Garis Merah

Garis Merah
21: Salah paham


__ADS_3

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰


.


Menunjukkan jam 11 malam, akhirnya kelompok kerja Marsel menyelesaikan pekerjaan mereka.


Yang tadinya ingin lembur, tetapi akhirnya mereka dapat menyelesaikan nya secepat mungkin.


"Akhirnya selesai juga pekerjaan kita semua" ucap Kirana.


"Ya, kerja bagus, akhirnya kita gak jadi lembur dan gak nginap di kantor. Ahhh, masih bisa ketemu Faisal sama Fani di rumah dan masih bisa bikin sarapan suami dan bekal buat anak besok... " ucap Putri dengan lega.


"Pemikiran seorang ibu tuh memang beda ya dari wanita dewasa, yang paling diutamakan sama seorang ibu pasti anak anaknya" ucap Yunita.


"Nit, kamu belum pernah ngerasain jadi ibu sih, kalau kamu udah jadi ibu ya, kalau gak ketemu sama anak anaknya rasanya kayak ada yang kurang gitu, rasanya sepi. Nanti kamu bisa deh ngerasain jadi seorang ibu kayak gimana" ucap Putri.


"Aku calon ayah juga mikir kayak begituan kok, sekarang aja anakku belum lahir. Selalu terpikir sama ibunya sih, gimana kondisi dia selama aku tinggalin sendiri di rumah selama seharian penuh. Kadang istriku yang kasih kabar duluan sama aku" ucap Dimas.


"Aihh, jadi iri denger cerita kedua sweet parents di depan kita deh, kita kapan ya? " tanya Evi.


"Nikah dulu Vi baru beranak, nanti kamu beranak duluan kena julid pedas sama orang disekitar" ucap Kirana.


"Iya iya, yaudah, yuk kita pulang, katanya rindu sama yang di rumah" ucap Evi.


Akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang, angin malam yang dingin membuat sebagian menggigil dan berlari menuju ke kendaraan mereka masing-masing, kecuali dengan Putri.


"Put, kamu pulang pake apa? " tanya Marsel.


"Aku nyari taksi online aja Sel, gak papa, bentar lagi bakalan lewat taksinya" jawab Putri dengan mengusap usap lengannya.


Tak tega melihat wanita yang menunggu taksi malam malam, Marsel akhirnya memberikan tumpangan untuk Putri, karena ia merasa kasihan melihat Putri yang akan lama menunggu taksi online datang.


"Barengan sama aku aja, Put" tawar Marsel.


"Aduh Sel, makasih sebelum nya, tapi gak usah deh, nanti kamu pulangnya kemaleman" tolak Putri.


"Gak papa, lagipula malam begini taksi online dikit loh lewat di sini. Dan juga bahaya loh kamu pulang nya malem begini, sendirian juga" ucap Marsel.


"Gak papa nih, Sel? " tanya Putri meyakinkan.


"Iya Put, udah, ayo masuk"


Marsel membukakan pintu mobil dari dalam, Putri kemudian masuk dan duduk di sebelah jok Marsel.


.


.


Di perjalanan, Marsel dan Putri mengobrol seperti biasanya, mulai dari pasangan mereka masing-masing hingga Putri yang menceritakan anak anaknya.


"Kamu udah punya anak, Sel? " tanya Putri.


Marsel terdiam sejenak, ingin sekali ia tidak ingin menjawab pertanyaan dari Putri karena kondisi Wulan, tetapi ia tidak ingin menghambarkan suasana.


"Belum Put, belum di kasih rezeki sama Tuhan, moga aja secepatnya kami di kasih keturunan" ucap Marsel dengan santai.


"Amin, moga dapat kembar deh, biar si baby kalian gak sendirian keluarnya" ucap Putri.


"Amin, makasih do'anya Put" ucap Marsel yang sedang fokus mengendarai mobil nya.


"Sel, seriusan ya, kalau istrimu nanya soal bekas lipstik di kemeja, kamu ngejelasinnya istri kamu gak percaya, aku siap tanggungjawab buat bantu jelasinnya. Kasihan kalau nanti kamu bakal dimarahin sama istrimu karena aku tadi" ucap Putri.


"Iya Put, makasih sebelumnya, moga aja istriku bisa ngerti" ucap Marsel.

__ADS_1


Sesampainya di depan rumah Putri, terlihat suaminya Putri duduk memangku anak anaknya di depan teras.


Marsel dan Putri turun, suami Putri mendekat dan menghampiri Putri.


"Aduh mama, maaf tadi ayah gak sempat jemput mama di kantor, soalnya Fani baru cabut gigi karena jatuh di sekolah" ucap suami Putri.


"Loh, David? Kamu David kan? " tanya Marsel.


"Loh, kamu Marsel? "


Kedua laki-laki tersebut saling menyapa dan berpelukan, David kemudian menjabat tangan Marsel.


"Waduh vid, ternyata Putri istri kamu toh, pantas aja masa masa kuliah pengen pulang cepat" ucap Marsel.


"Ah, biasalah, masa masa saat itu mah masa masa si Putri lagi hamil anak pertama, makanya seringan izin pulang dari kampus. Ngomong ngomong, masuk dulu yok Sel" tawar David.


"Gak usah vid, aku langsung pulang aja, udah kemalaman soalnya, takutnya ngantuk dijalan" tolak Marsel dengan halus.


"Apaan sih ayah, si Marsel kalau pulangnya telat kayak ayah dimarahin sama mama loh" ucap Putri sambil menggendong Faisal yang sedang tertidur.


"Maksudnya istrinya ya? Wihh, gak nyangka mah, dulu Marsel ini orangnya gak suka sama cewek, eh taunya sekarang udah nikah. Jodoh memang ada di tangan Tuhan, mungkin doa adiknya Marsel manjur tuh mah" ucap David.


"Doa nya apaan, yah? "


"Adiknya selalu pengen kakaknya cepat kerja dan kuliah, sampai sampai pas masa masa SMA adiknya mau si Marsel nikah muda, mah" jawab David dengan tertawa.


"Aduh, jadi inget mama dulu sama ayah... " ucap Putri dengan malu malu.


"Hahaha, yaudah David, Putri, aku pamit dulu ya" pamit Marsel.


"Loh, gak mampir dulu Sel? " tanya David.


"Ngga usah vid, takut kemalaman di jalan" jawab Marsel.


"Yaudah, makasih ya udah anterin istriku Sel" ucap terimakasih David.


"Hati hati dijalan, Sel"


Marsel menaiki mobilnya, ia menghidupkan mobilnya dan pergi.


.


.


Sesampainya di rumah, Marsel melihat rumahnya sudah bersih dan rapi, ia merasa baru kali ini Wulan berberes serapi ini.


Saat berjalan menuju ke kamar, Marsel menatap lemari tas milik Wulan, terlihat hanya beberapa buah lagi yang ada di dalam lemari dan sebagainya tidak terpajang di lemari.


"Kok tas tasnya Wulan yang branded itu gak ada di lemari ini ya? Apa dia simpan lagi di dalam box tas sebelumnya?" tanya Marsel pada dirinya sendiri.


"Besok aja lah aku tanya sama Wulan, dia taruh kemana sebagian tas tasnya itu"


Marsel memutuskan untuk langsung beristirahat, ia masuk kamar dan melihat Wulan yang sudah tertidur pulas dengan selimut sebatas dada.


"Selamat malam, istriku, maaf abang pulangnya malem"


Tak lama setelah itu, Wulan terbangun dan menatap Marsel yang berada di samping nya.


"Abang...? Abang sudah pulang...? " serak suara Wulan.


"Iya sayang, abang baru pulang kerja, maaf ya kemaleman pulangnya, soalnya mau lembur gak jadi, ditambah lagi tadi nganterin temen abang sampai kerumahnya" ucap Marsel.


"Pantesan lama... " ucap Wulan.

__ADS_1


"Wulan marah? " tanya Marsel meyakinkan.


"Begitulah"


Wulan kemudian membenarkan posisinya, ia menarik selimutnya yang sebatas dada kini sebatas bahu.


Marsel menghela nafasnya, ia kemudian mengganti baju kemejanya dengan baju tidur, berjalan ke arah kasur dan tertidur memeluk Wulan.


.


.


Keesokan harinya, Marsel dan Wulan telah bangun pagi pagi, Marsel bersiap siap ke kantor, sedangkan Wulan memasak dan berencana untuk mencuci baju.


"Lan... " panggil Marsel.


"Ya, kenapa bang? " tanya Wulan.


"Wulan, tas tas Wulan yang ada di lemari pada kemana semua? " tanya Marsel dengan penasaran.


Wulan kemudian terkejut, ia mulai panik ketika Marsel tau tas tasnya tidak terpajang seperti biasa di lemari karena tas tasnya sudah sebagian diambil oleh bibi dan adik sepupunya.


"Ehhh, tas tasnya Wulan tuh... "


"Wulan taruh dalam box lagi? " tanya Marsel.


"A.. Ah, iya bang, tas tasnya Wulan sebagian Wulan masukkan lagi dalam box nya, biar gak mudah berdebu di dalam lemari" jawab Wulan dengan berusaha menormalkan gelagatnya yang panik dan gugup.


"Kenapa gak dipajang aja, sayang? Masalah berdebu atau semacamnya, kan kita udah punya vacum cleaner buat bersihin sela sela ruangan sama lemari, Lan"


"Gak ah, biarin aja bang, lagian juga Wulan jarang pakenya" ucap Wulan.


"Oh, oke"


Marsel melanjutkan sarapannya, Wulan merasa lega dan beranjak dari meja makan menuju ke kamar mandi untuk mencuci baju.


Seperti biasa, Wulan akan selalu memeriksa isi kantong setiap pakaian, karena ia takut kalau koin atau semacam nya akan nyangkut di pemutar mesin cuci.


Satu persatu Wulan memisahkan dan memasukkan pakaian pakaian yang ada, secara tiba-tiba ia melihat warna lain seperti bekas noda di kemeja suaminya.


Ketika melihat apa noda yang menempel, Wulan terkejut ketika melihat ada bekas lipstik di belakang kemeja suaminya, ia kemudian berteriak.


"Bekas lipstik siapa ini, bang?! "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣


__ADS_2