Gelora Cinta Tuan Muda

Gelora Cinta Tuan Muda
Bab 12 AKU SATRIA


__ADS_3

Namaku Satria. Anak dari konglomerat dan satu - satu nya penerus dari keluarga terpandang kota ini.


Aku kaya dari lahir. Apapun yang aku minta pasti bakalan dituruti oleh kedua orang tuaku. Terutama kakekku. Karena aku adalah cucu satu - satunya. Ya, sebagai cucu kandung dari konglomerat pemilik kerajaan bisnis yang termashyur, aku bisa minta apa pun pada kakek ku. Kakekku seorang presdir, ayahku CEO nya dan ibuku pemegang saham tertinggi aset keluarga Wirajaya. Lengkap sudah daftar aset kekayaan keluargaku.


Aku lahir sebagai cucu tunggal. Semestinya. Karena setelah suatu peristiwa kakek mengangkat seorang anak yang dari kecil sudah kehilangan ayahnya karena kecelakaan kerja. Saat itu kami masih sama - sama duduk di bangku SD. Dulu sekali saat kakek sedang membangun hotel terbaru miliknya, ada salah satu pegawai yang meninggal dunia di tempat proyek hotel itu di bangun, karena kecelakaan saat dia bekerja.


Apa boleh buat, sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa iba nya karena harus kehilangan ayah di usia dini kakek ku mengangkatnya sebagai cucu. Meskipun niat awalnya kakek hanya akan membiayai hidupnya dan menitipkannya di panti asuhan, tapi kakek urungkan karena sikapnya yang memikat hati kakek.


Cucu angkat kakek ini memang tampan, dewasa dan pintar. Dia juga supel dan banyak penggemar. Dari awal kehadirannya di tengah - tengah keluarga kami, seolah aku mulai tersingkir. Sedikit demi sedikit orang mulai melupakan kehadiranku. Aku dianggap mendompleng popularitasnya dimanapun dia berada, dia lebih di sanjung di bandingkan aku. Karena segala seuatunya dia selalu dianggap lebih pintar dibandingkan aku.


Aku mulai menegeskan situasi yang kami hadapi. Dia hanyalan cucu angkat. Bukan siapa - siapa dan tidak ada setetes pun darah keluarga kami mengalir di tubuhnya. Sampai pada akhirnya, sebagai seorang pria kami pernah berkomitmen bahwa suatu saat nanti, kami bisa bersaing dengan sehat dan tidak saling menjatuhkan. Tapi apalah dayaku. Makin hari, Aku makin iri dan dengki padanya.


***


Saat kami sama - sama duduk di bangku sekolah dasar. Aku kelas 3 SD dan dia kelas 5 SD. Dia mengutarakan bahwa dia dekat dengan seorang gadis di kelasku. Dia menyukai gadis itu, dia bilang bahwa gadis itu memikat hatinya, dan dialah cinta pertamanya.


Alamak... Anak SD sudah suka - sukaan sudah cinta monyetan. Pada saat itu, aku tertawa geli mendengarnya. Tapi, ternyata rasa suka nya pada gadis itu berlanjut hingga dia memasuki SMA. Dia berkata bahwa dia masih suka pada gadis itu. Kupikir, dia hanya jatuh cinta sesaat padanya. Nyatanya, dia masih membawa rasa cintanya hingga sekolah menengah atas. Hingga dia remaja.


Ya, kami memang dekat dan sering bertukar rahasia layaknya kakak beradik meski terkadang aku selalu iri kepadanya. Sekali waktu, dia pernah menceritakan bahwa dia pernah berpapasan dengan cinta monyetnya di sekolahku. Itu pertanda bahwa gadis itu satu sekolah denganku.

__ADS_1


***


Kak Reno, ya dialah cucu angkat itu. Dialah yang mengalami cinta monyet itu, dialah yang berkata dan selalu menitip pesan kepadaku untuk memperhatikan gadis yang dia sukai. Mencari tau segala informasi seputar gadis itu dan mengabarkan semua padanya. Cinta monyet nya berubah menjadi cinta pertama yang sangat mendalam. Itulah ungkapnya saat itu.


Aku turuti permintaan kak Reno untuk mengekor dan mencari informasi seputar gadis itu. Awalnya aku merasa malu dan gengsi, apalagi aku harus bertanya banyak soal dia. Yang ada dia juga bakal besar kepala karena aku dekati. Tapi, dengan mudah aku bisa mendapatkan segala sesuatu yang berhubungan dengan gadis itu. Selain karena dia terkenal di sekolah, dia juga mudah aku dekati.


Sialnya, akibat sering berusaha mencari info tentang dia, aku tiba - tiba mulai menyukai hal - hal yang berbau soal dia. Makin kugali dia semakin menarik perhatianku. Semakin aku ingin tahu dan segala informasi yang kuberikan membuat kak Reno semakin senang mengejar cinta gadis itu. Dia makin terpukau akan hal - hal yang berkaitan dengan gadis itu.


Pada suatu ketika, kak Reno memberikan pesan kepadaku untuk di sampaikan pada gadis itu. Lalu, aku sumringah sendiri, karena jujur saja aku orang yang kaku. Aku tidak pernah bisa menulis kata - kata cinta. Apalagi puisi cinta. Semuanya hanya khayalan yang aneh bagiku. Boro - boro menulis puisi, bilang sayang saja rasanya memalukan. Aku senang sekali karena artinya jika makin dekat denganku, gadis itu akan semakin menyukaiku dan kak Reno semakin patah hati jika tau hal itu.


Ya, niat awalku mendekati gadis itu memang hanya untuk membuat gadis itu menyukaiku dan kak Reno akan cemburu dibuatnya. Lalu, aku akan merasa puas karena telah menyakiti kak Reno.Hahaha.. betapa kejamnya aku. Ya itulah aku.


***


Aku menikmati setiap kali berpapasan dengannya dan dia tersenyum tersipu malu saat kuselipkan surat di tangannya. Ah, jiwa mudaku meronta menolak berkata yang sebenarnya bahwa semua itu bukan karyaku. Bukan. Bukan karena cinta atau apa. Tapi karena permainan semata. Aku menyukai permainan ini. Sangat menyukainya! Aku mengabaikan naluriku karena semua ini sangat mengasyikkan bagiku.


Sebenarnya sejak saat itu dia makin dekat denganku dan kak Reno pun sering bertanya padaku, kapankah akan di pertemukan dengan gadis itu. Kak Reno ingin tau semua tanggapan gadis itu soal surat - surat cintanya, pesan - pesan cinta bahkan semua puisi yang kak Reno tulis untuknya.


Aku menutupi semuanya dan enggan mengakui bahwa gadis itu tidak pernah tau surat itu dari kak Reno. Bahkan setelah semuanya, gadis itu malah berkata dia menyukaiku.

__ADS_1


Hahaha Lucu !


Aku merasa menang karena berhasil merebut sesuatu dari kak Reno. Suatu hal yang benar benar ia cintai. Sesuatu yang sudah diidamkannya selama bertahun - tahun. Seperti halnya kak Reno yang selalu merebut perhatian dari keluargaku, teman - temanku bahkan guruku.


Memang pada awalnya aku iseng, aku cuma ingin mempermainkan kak Reno dan gadis itu. Ingin rasanya membuat kak Reno kesal karena dia gagal mendapatkan cinta pertamanya.


Tapi, makin lama aku melakukan permainan ini aku jadi cemburu pada kak Reno karena ada gadis yang menyukai puisi - puisinya dan membalasnya lagi dengan puisi cinta. Hal yang baik kenapa selalu tertumpah untuknya. Bukankah seharusnya aku pun berhak mendapatkannya ? Aku juga berhak mendapat perhatian yang lebih dari orang lain?


***


Pada akhirnya, lama kelamaan aku kebablasan. Aku mulai mengencani nya. Disisi lain aku pun mulai asik menggodanya dengan panggilan - panggilan sayang dan melakukan segala sentuhan - sentuhan mesra dengannya. Meskipun aku sendiri merasa geli akan hal itu.


Aku mulai menyukai permainan itu. Melihatku berpacaran dengan cinta pertamanya kak Reno sakit hati dan merasa tercabik - cabik. Dia merasa dikhianati olehku, sering termenung kadang raut wajahnya pun berubah saat melihatku. Meskipun begitu, dia tak mungkin memarahiku. Dia hanya berkata hatinya patah sepatah - patahnya dan tidak menyangka bahwa cinta pertamanya harus jatuh kepelukanku.


Aku merasa kegirangan. Seolah sepertinya ini setimpal untuknya. Karena dia juga telah merenggut banyak hal dariku dan juga cinta pertamaku.


Ini semua adalah balasan yang sepadan untuknya.


Aku bukanlah penjahat. Karena kak Reno duluan lah yang lakukan kejahatan serupa padaku! Jadi, terima sajalah balasanku!

__ADS_1


__ADS_2