
Clarissa terbaring di ranjang dengan alat-alat kedokteran yang masih menempel ditubuhnya. Sebastian melangkahkan kakinya dengan alat bantu jalan. Perempuan itu menatap Sebastian dengan menyunggingkan senyumnya. Ia berbicara dengan suara parau, tangannya menggapai tangan Sebastian lalu mengecupnya.
"Alhamdulillah kau sudah bisa berjalan kembali Mas. Aku lega melihatmu seperti sekarang, semoga hubungan kita bisa kembali seperti dulu lagi. Aku berjanji akan melakukan apapun supaya kau memaafkan semua kesalahan ku. Saat itu aku khilaf Mas, aku mengaku jika kesalahan ku pasti tak akan mudah untuk di maafkan." kata Clarissa berlinang air mata.
"Sudahlah Risa, aku akan memaafkanmu. Dan menerima mu menjadi istri ku kembali, tapi maaf perasaan ku tak akan sama seperti dulu lagi. Aku hanya ingin membalas kebaikan mu, karena telah menjadi pendonor untukku. Aku sengaja mengatakan semua ini dari awal, supaya kau tak salah sangka dengan hubungan kita ke depannya."
Degh.
Hati Clarissa terasa pilu mendengar kata-kata itu terucap dari bibir Sebastian. Karena setahunya, Sebastian adalah lelaki yang sangat baik dan selalu menghargai perasaan nya. Tapi kali ini Sebastian terang-terangan mengatakan hal semacam itu padanya, setelah apa yang ia korbankan untuk Sebastian.
"Apakah gak ada sisa cinta sedikitpun untukku Mas? apa kau begitu membenciku, hingga kau tega mengatakan semua itu padaku?"
"Maaf Clarissa, aku hanya ingin menjaga janjiku pada mendiang papamu. Janjiku untuk menjagamu, apalagi kau sudah berkorban untukku. Jadi aku hanya akan melakukan tanggung jawab untuk mengurusmu saja. Dan jangan harapkan yang lebih dariku, karena aku tak akan bisa memberikan semua cinta ku padamu lagi."
"Apakah ada perempuan lain di hatimu Mas?" kata Clarissa setengah menjerit, dan membuatnya merasakan sakit di ulu hatinya.
Perempuan itu terlihat kesakitan, dan membuat Sebastian panik dan berteriak memanggil Rafael di luar ruangan.
__ADS_1
"Fa panggilin Dokter buruan!"
Rafael tergesa-gesa memanggil Dokter, dan Dokter bergegas memeriksa kondisinya. Clarissa langsung diberikan suntikan penghilang nyeri, dan membuatnya terlelap kembali. Dokter memberitahu jika Clarissa belum bisa menerima kabar yang kurang bagus. Karena jantung nya masih lemah pasca operasi transplantasi.
"Jadi saya harap, jangan membahas hal yang dapat memicu amarahnya."
Sebastian menundukan kepalanya, ia merasa bersalah karena telah membuat Clarissa menderita seperti tadi.
"Harusnya gue gak bahas itu sekarang Fa. Gue terbawa emosi ketika Risa membahas kesalahannya." Sebastian menghembuskan nafas panjang.
"Gue paham bro, pasti berat buat lu menjalani semua ini. Tapi lu tetap mengorbankan semuanya, gak cuma buat diri lu sendiri, terutama karena si kecil Stefani. Nanti biar gue yang coba jelasin ke Risa, supaya ngasih lu ruang buat sendiri. Karena lu pasti gak akan semudah itu berdampingan kembali dengan Risa. Harusnya dia ngerti, ngasih kesempatan sebesar ini buat dia itu gak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Dia juga harus kasih lu waktu, karena hubungan kalian pasti gak akan bisa kembali hangat seperti dulu."
Mereka menunggu Clarissa sadar kembali, dan ternyata begitu ia sadar, ia langsung mencari Sebastian dengan berlinang air mata. Clarissa berusaha bangun dari ranjangnya, tapi tubuhnya masih lemah. Dan ia tak dapat bergerak kemana-mana.
Rafael belari ke dalam untuk menenangkan Clarissa. "Lu istirahat dulu aja ya Sa, jangan terlalu banyak mikirin macam-macam dulu." pinta Rafael pada sahabatnya itu.
"Gak! gue gak bisa biarin Mas Tian memiliki perasaan pada perempuan lain!"
__ADS_1
"Lu tenang dulu Risa! Tian bilang kaya gitu ke lu bukan karena ada perempuan lain di hatinya. Tapi lu harusnya paham dengan perasaannya, dia baru aja pulih setelah lumpuh hampir setahun lamanya. Dan yang lebih parahnya, Tian jadi seperti itu setelah melihat lu bermesraan dengan lelaki lain. Bagaimana mungkin Tian bisa begitu aja kembali seperti dulu. Harusnya lu introspeksi diri, kenapa Tian bisa seperti itu juga karena tingkah lu sendiri. Gue harap lu bisa kasih Tian ruang bebas, dan gak maksain dia buat menerima lu seutuhnya. Setidaknya lu masih berstatus istrinya, lu paham kan dengan omongan gue?"
Clarissa hanya diam tak mengatakan apa-apa. Meski ia melakukan transplantasi hanya untuk mendapatkan posisinya kembali menjadi istri Sebastian. Tapi ia tak bisa menerima kenyataan, jika lelaki yang dulu sangat mencintainya kini sudah berubah acuh padanya.
...Bersambung. ...
Hai othor punya rekomendasi novel yang bagus buat kalian loh.
Young Mommy
Author: Sa Ekha
Ayana murid baru di sekolah Wismagara jatuh cinta pada anak sulung pemilik sekolah. Ayana pikir cintanya akan bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata Gama juga menyimpan rasa yang sama.
Mereka pacaran dan menjadi pasangan ter the best di sekolah mereka. Kisah cinta mereka sangat manis. Tapi cinta mereka menemui kendala ketika Gama sebentar lagi lulus sekolah. Ayana Taku menjalin hubungan jarak jauh dengan Gama, karena pria itu berencana melanjutkan studi di luar negri. Namun Gama selalu meyakinkan Ayana jika ia akan setia kepadanya.
Ayana pun percaya, hingga di hari kelulusan Gama. Pria itu mengajak Ayana makan malam romantis. Tapi keduanya kebablasan hingga melakukan one night stand hingga Ayana hamil.
__ADS_1
Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Ayana akan mempertahankan janinnya ? Apakah Gama akan bertanggung jawab ?
Yuk saksikan kisah mereka dalam novel yang berjudul "Young Mommy"