia terikat kontrak kerja selama enam bulan ke depan. Dan sekarang baru berjalan dua bulan, itu artinya Nandini harus tetap menjalankan tugasnya sebagai baby sitter untuk Stefani.

__ADS_1


"Gue akan bayar ganti ruginya pada kalian, biarkan Nandini berhenti sekarang juga!"


"Gak Rafael, aku harus bertanggung jawab dengan pekerjaan ku. Yakinlah kami tak memiliki perasaan satu sama lain, benar kan Tian, apa yang saya katakan?"


Sebastian tercengang mendengar kata-kata itu terlontar dari bibir perempuan yang dicintainya, ia hanya bisa menganggukan kepala.


"Sorry Fa, kalau gue bikin lu salah paham. Gue gak mungkin hianati persahabatan kita. Tolong percaya ke gue sekali ini aja." Sebastian berusaha meyakinkan Rafael dengan wajah sendu.


Tak ada jawaban dari Rafael, ia langsung melangkahkan kakinya pergi begitu saja. Clarissa mengatakan pada Sebastian dan juga Nandini, kalau ia akan meyakinkan Rafael dan membawanya kembali.


"Tunggu sepuluh menit, aku akan kembali bersama Rafael." kata Clarissa seraya mengejar Rafael.


Di halaman rumah itu Clarissa menghentikan langkah Rafael yang akan masuk ke dalam mobilnya. Ia meyakinkan Rafael untuk melakukan drama yang sudah ia rancang sebaik mungkin.


Rafael menghembuskan nafas panjang, ia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya lalu memberikan pada Clarissa.


"Lu yakin rencana ini akan berhasil?"


"Percaya aja sama gue, Nandini akan melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Mas Tian akan jatuh ke pelukan gue lagi. Kami akan melakukan nya di malam ini juga, dengan bantuan obat kuat ini Mas Tian gak akan tahan menahan hasratnya. Dan gue akan manfaatin kesempatan ini dengan sebaik mungkin. Karena setelah itu Nandini pasti akan sakit hati melihat kami bermesraan, dia gak akan tahan bekerja di rumah ini lagi." ucap Clarissa dengan tersenyum licik.


Mereka berdua saling berjabat tangan, rasa cemburu Rafael berhasil membuatnya menjadj jahat berkat hasutan Clarissa juga.


"Lu harus ikut gue ke dalam, biar mereka percaya kalau lu udah gak salah paham lagi. Oke?"

__ADS_1


Rafael terpaksa menuruti ucapan Clarissa, ia kembali masuk ke dalam rumah dan menemui Sebastian kembali. Ia terpaksa mengatakan kalau dirinya sudah tak salah paham lagi karena Clarissa meyakinkannya.


"Gue bakal kasih kesempatan lu sekali lagi, gue harap lu benar-benar bersikap sebagai sahabat gue. Kali ini gue gak masalah kalau Nandini ingin tetap bekerja di rumah ini. Tapi kalau dia mau keluar, gue harap kalian gak akan menghalangi nya atau mempermasalahkannya!"


"Ayo Mas, berjabatan tangan dengan Rafael. Kalian harus mengakhiri kesalahpahaman ini." pinta Clarissa bersandiwara menjadi istri yang baik.


Clarissa menyeringai merasa keberuntungan ada di pihak nya. Ia akan membuat Sebastian kembali ke dalam pelukan nya, rencana besar supaya mereka dapat kembali merajut hasrat. Obat kuat yang ada di tangan nya akan membantunya mendapatkan gairah Sebastian kembali. Perempuan itu merasa bagai di awan, ia terus tersenyum membayangkan malam yang akan ia lalui bersama Sebastian.


...Bersambung. ...


Hai othor punya rekomendasi novel yang bagus buat kalian loh.


Kurebut Calon Suamimu


Author Yeni Sri


Silvia Lestari tertabrak mobil yang di kendarai oleh Devan Alvandra, seorang Pria yang ia kenali adalah calon suami dari mantan sahabat lamanya. Mantan sahabat yang pernah membuat hidup dan reputasinya hancur seketika. Di tinggalkan oleh kekasih sekaligus kehilangan Ayah tercintanya.


Karena kecelakaan yang tak disengaja membuat tulang kaki Silvia mengalami keretakan parah dan tak mampu lagi berjalan dalam waktu yang lama, sehingga Silvia memanfaatkan kondisi itu dan meminta Devan untuk menikahinya sebagai pertanggungjawabannya dan juga sebagai jalan untuk membalaskan dendamnya terhadap sang mantan sahabat.


Akankah Silvia mampu membuat Devan mencintai dirinya, dan berpaling dari Cathrine, mantan sahabatnya sendiri?


__ADS_1


__ADS_2