Gelora Cinta Tuan Muda

Gelora Cinta Tuan Muda
BAB 50 Headline news


__ADS_3

" Selamat pagi semuanya..." Satria menebarkan senyumnya ke segala penjuru rumah. Menuruni anak tangga dengan cepat menuju ruang makan.


Sementara itu, semua anggota keluarga sudah berkumpul mengelilingi meja makan. Aku sudah sibuk dari subuh menghindangkan berbagai macam menu andalanku di meja makan.


" Hemmm..kayaknya ada yang bangun kesiangan nih. " Ledek papa mertua disambut tawa renyah dari anggota keluarga yang lain.


" Ah, papa kayak ga pernah jadi pengantin baru aja. Heheh" Satria terkekeh. Lalu menarik kursi makan dan duduk di sebelah kak Reno.


" Jadi kapan kalian mau meresmikan hubungan kalian? Apa tanggalnya sudah ditentukan? " , Tanya ayah yang ikut sarapan dengan keluarga mertuaku. Ayah, ibu, Raka dan juga Rika semuanya menginap di rumah ini.


" Mmm..belum si yah. Semalam seru banget sampe lupa ngomongin tanggal. " Satria menjawab pertanyaan ayah sambil menyenggol lenganku yang sibuk menyiapkan makanan.


" Ya kan Puspa.. " Ucap Satria sambil terus menggodaku.


Sepertinya wajahku memearah saat ini menahan malu karena tingkah Satria yang menurutku berlebihan dan membuat semua orang tertawa meledekku.


" Seru apanya ? Emang ada apaan? " jawabku malu - malu.


" Hahahaha.." Semuanya meledekku dengan tawa yang lebar. Ayah , papa mertua, ibu , kakek mama mertua semuanya menertawakanku.


Hanya satu orang yang kuperhatikan raut wajahnya berubah sendu dan diam membisu.


" Sudah sudah , kasian tuh Puspa sepertinya dibuat malu oleh Satria. Wajahnya seperti tomat. Hemm. , kasian kan mereka biar semuanya berjalan dengan santai. " Ucap papa mertua kemudian


" Iya pa. Rencana tanggal 5 bulan februari kita melangsungkan pernikahan secara resmi. Itu berarti 3 bulan dari sekarang. Satria masih banyak pekerjaan yang mesti di selesaikan." Satria menerangkan dan papa hanya manggut - manggut mendengarkannya.


Satria senyum - senyum ke arahku, " Gimana? Kamu setuju kan Puspa? Tepat di hari ulang tahunmu kita akan mengumumkan pada dunia bahwa kamu adalah istriku. "


Aku pun mengangguk cepat, " Iya aku setuju aja. Tapi, aku harus bicarakan semua dengan pihak manajemen aku. Lagi pula akhir tahun ini banyak job yang harus aku selesaikan juga." Jawabku sambil mengoles selai blueberry ke atas roti milik Satria.


Satria terlihat sangat bahagia dengan yang terjadi akhir - akhir ini. Ya, akupun sebenarnya merasa beruntung karena penerimaan keluarga ini yang sangat baik dan mendukung pernikahan ini. Aku merasa semua orang menantikan peresmian cinta kami agar diketahui oleh publik. Tapi, ada satu orang yang nampaknya tidak bahagaia membicarakan pernikahan ini.


" Oia, gimana kalau akhir tahun ini kita adain family gathering lagi seperti ini. Jadi tepat sebulan lagi kita berkumpul di villa papa yang di Bandung. Ya hitung - hitung nambah keakraban. Gimana? " Satria makin bersemangat dan sepertinya ayah mertua pun ikut bersemangat.


Raut wajah ayah mertua sangat bersemangat mendengar usul dari Satria, " Wah boleh tuh, ide bagus Satria. Kita bisa refreshing sekaligus semakin akrab. Ayah dan ibu nya Puspa pasti setuju kan? "

__ADS_1


" Boleh, sebulan lagi kita adakan family gathering. Ayah dan ibu ikut saja keputusan keluarga besar. Selama itu demi kebaikan kita semua. " Jawab ayah dengan bersemangat.


Suasana rumah ini berubah menjadi hangat dan penuh kekeluargaan.


Terimakasih Satria, kamu sudah mau berubah dan akhirnya keluarga kita pub akan menjadi lebih bahagia dari sebelumnya. Batinku.


***


Drrt...drtt...


Ponsel yang kuletakkan diatas meja makan bergetar. Ada panggilan telepon masuk.


" Angkat aja. " ucap Satria berbisik ke telingaku.


" Iya. Tunggu sebentar ya aku ke belakang dulu. "


Aku pun menuju dapur, mengangkat telepon dari Kevin.


" Halo, Kevin. Ada apa? "


" Emangnya ada apa? "


" Liat aja sendiri berita tentang Shasha dan Satria yang bermalam dan mereka yang punya hubungan spesial. Semua terekpos ke media "


" Maksud kamu? " Aku semakin tak mengerti maksud ucapan Kevin, suami sahabatku Stella sekaligus manajer dan sponsorku.


" Udah cepet liat sekarang. Aku harap kamu bisa lebih berhati - hati lagi. Sepertinya seseorang tengah merencanakan sesuatu terhadapmu. "


Klik.


Kututup ponselku cepat. Panik. Kutekan link berita yang Kevin berikan.


" APA?? Kok bisa? Siapa yang melakukan ini padaku?"


Satria yang menguping pembicaraanku di ponsel dengan Kevin sepertinya ikut panik.

__ADS_1


" Ada apa? " Wajahnya berubah sangat cemas.


Kusodorkan ponselku dengan tangan bergetar.


" Headline news hari ini. Hubungan artis cantik Shasa dan pengusaha muda Satria Wirajaya yang selama ini terlihat harmonis kini sedang diguncang prahara orang ketiga. Mereka yang sebelumnya dikabarkan akan bertunangan harus mengalami keretakan karena isu adanya orang ketiga yang merusak hubungan kasih asmara antara Shasha dan CEO Satria Wirajaya yang sudah terjalin selama bertahun - tahun lamanya. Seperti yang kita ketahui saat ini mereka sedang terlibat proyek pembuatan iklan produk adalah sebagai hadiah peresmian penentuan pertunangan mereka. Siapakah wanita yang tega merusak hubungan mereka? Kabarnya dia adalah salah satu pengisi acara memasak di stasiun tv ABC. Kita tunggu saja berita selengkapnya.." Satria membaca headline news di ponselku dengan cepat.


Sementara itu hatiku sudah bergetar hebat. Aku berusaha mengusap deraian air mataku dengan kedua jemariku.


" Gimana ini? Media kan belum tau kalau aku istri kamu? Mereka anggap aku pelakor dan lacur. Aku mesti gimana? "


Satria menarik pundakku cepat. Memelukku dalam dekapannya. " Dasar sial memang Shasa! Kamu nggak perlu khawatir. Dan jangan sampai semua keluarga tau soal ini. Biar kita selesaikan masalah ini sendiri. Okay. "


Satria mengusap air mataku dan kembali mendekapku erat. Entah kenapa aku yang tadinya kuat tiba - tiba merasa cemas akan muncul berita - berita lainnya setelah ini. Perasaanku tiba - tiba menjadi was was.


***


Setelah selesai acara sarapan pagi ayah ibu dan Raka pun pulang. Senyum bahagia mengembang di wajah mereka. Tapi, aku paham sepertinya Satria cemas akan berita di internet tadi, kututupi kecemasanku di depan mereka semua. Aku memang sedikit khawatir kalau mereka tau berita yang baru saja tersebar di internet.


" Aku juga harus ke kantor kamu nggak perlu keluar rumah hari ini. " Ucap Satria sambil mengenakan jas dan aku melingkarkan dasi di kemejanya.


" Ya. Baiklah mas. " Jawabku sambil sibuk merapihkan penampilan Satria.


" Huh. dasar perempuan siluman! Dia merusak suasana hatiku hari ini. Padahal ini pagi pertama kamu sebagai ratuku seutuhnya. " Wajahnya merengut sengit.


Kuusap dadanya pelan. " Sudahlah mas, kamu nggak usah khawatir. Semua berita itu akan reda dengan sendirinya. Mungkinkah Shasa bertindak lebih jauh dari ini? " Tiba - tiba aku merasa agak was - was.


Cup.


Satria mengecup keningku pelan.


" Kamu nggak usah khawatir. Aku akan membereskan semuanya. Sekarang aku berangkat kantor dulu ya permasuri. " Senyum Satria mengembang dengan sangat manis di wajahnya.


" Persiapkan semuanya ya untuk nanti malam. " Mata nya berkedip menggodaku.


Kucubit pelan dan manja pinggangnya. " Hemm kamu mulai lagi deh.." Aku tersipu gemas.

__ADS_1


***


__ADS_2