
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰
.
"Waduh, ini kenapa dia? " panik bu Sri.
"Lan, kamu kenapa Lan? Kamu sakit? " tanya bu Tuti.
Wulan menjawabnya hanya dengan menganggukan kepalanya, ia merasa sangat kesakitan pada perutnya selain nyeri.
"Sabar ya Lan, bu Jeni lagi manggil anaknya buat bantuin kamu anter ke rumah sakit" ucap bu Mega.
"Ran, bantu angkat mbak Wulan nya ke mobil, tolong kamu siapkan mobil ya, kita ke rumah sakit" perintah bu Jeni.
"Iya, ayo bantu mbak Wulan nya ke dalam mobil"
Bu Tuti, bu Mega, bu Sri serta bu Jeni membantu Wulan masuk ke mobil, mereka semua pergi ke rumah sakit untuk membawa Wulan periksa keluhannya.
"Lan, kamu masih tahan kan? " tanya bu Jeni.
"Iya... Wulan masih tahan... " lirih Wulan.
"Lan, suamimu lagi kerja ya? " tanya bu Sri.
Wulan memganggukan kepalanya, ia kemudian merogoh kantongnya untuk mengambil hpnya.
Saat ingin mencari nomor milik Marsel, Wulan meringis kesakitan lagi, ia kemudian menyerahkan hpnya pada bu Sri.
"Bu, tolong telpon suami Wulan... " mohon Wulan.
"Iya Lan, sini saya telpon"
Bu Sri kemudian mulai menelpon Marsel, ia melihat Wulan lagi dengan keadaan memejamkan mata menahan rasa sakitnya.
.
.
Di kantor, HP Marsel berdering, ia sedang berdiskusi makan siang bersama klien yang ditunjuk Enrico untuk ia ambil alih data pekerjaannya.
Marsel yang sedang fokus melayani kliennya sesekali melihat layar hpnya, ia menjadi kurang fokus ketika melihat nama di layar hpnya sedang menghubungi nya.
"Maaf, apa bisa dilanjutkan, kalau ngga bisa diangkat dulu telponnya" ucap klien.
"Oh iya, saya permisi sebentar untuk mengangkat telpon saya"
Marsel berjalan menjauh dari meja makan, ia kemudian mengangkat telpon dari Wulan.
"Halo Lan, kamu kenapa nelpon abang? " tanya Marsel.
'Ah akhirnya diangkat. Marsel, si Wulan tadi sempat ngeluh perut sama pinggulnya nyeri, dia hampir pingsan, ini sedang dibawa kerumah sakit untuk diperiksa' ucap bu Sri dari telpon.
"Apa? Wulan bertambah parah sakitnya? Sekarang dibawa di rumah sakit mana? " panik Marsel.
__ADS_1
'Nanti akan saya kasih alamatnya, Marsel cepatan sedikit ya datangnya, ini si Wulan udah keringetan sambil nahan sakitnya' ucap bu Sri.
Marsel mempertimbangkan, antara ia harus cepat melayani kliennya dan segera menyusul istri nya yang sedang dibawa ke rumah sakit.
"Iya bu, nanti saya susul kesana, ada urusan sebentar" ucap Marsel.
'Oke, kalau begitu cepat sedikit ya, ini Wulan nya bakalan nungguin Marsel di rumah sakit' ucap bu Sri.
Panggilan berakhir, Marsel merasa dilema, ia kemudian memutuskan untuk melanjutkan melayani kliennya dan akan segera menyusul ke rumah sakit.
.
.
Di mobil, para ibu ibu dihambat oleh kemacetan, membuat mereka yang panik dengan keadaan Wulan ingin menunjukkan kekuatan mereka pada orang-orang dijalan yang sempat membuat macet.
"Ini ada apa sih macet macet? Tumben tumben aja tau ada kemacetan dijalan ini" ucap bu Jeni.
"Mam, kayaknya orang yang lagi nari nari idol di zebra cross itu deh, makanya macet" ucap Randi, anak bu Jeni.
"Wah, lagi kondisi gawat ada orang-orang gak jelas joget joget dijalan?! Gak bisa di biarkan ini... Ran, kamu pencet aja klakson terus terusan!" perintah bu Tuti.
"Ngapain bu Tuti? " tanya Randi.
"Klaksonin aja! Ga usah banyak tanya! " tegas bu Tuti.
Randi menekan klakson mobilnya terus menerus, orang orang di jalan, para pemotor maupun pengendara mobil mengarahkan pandangan mereka ke arah mobil milik ibu ibu tersebut.
Rombongan ibu ibu yang ada di mobil mengeluarkan kepala mereka, hampir seluruh badan mereka keluar dari jendela.
"Woi yang di zebra! Minggir t*lol! Ada orang dimobil ini lagi sakit, kalian nari nari gak jelas! Tarian kalian jelek! Kaku, badan kalian lembek padahal lakik! " teriak bu Tuti.
Giliran bu Mega yang paling mengejutkan, ia berteriak dengan kata kata kebun binatang, membuat para penari jalanan di zebracross itu menatap ngeri pada ibu ibu yang terkesan bar bar itu.
"Mata kalian itu buta hah?! Lampu udah hijau, masih aja keasikan nari nari gak jelas! Minggir, atau gak kami tabrak! " ancam bu Jeni.
Penari jalanan tersebut langsung bergegas pergi ke zebracross, para pengendara motor maupun mobil bertepuk tangan, karena penari yang menghalangi jalan mereka akhirnya pergi akibat ke bar-bar-an ibu ibu tersebut.
"Mam, mommy ganas bener, Randi baru sekarang lihat mommy sama ibu ibu di mobil bisa seganas itu selain sama daddy" ucap Randi.
"Ya, itu namanya kesel, Ran. Ini lagi kondisi darurat, ada aja yang ngalangin! " kesal bu Jeni.
"Loh, Wulan, waduh dia pingsan...! " panik bu Sri.
"Hah?! Ran, cepetan dikit Ran! "
"Iya mam, Randi bakalan ngebut dikit" ucap Randi.
Randi menancapkan gas mobilnya, dengan keadaan darurat tersebut membuat ia terpaksa harus cepat cepat ke rumah sakit.
Di kantor, Marsel berlari sambil membawa berkas, ia masuk ke ruang kerja Enrico untuk menyerahkan berkas data kliennya.
"Ric, ini hasil data datanya ya, aku juga mau izin dulu" ucap Marsel dengan nada panik.
__ADS_1
"Kenapa Sel, tiba-tiba minta izin? " tanya Enrico.
"Istriku tiba-tiba sakit, dia lagi dibawa ke rumah sakit, makanya aku harus buru buru ke rumah sakit" jawab Marsel.
"Hah?! Sakit?! Sakit apa dia?! " tanya Enrico ikutan panik.
"Gak tau Ric, intinya aku minta izin sama senior dan kamu untuk nyusul Wulan di rumah sakit" jawab Marsel.
"Iya, cepatlah pergi ke sana, hati hati" ucap Enrico. "Iya, makasih Ric...! " ucap Marsel sambil berlari dari ruangan.
.
.
Diperjalanan menuju ke rumah sakit, Marsel dilanda kepanikan dan cemas, ia khawatir dengan keadaan Wulan yang sampai-sampai dibawa ke rumah sakit oleh tetangganya.
Sesampainya di rumah sakit, Marsel bertemu dengan rombongan ibu ibu yang menunggu di luar ruangan.
"Wulan di mana, bu? " tanya Marsel.
"Di dalam Sel, langsung aja masuk, tadi dokternya nyari" ucap bu Jeni.
"Oh iya bu, sebelumnya terimakasih. Kalau ibu ibu sekalian ingin pulang duluan ngga papa, biar saya yang lanjut nemenin Wulan nya" ucap Marsel.
Marsel kemudian masuk ke ruangan, ia kemudian melihat Wulan yang berada di kasur dengan keadaan menangis.
"Apa anda suami dari ibu Wulandari Ningsih? " tanya dokter.
"Iya dok, saya suaminya. Ada apa dengan keadaan istri saya, dok? " tanya Marsel dengan cemas.
"Ibu Wulan mempunyai kista di rahimnya"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣