Garis Merah

Garis Merah
13: Rencana mudik


__ADS_3

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰


.


Menghitung lusa akan tiba, hari raya idul fitri yang ditunggu tunggu akhirnya akan datang. Marsel dan Wulan mulai berberes barang barang mereka, karena mereka ingin berencana mudik ke rumah orangtua Marsel.


"Begini ya bang rasanya orang yang lebaran beneran, mereka biasa mudik ke rumah orangtuanya" ucap Wulan.


"Ya beginilah, kita pulang ke rumah orangtua kita, mau bagaimana pun, kamu udah dijadikan anak dari mama sama papaku, mereka gak nganggep kamu cuma sebagai menantu" ucap Marsel.


"Wulan sangat berterimakasih sama mereka, mereka gak nganggep Wulan tuh cuma sebagai menantu aja, tapi anak mereka juga. Wulan bisa merasakan bagaimana punya keluarga" ucap Wulan dengan syukur.


"Iya, ayo bantu abang angkut barang barang ini ke mobil, kita gercep ya biar gak terlalu lama"


"Ayo bang, yang ini dulu ya, pelan pelan dulu" ucap Wulan.


Kedua pasangan tersebut mengangkat barang barang mereka, selesai dengan barang barangnya mereka kemudian berinisiatif untuk bersilaturahmi dulu dengan tetangga di sekitar.


"Bu Nur...! " panggil Marsel, bu Nur yang sedang berjalan menatap ke arah mereka.


"Eh si pasutri manggil, ada apa? " tanya bu Nur.


"Bu, kita salam salaman dulu ya" ucap Wulan.


"Ahahaha, saya kira ada apa, eh kan kita lebaran nya lusa, kok sekarang mau salam salaman? " tanya bu Nur.


"Kami mau mudik, bu, makanya dari sekarang saja salam salaman nya" jawab Marsel.


Bu Nur tertawa, mereka kemudian bersalam salaman dan berpelukan.


"Hati hati dijalan ya, moga selamat sampai tujuan" ucap bu Nur.


"Makasih ya bu Nur, oh iya ini sekalian THR buat anaknya" ucap Wulan.


"Astaga, terimakasih ya lan, kalau begitu saya pergi dulu ya, daahh" ucap bu Nur.


Setelah bu Nur pergi, Marsel mencolek bahu Wulan.


"Lan, seriusan kamu kasih THR anaknya sama ibunya? Kamu belum tau ibu ibu ketika nerima THR anaknya? " tanya Marsel sembari menahan tawa.


"Lah, kenapa bang? " tanya Wulan dengan bingung.


"Bakal masuk kantong ibunya sendiri, anaknya mah kena php, ahahaha" tawa Marsel.


"Ishh, abang suudzon, gak baik tau" ucap Wulan.


"Ngga kok itu fakta, yaudah, kita lanjut lagi yuk silaturahmi ke rumah tetangga" ajak Marsel.


"Ayo bang" ucap Wulan.


Selesai bersilaturahmi, kedua pasangan tersebut mulai berangkat, sebelumnya memeriksa pintu dan jendela rumah, mereka akhirnya memutuskan untuk langsung pergi.


.


.


Memakan waktu yang lama, ditambah lagi kemacetan pasca mudik, membuat semua orang yang menunggu merasa lelah.

__ADS_1


"Bang, jalanannya macet bener ya mau mudik begini, jadi bosen nungguin nya" keluh Wulan.


"Iya memang begini, tapi tahun sebelumnya abang udah jarang banget mudik kayak gini, dulu pernah tapi gak mau lagi" ucap Marsel.


Terjebak kemacetan, ditambah lagi hari ingin hujan, membuat jalanan yang tadi sore panas menjadi dingin.


"Nih bang, kita berbuka puasa dulu"


Wulan menyodorkan botol air minum dengan suaminya, Marsel meminumnya kemudian Wulan lagi yang meminumnya.


Wulan merogoh tas yang ada di belakang, ia mengambil kotak nasi dan membukanya kemudian mengambil sesuap.


"Nih bang, Wulan suapin, biar abang fokus sama jalanan aja"


Marsel memakan sesuap makanan dari Wulan, secara bergiliran mereka bergantian untuk suap suapan makanan.


.


.


Menunjukkan pukul 1 pagi, akhirnya Marsel dan Wulan terlepas dari kemacetan di jalan, mereka merasa ngantuk dan mencari tempat untuk memarkirkan mobil sembari mereka beristirahat di mobil.


"Bang, Wulan pindah ke belakang ya, mau selonjoran kaki biar gak kaku" ucap Wulan.


"Iya lan, kalau kamu mau tidur duluan gak papa, jangan lupa dibentangkan kasur lipatnya biar nyaman" ucap Marsel. .


Akhirnya mereka menemukan tempat parkiran yang tak jauh dari perumahan warga, Marsel mengunci semua pintu mobil dan mematikan mesin mobil, ia kemudian membenarkan jok mobilnya untuk tidur.


Tiba-tiba hpnya berdering, Marsel mengangkat telponnya.


"Halo mah, kenapa nelpon Marsel? "


"Iya mah, sekarang kami mau istirahat dulu, nanti sekitaran jam 3 kami mulai lagi buat pergi ke sana" ucap Marsel.


'Gak mau dijemput sama Raka dan papa? Mereka mau aja kok' tanya Salma.


"Gak usah mah, nanti malah mereka yang kecapean, gak papa, biar nanti Marsel sendiri yang kesana" jawab Marsel.


'Oh baik nak, kamu istirahat lah dulu, hati hati dijalan ya nak' ucap Salma.


"Iya mah, kalau begitu Marsel matiin ya telponnya, assalamu'alaikum"


Marsel mematikan telponnya, ia kemudian melanjutkan tidurnya dengan menyetel alarm.


.


.


Menunjukkan sudah jam 3, Marsel terbangun dari tidurnya dan mematikan alarm yang membangunkan nya.


Tak lupa meminum kopi dingin yang ada di dalam botol agar tidak mengantuk, ia kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah orang tuanya.


Sesampainya di rumah kediaman keluarga Thomas, Thomas dan Raka yang sedang membuka gerbang rumah menyambut kedatangan Marsel dan Wulan.


"Salma, anak anak udah datang" panggil Thomas.


Marsel membangunkan Wulan yang tertidur di jok kursi belakang, Wulan terbangun dan bangkit dari tidurnya.

__ADS_1


Kedua pasangan tersebut keluar, mereka kemudian bersalaman dengan Salma dan Thomas sembari melepas rindu.


"Maaf ya mah, Marsel sama Wulan datangnya telat" ucap Marsel.


"Gak papa nak, selagi kalian terlepas dari macet dan selamat sampai kesini mama sangat bersyukur. Ayo kita masuk dan sahur, mama yakin kalian belum sahur" ucap Salma.


Sekeluarga itu masuk ke dalam rumah, mereka kemudian sahur bersama dengan harmonis.


.


.


Suara takbir berkumandang, hari yang ditunggu akhirnya telah tiba.


Keluarga Thomas tampak sibuk untuk bersiap siap shalat di masjid, mereka ada yang sedang mandi maupun memasak sedikit.


"Lan, kamu panggil Marsel, suruh dia minum dulu" perintah Salma.


"Iya mah, Wulan panggilin bang Marsel" ucap Wulan.


"Abang, minumnya bang" panggil Wulan.


Marsel datang menggunakan baju koko, penampilan nya yang tampan dan dewasa itu membuat Wulan cemburu.


"Abang, kenapa abang harus dandan tampan kayak gini sih? Kan tampan nya abang tuh cuma Wulan yang boleh lihat... " ucap Wulan dengan nada cemburu.


"Ya gak papa lah, lebaran gini kan penampilan tuh harus cakep cakep. Kalau kamu gak suruh abang cakep gini, kamu juga gak abang suruh buat cantik cantik gini" ucap Marsel.


"Hei, pagi pagi udah bucin bucinan, udah ayo siap siap, nanti takut gak dapat shaf shalat di masjid" ucap Misella.


"Si bumil tumben udah bangun pagi pagi begini, gimana kabar si baby? " tanya Marsel.


"Sehat kok, Raka sama Sela kan selalu denger nasehat mama apa aja yang diperlukan dan dilarang selama Sela lagi hamil begini" jawab Misella dengan mengelus perutnya.


"Alhamdulillah, yaudah, kita semua siap siap ya, biar cepat ke masjid" ucap Marsel.


Semuanya sudah siap, mereka pergi ke masjid bersama sama terlebih dahulu, kemudian setelah pulang akan bersungkeman dan bermaaf-maafan seperti tradisi lebaran.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣


__ADS_2