
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰
.
Tiga bulan kemudian, secara tiba-tiba Raka mengajukan pernikahan secepat mungkin, membuat keluarga Thomas kelabakan.
"Gimana bisa dipercepat? Bukannya tahun depan? " tanya Thomas.
"Maaf om, karena ingin mempererat secepatnya dan Raka takut Misella ada apa apa, mengingat dia mahasiswi yang sekarang lagi aktif aktifnya di kampus sampai malam karena organisasi sama tugas, makanya Raka secepat ini mengajukan tanggal pernikahannya" jawab Raka.
"Harus secepatnya ya? " tanya Salma.
"Iya, maafkan Raka ya tante Raka ngajuin secepat ini, kemarin saat bertugas sempat denger kabar tante, mahasiswi yang diperkosa sama 3 teman kampus cowonya, itu yang membuat Raka jadi ingin mempercepat pernikahannya, maaf kalau mendadak" jawab Raka.
Thomas dan Salma mengerutkan kening mereka, karena keputusan tersebut terlalu mendadak, belum lagi nanti akan memberitahukan pada Misella.
"Kini kamu lagi dinas? " tanya Thomas.
"Tidak, apa om tidak tau kini sudah hampir setahun Raka ke luar daerah? " tanya Raka.
"Oh iya, om sudah lupa, kamu perginya sudah lama sekali sehabis tunangan sama Misella, udah gak itung lagi waktunya, soalnya berbarengan sesudah kalian tunangan, Marsel akhirnya menikah" jawab Thomas.
"Serius? Kak Marsel nikah sama siapa? " tanya Raka dengan penasaran.
"Tebak saja sendiri" jawab Thomas dengan santai, tetapi ia tidak sadar, di belakangnya ada foto pernikahan yang masih terlihat baru terpajang di samping foto foto pernikahan Thomas dan Salma.
"Kak Marsel sama kak Wulan ya? " ucap Raka menunjuk ke arah foto.
"Yahhh, begitulah, akhirnya kakak kalian menikah sesuai yang kalian inginkan" ucap Thomas.
"Assalamu'alaikum, ayang?! "
Raka melihat ke arah pintu, ia melihat Misella yang baru pulang dan berlari ke arahnya.
"Kok gak kasih kabar sih kalau kamu pulang, ayang? " tanya Misella.
"Mau kasih kejutan sama kamu, beb, makanya datang gak kasih kabar dulu" jawab Raka.
"Sela, kamu duduk dulu di samping Raka, mama dan papa mau jelasin sesuatu sama kamu" ucap Thomas.
Misella kemudian duduk disebelah Raka, Thomas dan Salma mulai menjelaskan apa yang terjadi.
"Apa?! Nikah secepatnya?! Gak, gak bisa secepat itu dong! " bantah Misella.
"Beb, aku mohon, ngertiin dong maksudku itu... " mohon Raka.
"Nak, itu sudah jadi keputusan Raka, dia juga bisa memutuskan kapan dia mau mengajukan pernikahan nya sama kamu" ucap Salma.
"Iya Sela, lagipula tujuan Raka bagus kok, ingin mempercepat pernikahan agar kamu gak merasa khawatir" ucap Thomas.
"Kan itu korbannya orang lain, mama, papa, sama Raka! Sela bisa jaga diri kok! Gak bakalan Sela serahin kehormatan Sela untuk orang lain selain untuk Raka! " tegas Misella.
"Memang benar beb, kamu tuh bisa jaga diri kamu baik baik dan hanya untuk aku kamu akan merelakannya. Tapi beb, laki-laki jaman sekarang berani nekat, aku sampai takut kamu kalau ada apa apa di kampus... " khawatir Raka.
"Ah! Kemarin saat aku minta dipercepat, kamu minta waktu untuk tahun depan! Disaat aku sedang aktif aktifnya sama organisasi sama pembelajaran di kampus, kamu mau mempercepat pernikahan kita! Aku tuh belum siap jika waktu yang kuingin diundur, dan juga aku gak mau tahan malu udah ngasih tau sama teman teman kalau tahun depan baru aku diajukan dan sekarang pengen dipercepat, bisa bisa mereka mikir macem macem karena aku mempercepat pernikahan ku! " kesal Misella.
"Yasudah nak, lagian kalian yang nikah kok, teman kamu gak punya hak buat nilai kalian berdua karena ingin dipercepat pernikahan nya" ucap Thomas.
"Gak, kalau gitu papa aja yang nikah! "
__ADS_1
Misella kemudian pergi meninggalkan semua orang yang ada di ruang tamu, Thomas dan Salma hanya bisa mengelus dada, sedangkan Raka merasa ceroboh dan terlalu terburu-buru.
"Maaf ya Raka, Misella mungkin terkejut mendengar hal ini secara cepat seperti ini, makanya dia kayak gitu" ucap Salma.
"Kalau gitu, kamu mau ngadepin Marsel? " tanya Thomas.
"Jangan kak Marsel, om, Raka gak berani kalau sampai kak Marsel tau hal ini, nanti dia kira Raka yang gak tahan kebelet buat berhubungan sama Misella" tolak Raka.
"Ya mau gimana lagi, ka, yang bisa bujukin Misella itu cuma Marsel, jadi kamu harus ngadepin Marsel, biar permasalahan ini cepat selesai" ucap Thomas.
Raka merasa bimbang, ia mulai berpikir untuk menyetujui atau tidak sama sekali.
"Baik om, nanti Raka pertimbangin dan langsung ngomong sama kak Marsel, Raka gak mau sampai Misella mengucapkan ingin membatalkan pernikahan ini" ucap Raka.
Raka kemudian pamit untuk pulang, tiba-tiba datanglah Marsel dan Wulan dengan membawa berbagai barang barang.
"Raka, kamu kok ada disini? Bukannya kamu dinas? " tanya Marsel.
"Raka udah pulang dari dinas kak, makanya Raka sempetin mampir ke sini buat ngobrol ngobrol sama tante dan om" jawab Raka.
"Tapi kok tumben si Misella gak nyambut Raka, motornya ada di depan, tapi orangnya gak ada disini" ucap Marsel.
"Kak, boleh aku buka cerita? Aku mohon" ucap Raka.
"Lah, mau ngomong apaan? Kayaknya serius banget ini" ucap Marsel dengan bingung, Raka kemudian menjelaskan satu persatu.
"Hmmm begitu ya... " dengung Marsel.
"Iya kak, maaf kalau mendadak, soalnya Raka juga khawatir sama Sela setelah dengerin kabar kayak gitu pas lagi bertugas di luar daerah, soalnya ya kakak tau sendiri lah cowo jaman sekarang tuh kayak gimana" ucap Raka.
"Memang bener sih ka, kakak dulu pas kuliah memang cowo cowonya rada nekat, dulu aja pernah ada yang kepergok sampai sekarang pemberitaan mahasiswi yang diperkosa 3 orang. Kakak denger berita kayak gitu jadi khawatir sama Sela, soalnya dia lagi aktif aktifnya di kampus, jadi terserah kamulah mau kayak gimana" ucap Marsel.
Wulan menganggukan kepalanya, ia kemudian menuju ke kamar Misella.
"Kak, omong omong kak Wulan tambah cantik aja udah nikah sama kak Marsel, punya rahasia tersendiri ya? " tanya Raka dengan usil.
Marsel mendengar istrinya dipuji-puji sembarangan dengan calon adik iparnya langsung menjitak kepalanya, Salma dan Thomas bersorak panik melihat Marsel menjitak kepala Raka.
"Sel, masih anak orang itu! " panik Salma.
"Kamu datang datang kesini mau mempercepat pernikahan kamu atau mau godain istrinya kakak? Udah mau nikahin adik kakak malah ngegodain istrinya kakak, awas kamu kalau udah nikah masih suka godain wanita lain, gak segan segan kakak sunat tiga kali kamu" kesal Marsel.
"Ya sudah, kamu mau minum apa, Marsel? " tanya Salma.
"Kopi aja mah, tolong taruh susunya juga" jawab Marsel.
"Kakak...! "
Misella berlari ke arah Marsel, ia memeluk Marsel dengan erat sambil sesenggukan.
"Kenapa nangis? " tanya Marsel.
"Kakak tanya sendiri sama dia! " tegas Misella.
"Iya kakak udah tau, tapi kenapa kamu nangisnya harus kayak gini? " tanya Marsel.
"Kak, kakak sendiri tau aku lagi kuliah, kakak juga tau aku lagi aktif aktifnya di kampus, kakak sendiri tau nikahan aku tahun depan, tapi kenapa harus secepat ini! Apa dia gak yakin kalau Sela masih perawan?! " marah Misella, Marsel mengelus rambut adiknya dan menyuruh Misella untuk duduk di sebelah nya.
"Sela, bukannya semua ini kamu yang memutuskan nya? Kamu sendiri bukan yang ingin menikah dengan Raka, sampai sampai kakak juga harus cepat nikah agar kamu gak merasa ngelangkahin kakak kan? Kamu nangis kayak gini juga gak ada gunanya, Sela, kamu harus menerima, dan Raka berhak mengaturnya. Kalau kamu udah siap ke jenjang yang lebih serius, seharusnya kamu juga harus menerima apa yang kamu ambil itu. Umur kamu kan udah bisa diajak nikah, lagipula ini kan yang kamu tunggu tunggu dari awal? " tanya Marsel, Misella hanya diam.
__ADS_1
"Kalau begitu, kayak gini aja, bagaimana kalau kalian bikin janji pra-nikah kayak kakak dulu sama mbak Wulan mu? Dengan begitu, kalian punya janji dan peraturan yang kalian buat untuk kalian sendiri nantinya, gimana? " saran Marsel.
Misella dan Raka bertatapan, mereka akhirnya setuju, Marsel kemudian meminta kertas putih pada Thomas untuk membuat janji pra-nikah untuk Misella dan Raka.
Selesai membuat janji pra-nikah, Marsel kemudian mengambilnya dan melihat isi dari janji pra-nikah yang telah ditulis oleh kedua adiknya itu.
"Oke, ini akan kakak bawa ke konsultan hukum kemudian diserahkan ke notaris untuk disahkan, kalian juga harus ikut kakak sebelum hari pernikahan kalian diadakan, agar nanti kalau butuh apa apa kalian ada di sana" ucap Marsel.
"Baik kak, terimakasih sebelumnya udah kasih bantuan dan saran" ucap Raka.
.
.
Setelah hampir beberapa hari mengurus semua keperluan pernikahan, akhirnya Raka dan Misella akan mengadakan pernikahan di KUA, karena mereka belum siap dari awal dan biaya yang belum memadai, akhirnya mereka akan menikah di KUA.
Sepanjang akad nikah, Misella hanya diam merengut, di belakangnya ada teman temannya dan keluarganya duduk memerhatikan nya. '
'Sela kok nikahnya cepat cepat amat ya? Bukannya dia bilang sama kita nikah tahun depan ya? '
Bisikan tersebut terdengar di telinga Marsel, Marsel menatap tajam ke arah teman teman Misella, mereka kemudian terdiam karena Marsel telah menunjukkan ketidaksukaan nya.
'Kakaknya Sela orangnya galak ya'
'memang iya'
"Bagaimana saksi, sah? "
"Sah! " ucap semua orang yang menyaksikan pernikahan Raka dan Misella.
Misella kemudian berdiri, ia menatap tajam ke arah semua orang yang ada di dekatnya.
"Sudah kan? Puas sekarang? " tanya Misella, ia kemudian pergi dari tempat akad nikah menuju keluar.
Marsel yang ingin menyusul Misella ditahan oleh Wulan, karena Wulan tau berat bisa menerima secepat itu tanpa persetujuan akibat kekhawatiran kedua belah pihak keluarga terhadap Misella.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣
__ADS_1