
^^^**Sebelumnya author mau minta maaf karena terlambat update. Author habis sembuh dari sakit🙏🙏. Doakan aku supaya sehat selalu ya.. dan doa yang sama buat readers tercintaku. Jangan lupa berikan LIKE & KOMENTAR nya yaaaa...^^^
^^^🤗LOVE😍**^^^
-
Aku tak berhenti menatap Puspa, wajahnya makin tirus dan nampak lebih dewasa dari sebelumnya. Dia terlihat semakin matang di usianya yang kini menginjak 23 tahun. Aku terpesona dan seolah tersedot auranya yang kini terlihat semakin bersinar. Gadis perfeksionis dan lincah yang kukenal dulu kini terlihat semakin kalem.
" Mas..mas.."
" Ehemm..." Puspa berdehem kecil. Dia memainkan sedotan jus nya.
" Eh,iya.." Aku terkekeh menahan malu karena terlalu banyak memandangi nya dan tertangkap basah oleh sang pemilik wajah itu.
" Kamu kenapa mas ? " Wajahnya memerah karena tersipu malu terus - terusan kupandangi tanpa berkedip.
Aku menggeleng secara spontan. Lalu, kuseruput kopiku pelan.
" Nggak apa - apa. Aku takjub melihat istriku makin cantik. " Jawabku jujur membuatnya makin tersipu dan menundukan pandangannya sejenak ke arah lain.
Puspa masih senyum - senyum. Melempar pandangannya ke arah lain sambil terus memainkan sedotannya. Gemas rasanya. Kutarik lengannya pelan.
" Aku kangen banget sama kamu. "
Cup...
Ku usap kedua jemarinya dan kukecup lembut.
" Mas, malu dilihat orang. " Puspa pun kaget dan masih tersipu dengan perlakuanku barusan. Mungkin dia tak menyangka perjumpaan kami tanpa dia rencanakan, aku duluan yang mendatanginya di lokasi shooting secara tiba - tiba.
Suasana cafè yang tampak ramai di jam makan malam pun membuat pembicaraan kami agak canggung sebenarnya. Tapi mengingat tempat inilah yang terdekat dari lokasi shooting tadi akupun langsung membawa Puspa kemari untuk sekedar menyapanya.
" Sebenarnya tadinya aku mau langsung ke rumah selesai shooting. Menyapa papa, mama , kakek dan kak Reno juga. Tapi berhubung kamu nemuin aku duluan kita bisa pulang sama - sama. Aku nggak bisa lama - lama juga ada di sini. "
__ADS_1
" Maksudnya lama - lama di sini? Kamu mau balik lagi ke Paris? " Tanyaku heran.
" Bukan. Bukan balik lagi ke Paris. Maksud aku lama - lama di luar dan terlihat publik. Karena kemunculan aku di sini sudah di setting oleh pihak agency ku dan sutradara bahwa aku adalah the next chef idol. "
" Maksud kamu aku bakalan susah juga untuk ketemu kamu dimanapun aku mau? "
" Ya, nggak gitu juga. Berhubung kepulanganku adalah karena urusan bisnis. Jadilah aku harus mematuhi kontrak yang sudah aku tanda tangani. Aku mesti menjaga image sebagai pendatang baru. " Jelas Puspa.
Aku hanya mengangguk pelan sambil berusaha mencerna maksud dari perkataannya barusan. " Ya. ya.. Aku paham akan situasinya. Jadi lebih baik kita pergi dari tempat ini sekarang ya. " Ucapku cepat sambil berdiri dan kutarik lengannya.
" Mau kemana kita ? " Tanya Puspa heran dengan perlakuanku.
" Melepas rindu. " Jawabku sambil mengedipkan mata dan tersenyum nakal penuh arti.
***
Ciiitt....
Suara decitan ban mobil yang terparkir cepat berbenturan dengan aspal sedikit memekakan telinga. Sepertinya aku terlalu bersemangat kali ini. Sampai - sampai ingin cepat sampai ke tempat tujuanku.
Salah seorang asistenku menuntun Puspa ke suatu tempat untuk mandi dan berganti pakaian yang telah jauh hari kupersiapkan demi menyambut kedatangannya.
Lantunan musik romantis dari pemain biola pun menghanyutkan suasana romantis kami kali ini.
Beberapa menit menunggu akhirnya Puspa datang dengan gaunnya yang cantik dan wajahnya yang berbinara di keremangan suasana dan ratusan cahaya lilin.
Dia tersenyum ke arahku. Lalu melangkah mendekat perlahan. Kutuntun Puspa pelan dan mengajaknya untuk berdansa sesaat. Dunia terasa milik kami berdua saat ini. Aku takjub dengan pertemuan kami setelah melewati ratusan hari yang menjemukan.
" Puspa, aishiteru.. " Bisikku pelan ditelinganya sambil terus memeluknya dalam lantunan musik klasik nan merdu.
Puspa hanya tersipu tanpa menjawab.
" Mas, kamu berlebihan deh. Kapan kamu nyiapin semua ini? " Tanya Puspa setelan selesai dari lantai dansa.
__ADS_1
" Aku kini sudah bisa memenuhi janjiku. Aku mau kita sama - sama lagi. Lebih baik dari waktu dulu. Aku mau kamu kembali sama aku. Apa kamu bersedia ? " Kutatap matanya yang berkaca - kaca. Was - was menanti jawaban apa yang keluar dari bibirnya yang ranum.
" Aku terharu mas. Aku nggak nyangka Satria yang terkenal egois , plin plan dan keras kepala bisa melewati semuanya. Bahkan ujian yang aku berikan menjadi dua kali lipat dari waktu yang ditentukan. Aku nggak nyangka kamu bisa melakukan itu. Bahkan kamu sudah mempersiapkan pesta penyambutan khusus untukku sampai seperti ini. Private dinner yang benar - benar apik dan romantis. " Puspa masih tersenyum dan tersipu seolah takjub dengan perlakuanku ini.
" Sebenarnya ini hanya sebagian kecil dari kejutan yang aku persiapkan buat kamu. Masih banyak hal kecil lainnya yang sudah aku siapkan buat kita berdua. " Jawabku bersemangat.
" Benarkah? "
" Ya. Jadi apa kamu bersedia menerimaku kembali ?" Tanyaku sekali lagi.
Puspa mengangguk pelan sambil tersenyum sangat manis. " Buat apa aku menolak kamu. Kamu sekarang sudah berubah. Menjadi orang yang sudah benar - benar dewasa menantiku sekian lama. Aku paham godaan mu pasti akan lebih banyak dariku. Karena kamu sekarang menjadi seorang pria yang jauh lebih tampan dengan pembawaan dan sikap yang jauh lebih baik. Apalagi dengan posisi mu diperusahaan tentunya akan lebih sulit melewati semua ujian waktu dan jarak. Sekarang aku yakin. Setelah ini kita bisa melewati hubungan cinta kita dengan lebih baik. "
" Jadi ? "
" Ya. Aku mau nerima kamu lagi. " Jawab Puspa pelan.
Aku sumringah sendiri. Tanpa sadar berdiri dari kursiki, berjoget dan jingkrak - jingkrak kegirangan menerima jawaban dari Puspa.
" Mas, duduk. Malu ih dilihat para pelayan.. " Puspa menyuruhku duduk kembali.
" Biarin aja... Sirik aja mereka. Yang penting aku udah lulus ujian sekarang. Yes! "
Puspa tertawa kecil karena melihat tingkahku yang menurutnya berlebihan dan kekanakan. Biarlah, aku nggak peduli dengan pendapat orang. Mereka tidak tahu bahwa empat tahun sudah kulalui dengan penuh perjuangan dan kegalauan dan sekarang akhirnya tamat sudah kegalauanku. Berbuah manis dengan penerimaan dari istriku kembali.
***
Selesai dinner romantis tadi aku membawa Puspa ke suatu tempat. Suite room dengan layanan kamar untuk pengantin baru yang berada di lantai atas tempat kami dinner sudah asistenku persiapkan.
" Kamu mau bawa aku kemana mas? " Tanya Puspa di dalam lift, dia tersipu dan sepertinya tau arah tujuanku kemana.
Aku hanya berdehem kecil. " Sepertinya ini hal - hal yang sedikit lebih dewasa. " Ucapku sedikit menggodanya. Menyiptikan mataku dan tersenyum lebar sambil menyenggol bahunya pelan. Lengannya yang melingkar di tanganku semakin membuat jantungku berdetak cepat.
Puspa menunduk malu saat kami sudah berada di dalam kamar suite room dengan taburan bunga mawar merah di atas ranjang putih. " Kamu yakin mas akan melakukannya secepat ini? " Tanyanya pelan.
__ADS_1
Tanpa banyak basa - basi kami pun tenggelam dalam larutnya malam. Menumpahkan segala rindu yang terbenam selama bertahun - tahun lamanya.
***