
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰
.
"Kamu gak sadar kah lan, kamu tuh lagi hamil loh? "
Pertanyaan dokter tersebut membuat Wulan terkejut, Wulan kemudian menatap tidak percaya.
"Serius? Saya lagi hamil, dok? " tanya Wulan dengan tidak percaya.
"Wulan, untuk apa saya berbohong dengan kamu, saya konsultan spesialis kandungan kamu selama ini loh buat mantau keadaan rahim kamu, ini saya serius, kista kamu sudah gak ada lagi, melainkan embrio yang ada di rahim kamu. Kamu sekarang hamil" jelas dokter.
Wulan melihat ke layar di USG, ia tidak mengetahui di mana embrio yang terletak di rahim nya, dokter kemudian menunjukkan sekaligus menjelaskannya.
"Umur kandungan kamu tuh kalau dihitung dari hari pertama haid dan hari terakhir haid itu udah hampir dua bulan, jadi usia kandungan kamu tuh udah memasuki usia dua bulan, lan" ucap dokter menjelaskan pada Wulan.
Wulan kemudian menatap ke arah Salma dengan tersenyum, begitupun dengan Salma yang bahagia mendengar kabar bahwa menantunya berhasil hamil.
"Patut gembira lagi kamu lan, kamu tau selanjutnya? " tanya dokter.
"Apa dok? Apa selanjutnya yang harus gembira lagi? " tanya Wulan dengan wajah bahagia.
Dokter kemudian menunjukkan jari V, Wulan merasa bingung dengan maksud dokternya, tetapi Salma mengetahui maksud dari dokternya.
"Apakah kembar? Apa calon cucu saya kembar, dokter? " tanya Salma dengan rasa penasaran.
"Iya bu, selamat ya Wulan, kamu berhasil hamil dan dapatnya kembar, udah kasih tau belum sama suami kamu? " tanya dokter.
Wulan berpikir sejenak, ia kemudian menggelengkan kepalanya, membuat dokternya merasa penasaran.
"Kenapa? "
"Saya ingin menjadikannya sebuah kejutan, lagipula ketika suami saya pulang, saya mau memperingati hari ulang tahun pernikahan saya yang ke 2 tahun, dok. Saya ingin memberikan kejutan ini sebagai hadiah untuk suami saya, dok, makanya saya tidak mau memberitahukan berita ini dengan suami saya terlebih dahulu" ucap Wulan.
"Aduh manis sekali, oke, saya akan kasih foto hasil USG nya ya, semoga dengan foto dan bermacam kejutan yang akan kamu buat, bisa membuat suami kamu bangga dan senang dengan kabar kehamilan kamu ini" ucap dokter.
Wulan merasa bahagia, akhirnya penantian dan harapan yang ia tunggu selama dua tahun terkabulkan dengan indah, ditambah lagi dirinya yang ingin mempunyai satu anak terlebih dahulu tetapi di berikan langsung menjadi kembar.
Beberapa menit berlalu, Wulan dan Salma keluar dari ruangan, Misella dan Raka merasa penasaran apa yang terjadi oleh kakak iparnya.
"Mbak, bagaimana kondisi mbak? Apa mbak baik baik aja kata dokternya? " tanya Misella.
"Iya mbak, kalau sakit, nanti kita usahain buat berobat demi mbak Wulan" ucap Raka.
"Tidak perlu, mbak juga mau kasih kejutan buat kalian"
"Hah, kejutan apa, mbak Wulan? " tanya Misella.
Wulan kemudian merogoh dompetnya, ia kemudian menyodorkan sebuah foto, Raka dan Misella melihat foto tersebut dan terkejut.
"Mbak, mbak Wulan-- "
"Iya dek, mbak hamil"
Mendengar jawaban dan foto dari Wulan, Misella kemudian tersenyum dan senang mendengar kabar tersebut, bahwa akhirnya kakak ipar telah hamil setelah 2 tahun penantian.
"Dan juga kalau kalian tau, mbak dikasih bonus juga" ucap Wulan.
"Hah, maksudnya mbak, kembar?! " tanya Misella dengan rasa penasaran yang menjadi jadi, Wulan menganggukan kepalanya.
"Aihhh, selamat mbak Wulan, akhirnya mbak sama kak Marsel dikasih bonus setelah penantian selama ini.
Rafael, Rafa udah dikasih adek kembar loh sama bunda Wulan nya, kalau adek kembarnya udah lahir, nanti main sama adek kembar ya sayang" ucap Misella dengan Rafael yang sedang tertidur.
"Sekarang, mbak Wulan udah kasih tau ini sama kak Marsel? " tanya Raka.
"Emmm, gak dulu ka, mbak mau kasih tau ketika kakak Marsel kalian pulang dari liburannya, mbak mau kasih kejutan, lagipula mbak sama kakak Marsel mau rayain ulangtahun pernikahan kami yang ke 2, semoga aja dengan hadirnya si kembar bisa jadi kado yang istimewa buat dia" ucap Wulan.
"Dih, so sweet banget, yaudah yok istirahat, bumil baru harus banyak istirahat, eh tapi ada ngidam sesuatu gak? " tanya Misella.
"Gak dulu, mbak mau langsung istirahat aja, Sela, mbak capek" jawab Wulan.
Misella menganggukan kepalanya, ia kemudian meminta Raka untuk segera pulang, karena ia juga merasa lelah sehabis menunggu kakak ipar mereka konsultasi.
__ADS_1
.
.
"Sel... "
Marsel yang menatap langit malam mengarahkan pandangannya ke belakang, Putri yang memanggilnya dari belakang.
"Eh Put, ngapain? " tanya Marsel.
Putri kemudian berdiri di samping Marsel, ia menghela nafas.
"Gak ada, belum bisa tidur aku, kamu kenapa? " tanya Putri.
"Sama, cuma bedanya lagi mikirin orang rumah, baru beberapa jam aja kangennya sama dia" ucap Marsel.
"Ya, hampir sama juga, tapi aku kelewat rindu sama anak anakku di rumah, yang paling mengkhawatirkan nya kalau si David gak bisa jadi pawang riweh nya Faisal sama Fani, beuhh paksa pulang besok aku" ucap Putri.
Marsel kemudian tertawa, begitupun dengan Putri, mereka tertawa ketika menceritakan tentang David.
"Put, boleh nanya gak sama kamu? " tanya Marsel.
"Eh, nanya apaan tuh? "
"Put, bagaimana sih rasanya punya anak? " tanya Marsel dengan nada suaranya yang terkesan sedih.
Mendengar pertanyaan itu, Putri menghentikan bercandaan nya dan tertawanya, karena kali ini seseorang bertanya dengan serius padanya.
"Rasanya ya? Banyakan senangnya, memang ada masa masa sulit nya di balik senengnya. Apalagi pas tau awal awal hamil, itu aku sama David ada rasa senang, panik dan cemas" jawab Putri.
"Kayaknya seru ya kalau punya anak, bisa jadi penghibur kita di kala lelah maupun sedih" ucap Marsel.
Putri merasa kasihan dengan Marsel, ia juga telah mengetahui cerita Marsel, bahwa hampir dua tahun ini Marsel belum punya anak sama sekali.
Putri memegang pundak Marsel, Marsel kemudian menatap Putri.
"Sabar Sel, ada masanya kok kamu itu bisa punya anak, asalkan yakin aja kalau kamu dan istrimu bisa dikaruniai anak. Aku yakin, sesuai kata aku kemarin, kamu pasti akan diberikan lebih kalau kamu gak mudah menyerah, aku yakin juga, kalau kamu punya anak nanti gak bakalan dikasih satu, pasti dikasih kembar langsung" ucap Putri.
"Ya, dari kesabaran kamu dan istrimu, selalu berdo'a aja Sel, Tuhan tuh gak pernah tidur, aku yakin pasti kamu dikasih lebih, asal yakin aja" jawab Putri.
"Begitu ya, sebelumnya makasih ya Put udah mau dengerin curhat dan ngejawab pertanyaan aku, cukup membantu" ucap Marsel.
"Iya Sel, sama sama" ucap Putri.
Marsel telah menguap, tandanya ia sudah mengantuk, sedangkan Putri bermain HP dan sedang mengetik pesan.
"Put, aku duluan ke dalam ya, udah ngantuk duluan soalnya"
"Oh iya Sel, kamu duluan sana, selamat malam" ucap Putri.
Marsel memasuki kamar tidurnya, ia kemudian mengunci kamarnya dan segera tidur.
"Kemana aja kamu, Sel? " tanya Dimas.
"Merenung tadi, sekarang mau tidur" jawab Marsel.
Marsel membenarkan posisi tidurnya, tidurnya kali ini diganggu oleh Dimas, dengan Dimas yang tidurnya sangat liar dan memeluknya, membuat Marsel geli dsn menyingkirkan Dimas dari dirinya.
"Kamu ganggu aja, Dimas! " kesal Marsel.
Tak di jawab oleh Dimas, Dimas membenarkan tidurnya lagi dan tertidur pulas.
.
.
Beberapa hari berlalu, Marsel pulang dari liburannya, ia mendatangi rumah orangtuanya untuk menjemput Wulan yang ada di sana setelah beberapa hari dirinya tinggalkan.
"Assalamu'alaikum" salam Marsel kemudian memasuki rumah.
"Waalaikumsalam, abang?! "
Wulan kemudian berlari ke arah Marsel, ia kemudian memeluk Marsel dan mencium suaminya.
__ADS_1
"Kayaknya kangen banget sama abang kamu itu, lan? " tanya Marsel.
"Kangen banget sama abang, abang liburannya hampir seminggu sih, makanya Wulan kangen banget sama abang" jawab Wulan.
"Hahaha, bisa aja kamu, sayang" ucap Marsel.
"Yaudah bang, sekarang ganti baju dulu ya, semua barang barangnya Wulan bawain"
"Eh, gak usah lan, biar abang yang bawain barang barang abang sendiri"
Marsel mengangkat barang barang miliknya menuju ke kamar, diikuti oleh Wulan yang juga menuju ke kamarnya.
Marsel menaruh barang barangnya di kamar, ia kemudian sekilas melihat sesuatu yang ada di sebuah bingkai foto yang terletak di atas kasur, Wulan menunggu momen tersebut.
"Lan, apa ini? " tanya Marsel.
"Abang baca dulu, nanti Wulan kasih tau" jawab Wulan.
Marsel melihat foto tersebut, ia kemudian membaca tulisan yang ada di dalam bingkai foto tersebut, Marsel membacanya dengan teliti dan terkejut.
"Lan, ini kamu— "
"Iya bang, selamat, kita bakalan jadi orangtua" ucap Wulan dengan wajah bahagia.
Marsel kemudian melihat lagi foto tersebut, ia kemudian merasa bahagia dan mulai menggendong Wulan, Marsel tertawa bahagia bersama Wulan yang dirinya gendong.
"Lan, akhirnya kita menjadi calon orangtua, abang gak nyangka kamu hamil" ucap Marsel dengan tangisan harunya.
"Wulan juga begitu, bang, kata dokternya, kista Wulan udah gak ada dan yang adanya calon bayi di perut Wulan ini" ucap Wulan.
"Lan, ini kaos kakinya sepasang ya? Ini juga foto bayi kita ya? " tanya Marsel menatap bingkai foto yang berisi foto USG dan sepasang kaos kaki di dalam nya.
"Bang, bukan hanya sepasang, melainkan dua pasang bang" ucap Wulan.
"Jadi, anak kita kembar? " tanya Marsel, Wulan tersenyum dan membalasnya dengan anggukan.
Marsel bertambah senang, ia lagi lagi menggendong Wulan dengan bahagia.
"Udah bang, turunin Wulan dong" ucap Wulan, Marsel menurunkannya dari gendongan nya kemudian langsung memeluk Wulan.
"Makasih Lan, abang benar benar terharu, akhirnya penantian kita selama dua tahun ini berbuah manis, benar kata teman abang, kalau kita bersabar akan di berikan rezeki yang lebih dari yang kita harapkan. Abang benar-benar terharu, makasih ya sayang" ucap Marsel.
"Iya bang, sama sama" ucap Wulan.
Marsel kemudian menyentuh perut istrinya dan mengelusnya.
"Sehat sehat di perut bunda ya nak, ayah dan bunda sangat bahagia dengan kehadiran kalian berdua"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣
__ADS_1