Gelora Cinta Tuan Muda

Gelora Cinta Tuan Muda
BAB 33 OBSESI


__ADS_3

Bu Fat memandang ke arah luar jendela, melemparkan pandangannya dan menarawang jauh ke depan. " Baiklah bu Fat ceritakan semata - mata ini semua demi keluarga pak Kusuma dan demi alm.bu Wiwik. Non Shasha itu depresi. Dia itu sering minum obat penenang, terjerumus narkotika dan seringkali dia pulang dalam keadaan mabuk. Dia sudah salah langkah dan salah dalam pergaulan. Dia itu memaksakan dirinya terjerumus di dunia modelling dan sangat ingin segera jadi artis tenar. Kesalahan awal dan terbesarnya adalah ketika dia sampai tanda tangan kontrak dengan agency bodong. Bukannya dia yang mendapatkan uang tapi dia yang terus - menerus harus berinvestasi untuk agency tersebut. Dia terus memaksa pak Kusuma untuk mengubah asetnya menjadi atas nama dia serta di bawah kekuasaan dia. Menggadaikannya ke rentenir dan lintah darat. Tapi pak Kusuma tidak tinggal diam. Rumah satu - satunya yang pak Kusuma dan bu Dian tempati diubah atas nama bu Dian sehingga Shasha tidak bisa berbuat apapun atas kepemilikan rumah itu. Banyak aset serta bisnis pak Kusuma yang gulung tikar akibat kelalaian Shasha. Shasha itu terlalu berambisi ingin cepat sukses dalam dunia keartisan. Obsesinya terlalu tinggi. Dia banyak percaya ketika agency nya meminta sponsor pendanaan proyek film baru padahal film itu tidak kunjung dibuat. Sampai akhirnya kondisi keluarga itu jadi seperti ini. Pak Kusuma stress berat memikirkan kelakuan anak semata wayangnya yang tidak pernah puas akan sesuatu. Beruntung ada bu Dian yang mau dengan tetap setia merawat pak kusuma dan tidak berusaha meninggalkannya. Bu Dian sangat baik kepada saya, tapi saya tidak bisa bertahan lama tinggal di rumah itu. Rasanya hati saya sudah tidak kuat lagi melihat non Shasha menjadi sepeti itu. Sebagai orang yang mengemban tugas dari alm. bu Wiwik, saya merasa amat berdosa tidak bisa menjaga Shasha dengan baik. " Bu Fat tiba - tiba terisak.


" Lalu, kenapa sekarang rumah mereka di jaga ketat oleh dua orang bodyguard bu?" Tanyaku penasaran.


" Nah, itu dia awal mulanya keadaan berubah tambah kacau ketika Shasha diketahui banyak berhutang. Selain karena gaya hidupnya yang glamour dan pergaulan dari kalangan artis, dia diketahui mendanai banyak pelesiran teman - teman artisnya. Banyak orang datang ke rumah menagih hutang pada pak Kusuma sementara aset sudah tidak ada lagi selain rumah itu. Pak Kusuma shock berat hingga mengalami stroke. Shasha menjadi depresi karena ancaman - ancaman dari para lintah darat yang tidak mengenal waktu. Keamanan serta ketenangan rumah itu sudah terusik. Shasha mengalami tekanan berat. Dia sering mengonsumsi berbagai macam obat penenang. Efek dari obat - obatan yang biasa dia konsumsi membuatnya sering mengamuk dan melempar segala perabotan rumah. Melukai dirinya sendiri dan sudah seringkali dia mencoba bunuh diri. Bu Dian tidak tega melihat kondisi Shasha yang seperti itu, Shasha mengalami pemeriksaan tes kejiwaan dan hasilnya dia harus menjalani proses rehabilitasi selama kurang lebih satu tahun. Dengar - dengar dari pak Santo katanya sekarang Shasha sudah kembali dari pusat rehabilitasi ya mas? "

__ADS_1


" Ya bu Fat. Sekarang Shasha sudah keluar dari pusat rehabilitasi. Tapi, aku tidak menyangka ada kisah pilu dan sedramatis itu dibalik kepulangnnya. Karena selama dua tahun ini kami tidak pernah bertemu serta lost contact. Aku pikir dia sedang benar - benar mengambil study di luar negeri. Aku tidak menyangka obsesi Shasha menjadi artis terkenal dan pergaulannya yang salah sudah benar - benar membuatnya menjadi seperti itu. Lalu bu, kenapa Shasha sekarang tinggal di apartemen? Bu Fat tau nggak alasannya kenapa? " Tanyaku kemudian.


Bu Fat kembali menjelaskan, " Begini mas, bu Dian itu ibu tiri yang baik. Dia layaknya malaikat yang dikirim Tuhan untuk keluarga itu. Bu Dian itu anak konglomerat dan dia itu seorang pengusaha. Wanita karir yang sukses. Dia bertemu dan jatuh hati dengan pak Kusuma ketika mereka sama - sama sedang ada urusan dalam berbisnis. Bu Dian berbaik hati merehabilitasi Shasha, mengurus semua keperluan pak Kusuma sampai menyewakan perawat pribadi untuk beliau, membayarkan hutang - hutang Shasha yang masih tertinggal. Hingga sekarang Shasha di sewakan apartemen dan dibiayai hidup oleh seorang yang berhati mulia seperti bu Dian. Semua semata - mata bu Dian lakukan demi untuk menjadi ibu yang baik dan membahagiakan mereka. Mungkin kalau bukan bu Dian, sudah kabur kali mas. "


" Tapi, aku kok penasaran bu. Kenapa tante Dian nggak berbuat semua hal itu dari awal. Membayar hutang dan lainnya? " Kak Reno ikut penasaran.

__ADS_1


Aku menyimak dengan baik kata demi kata yang telah diucapkan oleh bu Fat. Sehingga dapat kutarik kesimpulan, " Jadi bu, sebenarnya disini yang salah adalah Shasha. Tersangka utama dari kasus ini bukanlah bu Dian melainkan Shasha itu sendiri. Shasha hanya mengarang cerita seolah dialah orang yang paling terpuruk dan terpojok. Seolah dialah yang disiksa dan butuh dikasihani. Ya Tuhan, kenapa Shasha bisa seperti itu. Ternyata aku lagi - lagi salah menilai orang. Shasha yang kupikir idaman setiap pria memiliki sifat seperti itu. Shasha ternyata terlalu terobsesi atas sesuatu yang sebenarnya dapat dengan mudah dia raih melalui kerja keras dia. Nggak mesti harus pakai cara - cara aneh seperti itu. Ya Tuhan Shasha. " Aku menarik nafas dalam dan membuangnya dengan cepat. Geram rasanya mendengar semua kenyataan yang terjadi. Geram rasanya aku lagi - lagi tertipu dengan wajah dan kemolekan Shasha. Cerita - cerita yang dia katakan semuanya hanyalah karangan semata. Pantas saja Shasha menghindar untuk menemui papanya sendiri, rupa - rupanya dia takut kebusukkannya segera terbongkar.


" Oh ya bu Fat, satu lagi yang membuatku penasaran. Kenapa ya dia kok bisa - bisa nya minta dijodohkan dengan aku? " Tiba - tiba pertanyaan itu muncul begitu saja.


Bu Fat menggelengkan kepala, " Hemm... kalau masalah itu bu Fat kurang paham mas Satria. Sebaiknya mas tanyakan saja sendiri kepada bu Dian. Tenang saja, bu Dian orangnya baik dan beliau itu bisa dipercaya. "

__ADS_1


" Oh, gitu. Ya sudah. Terimakasih ya bu Fat atas kesaksiannya. Semua hal yang bu Fat ceritakan membuat kami semua tau akan fakta sebenarnya. Sekali lagi kami terimakasih". Aku menerawang membayangkan wajah Shasha. Betapa kesalnya aku mengingat wajah itu.


***


__ADS_2