GAIRAH ISTRIKU MELUKAIKU

GAIRAH ISTRIKU MELUKAIKU
BAB 31


__ADS_3

"Nandini, tolonglah terima permintaan Tian buat ngurus si kecil Stefani. Gak ada yang bisa kami percaya selain kau, gak mungkin kan Mbok Itoh mengurus Stefani juga. Berapapun yang kau minta, pasti Tian akan membayarnya."


"Tapi masalahnya bukan karena uang Rafa. Aku ini kan Suster bukan baby sitter, aku ingin mengembangkan karirku."


"Please aku mohon, sampai kau percaya dengan cintaku tetaplah bekerja di rumah Tian. Kalau kau sudah yakin dengan perasaan ku, kita bisa melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius."


Nandini terus menundukan kepalanya, ia merasa tak enak hati jika terus menolak Rafael. Meskipun ia berat menerima permintaan Rafael, ia juga tak tega melihat lelaki itu terus memohon.


Sebastian melihat kedekatan Rafael dan Nandini, mereka saling menatap dan berpegangan tangan. Membuat hatinya terasa sakit tak tertahankan. Rupanya Clarissa menyadari apa yang membuat Sebastian terpaku di depan pintu. Perempuan itu menahan amarah, karena ia menyadari jika Sebastian memiliki perasaan pada Nandini. Tiba-tiba Sebastian membalikan tubuhnya menghadap ke jendela, tak lama Rafael bersama Nandini masuk ke dalam ruangan dengan bergandengan tangan. Clarissa menyeringai melihat kedekatan sahabatnya dengan perempuan yang sudah memikat hati Sebastian.


"Wah kalian baru jadian ya? nempel terus tuh tangannya." goda Clarissa tersenyum melalui sudut bibirnya.


Sontak saja Nandini melepaskan tangannya dari genggaman Rafael.


"Apa an sih lu Sa, gak bisa lihat orang bahagia bentar aja lu!" seru Rafael canggung.


Sebastian melangkahkan kakinya keluar, ia meminta Clarissa bergegas berkemas.


"Aku akan menunggu di luar, cepatlah rapikan barangmu."


Rafael berjalan menghampiri Sebastian dan mengatakan jika ia berhasil membujuk Nandini untuk menjaga Stefani.

__ADS_1


"Semoga Nandini bisa lihat keseriusan gue ya bro. Udah lama gue punya perasaan sama dia, tapi cinta gue ini bertepuk sebelah tangan. Karena Nandini selalu sibuk dengan pekerjaannya."


"Jadi apa jawaban Nandini? apa dia menerima cinta lu?"


"Belum sih bro, tapi secara gak langsung dia udah ngasih gue kesempatan. Dia akan bantu ngurus Stefani, setelah itu baru gue akan lamar dia. Doain gue ya bro." kata Rafael seraya merangkul Sebastian.


Clarissa merasa memiliki kesempatan untuk memenangkan hati Sebastian kembali. Meski ia sedikit kesal mengetahui jika Sebastian memiliki perasaan pada Nandini. Entah sejak kapan benih-benih cinta nya tumbuh, yang jelas Clarissa tak akan membiarkan semua itu terjadi. Saat itu Clarissa berusaha menghasut Rafael, dengan mengatakan bahwa Sebastian tertarik pada Nandini.


"Apa lu gak merasa kalau Mas Tian diam-diam suka sama Nandini? kenapa lu malah dukung keinginan Mas Tian, supaya Nandini tetap berada di dekatnya? emang lu ga hawatir kalau benih-benih cinta di antara keduanya semakin kuat? gue lihat lu juga punya perasaan yang sama dengan Nandini." kata Clarissa tersenyum licik.


"Apa maksud lu ngomong gini Risa? lu gak lagi berusaha ngebuat persahabatan gue sama Tian rusak kan?"


"Rafael Rafael. Lu itu gak usah munafik deh, jelas-jelas Mas Tian sering merhatiin Nandini diam-diam. Gue udah lihat sendiri tahu gak! Lu pikir gue seneng lihatnya. Pokoknya gue udah peringatin lu ya Fa, jangan sampai lu nyesel kalau Nandini benar-benar jatuh cinta pada Mas Tian."


"Sini biar gue aja yang dorong kursi rodanya." kata Rafael langsung mendorong kursi roda Sebastian.


"Sepertinya guee berhasil mempengaruhi Rafael. Meski dia terlihat acuh dengan ucapan gue tadi, sekarang dia kelihatan kesal melihat Nandini dekat dengan Mas Tian." batin Clarissa tersenyum licik.


"Apa ibu mau saya bantu jalan?" tanya Nandini pada Clarissa.


"Gak perlu, kau bawa saja barang-barang itu!"

__ADS_1


Nandini menghembuskan nafas dalam, ia menyunggingkan senyumnya seraya membawa dua tas besar milik Clarissa. Di sela-sela perjalanan menuju lobby rumah sakit, Clarissa mengatakan pada Nandini jika ia tahu kalau Nandini diam-diam mengagumi sosok Sebastian.


"Aku tahu kalau kau memendam rasa pada suamiku kan? pasti kau berharap Mas Tian akan mencampakanku? kau tak akan lama bekerja di rumahku, lebih baik kau terima saja cinta Rafael. Dia tak kalah kaya dari suamiku, jadi kau tak perlu mengincar suamiku lagi."


"Maaf bu, sepertinya ibu salah paham dengan niat saya bekerja di rumah ibu. Saya tak ada sedikitpun niatan merebut Pak Tian dari ibu. Saya bekerja secara profesional, apapun yang ibu lihat semata-mata hanya karena tuntutan pekerjaan saja."


Clarissa berdecih mendengar perkataan Nandini, baginya tak ada perempuan yang tak silau dengan kekayaan. Jadi menurut Clarissa, Nandini hanya bersandiwara polos di depannya. Bagaimanapun Clarissa akan terus menghasut Rafael supaya ia segera menjauhkan Nandini dari kehidupannya.


...Bersambung....


Hai othor punya rekomendasi novel yang bagus buat kalian loh.


Gadis Kesayangan Tuan Agra


Author: Nurmay


Bagaimana rasanya di tinggalkan untuk selamanya di hari pernikahan. Hari yang harusnya membuat bahagia, namun itu membuat luka.


Dan gadis cantik itu pun harus menerima cacian dan makian, dan di cap sebagai gadis pembawa sial.


Lalu tiba-tiba, ada seorang laki-laki yang bersedia menikahinya agar membuang kesialan itu. Laki-laki yang tidak dia kenal sama sekali, tiba-tiba menjadi suaminya.

__ADS_1


Siapakah Laki-laki itu? Dan bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka? Apakah cinta akan tumbuh di hati mereka?



__ADS_2