Garis Merah

Garis Merah
33: Kabar baik


__ADS_3

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰


.


"Boleh gak kalau abang ambil liburan bersama sama tim kerjanya abang? " tanya Marsel.


Sebenarnya Marsel tidak ingin memberitahukan liburan bersama dengan Wulan, karena ia bisa tebak bahwa Wulan akan melarangnya dan memilih harus menolaknya.


"Gak papa kok" jawab Wulan.


Marsel terkejut, ia tidak percaya dengan apa yang diucapkan istrinya, bahwa Wulan mengizinkannya untuk berliburan bersama tim kerjanya.


"Lan, serius, kamu kasih izin sama abang buat liburan sama tim kerjanya abang? " tanya Marsel untuk meyakinkan Wulan.


"Iya bang, gak papa, lagipula sesekali abang berlibur kan gak papa. Wulan kasih izin buat abang, dan juga di kala padatnya kerjaan abang selama ini, sesekali liburan itu bagus kan? " tanya Wulan dengan tersenyum.


Marsel merasa curiga terhadap istrinya, ia kemudian memegang kening istrinya dan memeriksa suhu tubuh Wulan lewat telapak tangan yang ia tempelkan di kening hingga dagu Wulan.


"Lan, ini kamu kan? Kok tumben kamu kasih izin sama abang? " tanya Marsel.


"Ya Wulan kasih izin aja buat abang, lagipula nanti pas abang liburan, Wulan mau nginep di rumah mama dan papanya abang, Wulan kangen sama mereka" jawab Wulan.


"Hmmm, ide bagus juga Lan, jadinya kita impas" ucap Marsel.


"Oke, kalau gitu masuk yok bang, kita makan siang sama sama" ajak Wulan.


"Hmmm, kalau makan siangnya abang makan bekal yang kamu buat itu ya? Soalnya tadi gak sempat habisin bekal ini pas jam makan siang, jadinya abang rencananya mau lanjut makan bekal buatan Wulan di rumah, biar makannya abang lebih semangat kalau lihat Wulan" gombal Marsel.


"Ih abang, bisa aja deh" ucap Wulan.


Seketika Wulan terarahkan pandangannya ke arah bu Jeni, ia merasa bahwa bu Jeni habis melihat ke arahnya dan Marsel, Wulan mulai merasa curiga akan sikap bu Jeni akhir akhir ini.


"Ayo Lan, masuk" ucap Marsel.


"Eh, iya bang, tunggu"


Wulan kemudian menyusul Marsel ke dalam rumah, dengan memikirkan sesuatu yang ia pikirkan.


Di meja makan, Marsel dan Wulan sedang menikmati makanan mereka, terlihat Wulan sedang memikirkan sesuatu dan melamun.


"Sayang, kamu kenapa? " tanya Marsel.


"Eh, gak ada kok bang, cuma lagi pengen melamun sambil makan aja, gak mikir apa apa kok" jawab Wulan.


Marsel hanya menganggukan kepalanya, kemudian ia melanjutkan makannya dengan lahap.


'Bu Jeni kenapa ya tatapannya sampai segitunya sama suamiku? ' tanya Wulan dalam hati.


Marsel kemudian membuyarkan lamunan Wulan, ia kemudian menyuapkan makanan ke mulut Wulan.


"Gimana, enak kan? " tanya Marsel.


"Ish abang, orang lagi enak enak ngelamun malah di sadarin, sebel tau" ucap Wulan.


Marsel hanya tertawa, akhirnya mereka berdua makan dengan tenang.


.


.


2 hari kemudian, Marsel dan Wulan telah menyiapkan seluruh barang barang mereka untuk bersiap siap, mereka mempunyai tujuan yang berbeda.


"Abang bakal anterin Wulan sampai ke rumah mama sama papa ya, setelah itu abang langsung berangkat ke bandara" ucap Marsel.


"Iya bang, boleh" ucap Wulan.


Wajah Wulan terlihat sedikit lesu dan pucat, terlihat dari wajah Wulan sepertinya dirinya sedang sakit.


"Lan, wajah kamu kok pucat banget, sayang? Kamu sakit ya? " tanya Marsel dengan menempelkan telapak tangan di kening istrinya.


"Ngga kok bang, ini akibat Wulan gak poles wajah dulu, makanya keliatan pucat kayak gini" jawab Wulan.


"Begitu ya, kalau sakit bilang ya, biar abang batalin liburan abang sama teman kerjanya abang" ucap Marsel.


"Eh gak usah bang, gak papa kok, lagipula abang harus liburan juga dong, masalah kondisi Wulan biar Wulan bisa minta tolong sama mama dan Misella, abang jangan sampai batalin liburan abang ya" ucap Wulan.

__ADS_1


Marsel diam sejenak, cukup berat baginya untuk meyakini ucapan istrinya, mengenai sebelumnya ia melihat Wulan dengan wajah yang pucat dan lesu.


"Gak papa kok, yaudah, sekarang ayo berangkat, nanti ditungguin sama teman temannya loh" ucap Wulan.


"Iya deh, ayo masuk ke mobil" ajak Marsel, Wulan kemudian mengikuti Marsel dan duduk di sebelah nya.


Memakan waktu 2 jam lama nya, akhirnya Marsel dan Wulan telah sampai di kediaman keluarga Thomas, Marsel memarkirkan mobilnya di depan rumah kemudian membantu Wulan mengeluarkan barang barangnya.


"Wah, akhirnya kalian berdua sampai, kalian jadi nginep disini kan? " tanya Salma.


"Cuma Wulan aja mah, bang Marsel katanya mau liburan sama teman teman kantornya. Sesekali liburan sama teman kerja kan gak papa ya mah? " tanya Wulan.


"Iya juga, yaudah, ayo masuk ke dalam, Marsel mau masuk dulu? " tanya Salma.


"Gak usah mah, Marsel langsung aja perginya. Marsel titip Wulan disini ya mah, dia katanya rindu sama mama dan papa, makanya mau nginep disini" jawab Marsel.


"Oh oke, hati hati dijalan ya nak" ucap Salma.


Wulan kemudian memeluk Marsel, ia kemudian mencium pipi Marsel dan bersalaman dengan Marsel.


"Kalau udah sampai, kasih kabar ya bang, Wulan bakalan rindu sama abang" ucap Wulan.


Marsel kemudian mencium kening istrinya dan memeluknya, kemudian ia bersalaman dengan Salma dan pamit untuk berangkat.


"Marsel pergi dulu ya, assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam, hati hati dijalan" ucap Salma dan Wulan bersamaan.


Marsel menaiki mobilnya dan menghidupkan mesin mobilnya, ia kemudian pergi meninggalkan rumah dan menjauh dari pandangan.


"Lan, kok kamu pucat, nak? Sakitnya kambuh lagi? Udah minum obatnya belum? " tanya Salma dengan memegang wajah Wulan.


"Gak mah, udah hampir sebulan ini Wulan gak konsumsi obatnya lagi, entah malas aja buat minumnya lagi. Wulan gak mau nanggung rasa sakit dari efek samping obatnya, bisa bisa Wulan tambah lemas" jawab Wulan.


"Begitu ya, yaudah, ayo kita masuk ke dalam" ajak Salma, ia membantu Wulan mengangkut barang barang milik Wulan masuk ke dalam rumah.


.


.


"Ini Marsel kemana ya? Kok belum timbul juga dia? " tanya Dimas dengan melihat jam tangannya.


"Nah, ini dia datang orangnya, kirain dia gak mau ikutan" ucap Dimas.


"Yaelah dim, dia kan mau nganterin istrinya kerumah orangtuanya, soalnya istrinya minta dia buat anterin ke rumah orangtuanya karena rindu sama sang mertua" ucap Putri.


"Begitu ya, yaudah, kita pesan tiketnya, bagian Evi sama Kirana beliin makanan ya, untuk ganjel perut kita semua" ucap Putri.


"Oke oke, ayo gercep, sebentar lagi kita mau berangkat" ucap Dimas, mereka berpencar sesuai arahan yang telah ditunjukkan oleh Putri.


.


.


Malam harinya, Wulan merasa lemas di sekujur tubuhnya, ia kemudian memegang keningnya yang tidak terasa panas.


"Lan, kamu kenapa Lan? "


Salma melihat Wulan yang duduk di pinggir ranjang, ia kemudian memeriksa keadaan menantunya yang terlihat lemas dan lebih pucat dari sebelumnya.


"Lemes banget, mah, badan Wulan lemes banget, perut Wulan gak nyaman juga" keluh Wulan.


"Tanda-tanda mau bulanan? " tanya Salma.


"Ngga mah, udah hampir sebulan ini Wulan gak bulanan, mana juga kadang sering nyeri di pinggang" keluh Wulan.


"Ini pasti kambuh lagi akibat kamu gak minum obat, kalau gitu kita ke rumah sakit aja ya nak, kita periksa keadaan kamu ya? " tanya Salma.


"Gak usah mah, Wulan minta teh hangat aja" jawab Wulan.


"Ngga, mama yakin kamu sakit ini, baiknya periksa ya. Harus nurut sama mama, nanti kamu sakit, Marsel marah sama mama karena dikira mama gak peduli sama kamu" ucap Salma.


Wulan kemudian diam, ia kemudian menuruti ucapan Salma.


"Oke mah, kalau begitu Wulan mau siap siap dulu, Wulan minta tolong dianterin ke rumah sakit ya mah"

__ADS_1


"Iya, sekarang siap siap, mama minta tolong sama Raka buat anterin kamu ke rumah sakit buat periksa" ucap Salma.


Selesai bersiap siap, Salma dan Raka telah menunggu Wulan dan Misella bersiap siap, karena kali ini Misella ingin ikut menemani Wulan memeriksa keadaannya.


"Mbak Wulan kenapa? " tanya Misella.


"Sakit, makanya mama mau ajak dia periksa ke rumah sakit, karena mama yakin dia pasti udah sebulan yang lalu gak konsultasi ke spesialis nya" jawab Salma.


"Yaudah mah, keburu takut kemaleman, kita langsung aja kerumah sakit" ucap Raka.


"Oh iya, ayo semuanya" ajak Salma.


Raka menaiki mobilnya, diikuti oleh Misella, Salma dan Wulan, mereka kemudian pergi dari rumah menuju ke rumah sakit.


"Lan, kamu tahan kan? " tanya Salma.


"Iya mah, Wulan tahan... " ucap Wulan dengan lemas.


"Mbak Wulan kok bisa selemas ini ya? Padahal kalau biasanya mbak Wulan kuat? " tanya Misella.


"Beb, gak semua kondisi bisa diterima mbak Wulan setiap waktu, apa mungkin bisa aja si mbak Wulan lagi hamil, ya kan tau aja tuh" jawab Raka.


"Huss, kalian gak ingat apa yang mama kasih tau sebelumnya? " tegur Salma, Raka dan Misella berhenti berbicara dan minta maaf.


"Iya mah, kami minta maaf" ucap Raka dan Misella bersamaan.


Sesampainya di rumah sakit, Salma membantu Wulan untuk memeriksakan kondisinya, sebelumnya Salma mendaftarkan diri terlebih dahulu dan akan dipanggil nantinya.


"Wulan bisa nunggu kan? Nanti kalau dipanggil, kita cepat cepat ke ruangan dokternya ya? " tanya Salma.


"Iya mah, Wulan masih kuat kok, makasih" jawab Wulan.


Menunggu beberapa menit lamanya, akhirnya nama Wulan dipanggil, Salma menyuruh Misella dan Raka untuk menunggu di ruang tunggu, mengingat Rafael yang tidur di gendongan Misella dan takutnya akan rewel ketika mengikuti Wulan masuk ke ruangan.


"Permisi" ucap Salma.


"Ya silahkan, atas nama Wulandari Ningsih? " tanya dokter yang sedang memeriksa.


"Iya dok, ini menantu saya yang ingin periksa, katanya pinggulnya terasa nyeri" jawab Salma.


"Oh si Wulan, udah sebulan lebih dia gak konsultasi balik ke sini, pasti alasannya ada ini" ucap dokter.


"Maaf dok... " ucap Wulan.


"Yasudah, sekarang Wulan berbaring dulu ya, saya mau periksa kelanjutan kista kamu setelah hampir sebulan kamu gak konsultasi lagi sama saya"


Wulan kemudian dipersilahkan untuk berbaring oleh dokter, dokter kemudian memeriksa kondisi rahim Wulan dengan USG.


Dengan wajah yang terkejut, dokter kemudian melihat ke seluruh bagian rahim Wulan dari USG, seperti sedang melihat sesuatu.


"Dok, ada apa dengan rahim saya dok? " tanya Wulan.


"Wulan, ini kista kamu kok udah gak ada ya. Waduh, ini bukan kista yang buat kondisi kamu lemas dan lesu, tapi ada embrio di rahim kamu ini. Lan, kamu gak sadar kah kalau kamu lagi hamil? "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


...Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣...


__ADS_2